Vaginanya Masih Seret
Cerita Dewasa Ā· 18+
Dengan santainya dia jongkok ketika hendak memakai sepatu, tidak sadar kedua kakinya seenaknya ngangkang sehingga memperlihatkan celana dalamnya yang berwarna pink dan kedua pahanya yang putih mulus
Karena jarak rumah kami yang berhadapan hanya dipisahkan jalan perumahan kecil selebar 2 meter saja, maka terlihat jelas pemandangan itu, sampai2 ketika kuperhatikan dengan seksama, celana dalam yang dia pakai ternyata agak transparan
Sehingga belahan vaginanya terpeta jelas dan samar2 terlihat, aku perhatikan tanpa berkedip sampai dia selesai memakai sepatu dan siap-siap keluar rumah. dia hanya tersenyum ketika melihat aku dan aku sapa basa-basi.
āberangkat sekolah dik ?ā.
wajahnya aku perhatikan dari dekat, ternyata cantik juga ini anak.
āya Om, ini buru-buru takut telat ke sekolahā jawabnya.
dengan senyum polos dia ngeloyor pergi dengan sepeda kayuhnya.
Selagi deg-degan membayangkan kejadian tadi melintas tetangga sebelah kamarku, namanya ani, umur sekitar 27 tahun, sudah menikah tapi belum ada anak, suaminya sopir bus antar kota, pulang kerja 3 hari sekali, jadi sering ditinggal keluar kota oleh suaminya. setiap kali si ani lewat aku ga pernah melewatkan sekalipun untuk nongkrong di depan rumah untuk menyapanya.
ākemana mbak ? belanja ?ā sapaku
āiya mas, beli sayur saja kokā balasnya ani setiap kali keluar hendak belanja ke warung, sering cuma pakai daster tipis, dan selalu tidak memakai BH, sehingga payudaranya terlihat jelas dibalik dasternya, dan tidak ketinggalan putingnya yang masih rata samar2 dibalik dasternya, itulah kenapa aku tidak pernah melewatkan duduk2 di depan rumah ketika pagi ( dapat pemandangan indah dari 2 orang wanita sekaligus ).
Suatu sore ketika aku habis mandi dan duduk di teras rumah, kulihat Ella sedang duduk diteras rumahnya, dengan menggunakan celana pendek, pendek sekali malah sehingga hampir seluruh pahanya terlihat, begitu mulus, dia hanya memakai kaos tipis tanpa lengan, dia asik sedang mengutak atik laptopnya, sekali sekali mengeluh sambil memainkan keyboard laptopnya berulang ulang, mungkin sedang ada masalah dengan laptopnya.
aku samperin ella yang sepertinya sebal karena laptopnya sedang hang.
ākenapa yen, laptopnya ?ā sapaku.
āini om laptop ella kok layarnya diem aja ga bisa diapa apain sejak dinyalain tadiā
āo mungkin kena virusā tambahku
āiya nih mungkin, tadi abis pinjem flashdisk temen mindahin lagu, habis itu kok jadi giniā katanya
āmau om benerin ? om kan kerja di tempat servis komputerā tawarku
ātapi kan ongkos servisnya mahal ya om ?ā tanya dia
ākalo sama ella ga usah bayar lah, kan sama tetangga sendiriā jawabku ātapi laptopnya om bawa dulu ke rumah buat di benerinya, mau ?ā
āmau om kalo begitu, eh boleh ga ella ikut ngeliat om nyervis laptopnya ? kalo boleh, ella ijin mama dulu,ā
āboleh sajaā kesempatan nih, sambil benerin laptop bisa dapet ngecengin anak seksi ini pikirku
Laptop dia aku bawa ke rumah untuk diservis, sesampai dirumah aku cek langsung laptopnya, ternyata bener, osnya eror kena virus, lumayan agak lama nih scan virusnya.
āom gimana laptopnya ?ā tiba2 ella sudah nongol di belakangku, berani juga nih anak nylonong langsung masuk rumah.
ākena virus, aga lama benerinyaā jawabku
Ella langsung duduk disampingku, ikut ngeliat laptopnya, dengan cueknya mepet ke badanku karena kursi cuma ada 1, wangi badannya terasa segar disebelahku, tanpa sadar pula dia menempelkan payudaranya ke lenganku, terasa lembut walaupun kulihat belum terlalu besar.
lama dia duduk rapat di deketku hingga lama2 aku jadi deg2an dan tidak terasa kelaminku tegang karena terangsang, saat aku lirik dia ternyata wajahnya sangat dekat di sebelahku, cantik sekali ternyata dari dekat, aku memutar otak bagaimana caranya bisa menikmati tubuhnya.
āom numpang ke kamar mandi ya, mau pipis nih, tolong dianterin dong, takutā tiba tiba dia nanya.
āitu lurus sajaā kataku
ā ga mau, dianterin, takutā pintanya manja
akhirnya aku anter ella kebelakang, dia buru buru masuk ke kamar mandi, tanpa menutup pintu, langsung dia buka celana pendeknya dan jongkok langsung pipis. mungkin karena kebelet dia ga sempet tutup pintunya, aku hanya melihat melongo saja, entah dari mana datengnya niat jahatku, aku langsung susul masuk ke kamar mandi, dan segera mengunci pintu dari dalam.
āom, kok masuk aja, ella kan lagi pipis⦠malu tau !!!!ā
āom kebelet pipis juga nih, lagian ella juga ga nutup pintuā balasku
setelah ella selesai pipis dan membersihkan bekasnya, belum sempat dia memakai celana pendek dan cdnya langsung kutarik dia kepelukanku, dan kupeluk erat, bibirnya langsung kucium, awalnya dia berontak, mau teriak, tapi pelukan eratku buat dia merasa lemas sehingga dia hanya diam saja ketika kuciumi bibir, wajahnya dengan beringas.
āom sayang ella, om cinta sama ella, om akan lakuin apa saja untuk memikili ellaā rayuku
āom ⦠ahhhā ella akhirnya pasrah ketika kucumbu seluruh wajahnya, tanganku diam2 masuk ke sela2 bajunya dan meremas2 payudaranya yang masih dibalik bh, dengan sigap kulepas bhnya dengan satu tangan sambil terus kucumbu dia, tak tahu mengapa, ella hanya diam saja ketika aku melakukan semua itu, sesekali mendesah pas kuciumin bibirnya.
Sekarang Ella hanya memakai kaos tanpa lengan saja, bhnya sudah kulepas, celana pendek dan cd masih melorot, tanganku bergerak kebawah ke arah kemaluannya yang sudah terbuka, masih basah, dan belum berbulu
Desahannya semakin kencang ketika ujung jariku mulai mengelus pinggir vaginanya, dan mulai mengelus lembut klitorisnya yang masih kecil. kemaluanku sudah tegang dari tadi, aku lepas celanaku, hingga tampak āpedangā yang menjulang, walau aku kurus kecil tapi anuku tetep besar, haha.
Ella semakin pasrah saat melihat anuku, dia semakin memejamkan mata, mungkin karena risih, takut dan malu jadi satu.
āElla jangan takut, ya. ga sakit kok, malah enak banget, kaya digelitikin saja kok rasanyaā rayuku
āella takut om, takut sakit, ella takut dimarahin mama,ā
ā gpp, kok, om sayang sama ella, om udah ga tahan dengan perasaan om, om pengen memiliki ella,ā rayuku lagi
karena Ella merengek2 terus, tanpa babibu aku sikat saja sekalian, posisi kami masih berdiri, kurenggangkan kakinya, dah langsung kutusukkan pedangku yang sudah siap sejak tadi, dengan kerja keras kubongkar juga keperawanannya, aku bekap mulutnya saat selaput daranya kurobek, karena takut teriakanya terdengar sampe keluar, setelah beberapa kali keluar masuk vaginanya, aku mulai bisa menikmati vaginanya yang masih peret.
Ella hanya menangis tersedu saat keperawanannya kurengut, āsakit omā ratapnya
Aku tidak perduli, masih terus saja ku goyang anuku keluar masuk vaginanya, lama lama dia merasa keenakan juga, sekali sekali meleguh ketika aku percepat goyanganku.
ā ahā¦.uhā¦ahā¦ā desahnya, tangannya mulai memelukku, kakinya mulai menggelantung dipahaku, setelah 5 menit aku goyang dia, tiba2 dia mencakar punggungku dan badannya mengejang, sambil meleguh panjang āahhhhhh uhhhhhhh, om, ella pipisā .
āgapa yen pipis sajaā balasku sambil terus menggoyang pinggulku, tidak berapa lama aku juga merasakan sperti hendak ejakulasi, kugoyang semakin kencang, pas saat air maniku hendak keluar, kucabut dari vaginanya, kuturunkan dia sampai terduduk, dan kuarahkan pedangku ke wajahnya, āahhhhhhā¦.ahā¦..ahā¦ā¦ahā¦ā¦..ā desahku sambil mengarahkan sperma yang keluar ke wajahnya. Aku terduduk lemas di depannya setelah itu.
āSakit Om, kemaluanku berdarah hiksā¦ā lirih desahnya.
ā maaf ya Ella, om akan bertanggungjawab jika terjadi apa apa, tapi ella jangan bilang siapa siapa ya, om sayang ella, sambil kucium dahinyaā
setelah membersihkan diri masing2 aku rencananya hendak melanjutkan kembali memperbaiki laptopnya, Ella pamit pulang tak lama setalah itu.
Sebelum pulang kucium dahi nya dan kuyakinkan kalau aku bner bener mencintainya. Ella hanya mengangguk dan bilang āOm harus janji, om tetep sayang Ella, Pintanya lirihā aku yakinkan kembali dia dan kuantar sampai depan pintu rumahku.
Setelah Ella pulang, aku lembur melanjutkan memperbaiki os laptopnya yang eror sampe selesai.
malamnya saat aku hendak tidur terdengar desahan dari sebelah rumahku, sepertinya si ani, tapi kok desah2 gitu, aku coba tengok lewat belakang rumah, rumah kami memang masih ada sediki halaman yang tidak berpagar sehingga aku bisa mengintip lewat jendela dapurnya
Kulihat dari sela korden, ani sedang duduk di meja dapur, tidak berpakaian sama sekali, tangan kanan sedang meremas payudaranya yang berukuran sedang dan tangan kirinya sedang mencolok2 vaginanya, sepertinya dia sedang bergairah dan mencoba memuaskan diri sendiri.
Pura pura tidak tahu aku ketuk pintu dapurnya āmbak ani, barusan saya denger ada ribut2 di dalam, mbak tidak apa apa ?ā tanyaku
āeh anu, gapapa mas cuma kucing saja kokā jawabnya, sambil panik sepertinya
āo saya cuma memastikan saja mbak, boleh saja masuk mbak ?ā
āeh sebentarā katanya ani bukain pintu, dia ternyata sudah memakai rok tipis, ācepet juga pake bajunyaā pikirku terkekeh.
āsuami mbak kapan pulang ?ā tanyaku
āpaling 2 hari lagi baru pulang mas, jadi sendiri, untungnya ada mas di sebelah jd ga terlalu takut karena sendirianā katanya
āmau ditemenin mbak, biar ga sepiā godaku sambil terkekeh
āah mas iniā
ābener mbak, kan suami mbak juga ga ada, pasti kesepian kanā sambil berkata begitu diam2 aku tutup pintu dapur dan menguncinya,
āya sih, tapiā¦.ā
tanpa ba bibu aku segera peluk dia, kuciumi dia, ternyata ani juga membalas ciumanku, dengan bernafsu malah, langsung kubopong saja dia ke ruang tengah, kurebahkan di sofa, kucumbu āmbak, kalo suami mbak ga ada
Saya bersedia nemenin hari hari sepi mbak, kataku bernafsuā āahā¦. ahā¦.ā dia hanya mendesah saat ku emut putingnya setelah sebelumnya kutarik lepas daster tipisnya, dia ternyata tidak sempat memakai apa apa selain daster, jadi tambah ringan kerjaanku hehehe.
Aku langsung lepaskan juga seluruh pakainku, dan tanpa malu malu, ani langsung mencengkeram pedangku yang sudah tegang dari tadi āanumu besar sekali ya masā aku hanya nyengir, ani mulai mengocok anuku dan mengemutnya, aku hanya meremas2 payudaranya yang kencang dan putih,
Dengan puting coklat muda, setelah aga lama, dia sudah tidak tahan, akhirnya aku disuruh telentang di bawah, dan dia mulan pelan2 memasukkan anuku ke vaginanya, ternyata vaginanya masih seret, sangat nikmat, ani mulai menggoyang maju mundur sambil meremas2 payudaranya, aku hanya pasrah dibawah tubuhnya, āah ā¦ā¦..ahā¦..ahā¦ahā¦oughā¦.. aku mau keluar mas !!!!ā tak berapa lama dia sudah ejakukasi, ternyata cepet banget dia ejakulasi, aku jadi tertawa dalam hati
Malam itu aku buat dia 4 kali puas sebelum akhirnya aku mengeluarkan sperma di dalam vaginanya.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,


