Si Dina
Cerita Dewasa Ā· 18+
Amar adalah sosok seorang teman yang aku kenal paling selama ini, dia sangat peduli dengan keadaan temannya yang lagi terkena musibah. Dia tidak pernah membeda-bedakan dalam memilih teman tapi kalau menurutku dia lebih memilih bergaul dengan yang setara ekonominya, dia berpikiran kalau yang setara pasti lebih saling menghormati. Amar ini sudah mempunyai istri dan seorang anak perempuan. Istri Amar ini lebih muda dari Amar 5 tahun. Namanya Dina, orangnya cantik, putih bersih, badannya ideal dengan tinggi sekitar 167cm dan berat badan sekitar 60kg, terlihat tubuhnya begitu molek.
Ceritanya begini, namaku Burhan, aku berteman dengan Amar saat aku sekantor sama dia disauatu perusahaan swasta dikotaku tinggal. Awalnya aku berteman seperti biasa dengan Amar, sampai pada akhirnya aku merasa nyaman berteman dengannya sehingga aku sering maen kerumahnya, hamper setiap malam selepas pulang kerja sekitar jam 9 malam aku selalu berkunjung kerumahnya untuk sekedr ngopi dan ngobrol-ngobrol saja sampai larut malam. Saat aku mulai sering maen kerumah Amar saat itu juga aku juga akrab dengan istrinya Amar yaitu Dina. Kami sering ngobrol bertiga dengan candaan-candaan biasa. Biasanya siih banyak teman-teman juga yang maen kerumah Amar tapi semakin lama semakin berkurang, mungkin pada merasa bosan, tinggal aku saja yang masih sering maen kerumahnya hingga aku dan istrinya pun sudah semakin akrab saja.
Setelah beberapa bulan kita sebagai teman sekantor karena suatu masalah akhirnya kita berdua (aku dan Amar) keluar dari kantor tersebut. Tapi Amar langsung mendapatkan pekerjaan lainnya, sementara aku masih saja naganggur. Walaupun aku dan Amar sudah tidak sekantor lagi tapi setiap malam aku masih sering maen kerumahnya dan bisa dipastikan hamper setipa hari. Pertemanan kitapun berjalan dengan apa adanya, aku juga berteman bbm dengan Dina, ketika Amar kerja kita juga sering bbmāan tanpa sepengatahuan Amar hanya untuk menghibur Dina yang gak ada kegiatan dirumahnya.
2 bulan Amar bekerja, terjadi pengurangan pegawai secara besar-besaran dan ternyata Amar juga terkena pengurangan pegawai tersebut. Jadilah sekarang Amar menganggur. Mulai inilah aku setiap hari selalu berkumpul dengan Amar dan istrinya dan anak perempuannya yang masih kecil, sekitar 6 tahunan. Makin lama aku memandang Dina makin seksi sekali, tubuhnya semakin semok. Mungkin karena dipompa sama Amar setiap malam. Aku beruasaha menolak gejolak perasaanku kepada Dina, aku selalu berusaha menahannya. Aku maish bersikap biasa saja, tapi aku selalu mencuri-curi pandang kepada Dina karena Dina sering memakai pakaian yang seksi kalau dirumah. Aku sering melihat Dina hanya menggunakan daster diatas lutut tinggi, kadang juga hanya memakai hotpen saja, sehingga terlihat jelas lekuk tubuhnya yang angat eksotis.
Payudaranya siiih aku lihat gak besar dan bahkan bisa dibilang kecil, aku tafsir sekitar 32B saja, sekitar satu genggaman tangan laki-laki dewasa saja, tapi terlihat sangat letat dan mungil menonjol dari pakaian strit yang ia gunakan sehari-hari. Aku jujur makin hari aku melihat penampilan Dina aku menjadi nafsu sama dia, aku ingin sekali berhubungan Sex dengannya tapi semua itu aku anggap tidak mungkin karena dia adalah istri teman baikku sendiri. Hingga suatu hari terjadi juga yang aku pikirkan.
Waktu itu Amar yang telah berkeluarga tidak mungkin jika nganggur terus-terusan, maka ia berusaha melamar kerja disemua bidang. Akhirnya kurang lebih seminggu Amar mendapakan panggilan di Jakarta dan akhirnya keterima kerja disana. Aku yang mengantarkan Amar untuk berangkat keterminal beserta juga dengan istri dan anaknya. Saat aku mengantar Amar, aku dipesani Amar untuk membantu menjaga istrinya yang waktu Amar pergi istrinya tinggal dirumah orang tuanya, aku diminta untuk mengawasi setiap gerakan istrinya, dan aku menyanggupinya. Amar berjanji pada anak dan istrinya setiap 2 minggu sekali dia akan pulang, dan aku juga diminta untuk selalu menjemputnya diterminal saat dia pulang, aku pun sebagai teman pasti menyanggupinya. Dan berangkatlah Amar menuju kejakarta.
Dan sejak saat itulah terjadilah kisahku dengan Dina istri Amar. Setiap hari aku selalu bbmāan dengan Dina dengan berawal dari bercanda-candaan saja. sempat juga aku maen kerumahnya saat Dina mengantarkan anaknya kesekolah, waktu itu anak Dina sudah TK. Selesai mengantar anaknya sekolah Dina pasti selalu pulang rumahnya untuk sekedar membersihkannya. Sementara aku sendiri ini masih saja menganggur, jadi aku bisa saja kapan saja mengawasi kegiatan Dina.
2 bulan Amar pergi semuanya berjalan lancar-lancar saja, hingga menginjak bulan ketiga Amar menjadi jarang pulang, aku mengetahui itu dari cerita Dina. Hingga sekarang aku sering menemui Dina dirumahnya saat dia membersihkan rumahnya, hanya untuk menenangkan pikiran Dina yang sedih akibat perubahan sifat dari suaminya. Siang itu aku datang menemui Dina dirumahnya, lalu kamipun ngobrol seperti biasa, Dina bercerita dengan sedih. Aku menjadi bingung, sementara saat itu aku melihat Dina menggunakan pakaian yang seksi. Aku menjadi bingung antara Dina yang sedih dan juga aku yang sudah bernafsu.
Kemudian aku menenangkannya pikiran Dina, aku berniat mengajaknya tour club motor untuk sekedar mencari hiburan agar Dina sendiri tidak suntuk dirumah terus tanpa hiburan. Dan Dina pun menyetujuinya tapi Dina bingung harus beralasan apa kepada suaminya saat pergi tour, aku bilang gak usah bilang tinggal anak kamu titipkan saja dirumah ibu kamu lalu kamu alasan mau pergi dengan temanmu dan nginep, gitu aja kan beres, Dina lalau mengangguk tanda dia setuju. Sabtu itu tiba, aku janjian sama Dina kalau aku akan menjemputnya disebuah supermarket kecil jam 3 sore, akhirnya persis jam 3 aku menjemputnya dan lalu bergegaslah aku untuk tour club motor tersebut.
Sore itu Dina menggunakan pakaian yang sangat seksi, dia menggunakan jaket stritnya dan hanya menggunakan legging kremnya saja. Terlihat sangat besar bongkahan pantat Dina. Saat membonceng tak kusangka Dina terus berpegangan memelukku dari belakang dengan mesranya, aku pun diam saja karena aku juga menikmatinya. Saat diajalan aku hamper saja menabrak pengendara jalan lainnya, aku terpaksa mengremnya secara mendadak. Dan terasa tangan Dina menyentuh penisku yang dalam sekejap langsung berdiri tegang. Tapi dalam hatiku masih deg degāan karena mau nabrak tadi. Akhirnya setelah kami agak merasa tenang akupun melanjutkan perjalanan, dan dalam perjalanan aku mengobrol dengan Dina.
āMaaf ya Ta, tadi mau nabrakā
āgak papa kok mas, yang penting kangak nabrakā
āIyha siiih tapi aku gak enak sama kamu, karena kamu jadi kaget dan takutā
āgak papa kok mas, sekarang udah gak deg degāan lagi kokā
āEeeehhh maaf ya mas tadi aku gak sengaja pegangnyaā ucap Dina
āAaahhh gak papa kok Ta, aku malah seneng kali jika kamau pegang beneranā jawabku sambil ketawa
āAaahh mas Burhan bisa aja, nanti bisa gawat kalau aku pegang senjata mas,heheā ucap Dina sambil sedikit ketawa
Waaah ada sedikit sinyal niiihh pikirku āYa kalau gawat ya nanti aku temenin deeh biar gak takut lagiā jawabku sambil ketawa lagi
āAaaaahhhhh mas Burhan deeehā jawab Dina sambil menyaplek pundak aku
Kami terus melakukan perjalanan, dan terasa malam pun tiba, tapi jaraknya masih lumayan jauh. Aku terus berkendara dan semakin kupercepat gasku biar cepet sampai acara tour itu. Jam menunjukan pukul 20.00, aku sudah sampai tempat tour, dan suasana disana sangat ramai sekali, tak terhitung ungkin bisa ribuan orang dang dari berbagai kota di Indonesia. Lalu akupun memarkirkan motor dan mengajak Dina untuk mencari makan, karena dari tadi perjalanan belum makan. Menujulah aku dan Dina kesebuah warung makan yang ada ditempat tour itu.
Sambil kita makan kita juga menikmati music dangdut yang disajikan oleh panitia tour. Setelah kita makan aku mengajak jalan-jalan Dina untuk mencari klenik-klenik dari motor, tapi baru saja menginjak depo klenik Dina menepuk pundakku.
āMas aku kebelet pipis, anterin aku yuuuk masā
āDisini jauh dari pombensin Ta, emang kamu mau pipis dikebon Taā ucapku
āYam au gimana lagi mas, aku sudah kebelet banget mas, ayo cepet mas, bawa aqua ya as buat bersihin nantiā pinta Dina
āAyolah kita cari tempatā ajakku sembari menggandeng tangan Dina
Setelah aku muter-muter aku melihat ada rumah kosong tak jauh dari tempat acara tour āNaaahhh itu ada tempat kosong Ta, yoook kesitu aja daripada lebihjauh lagiā ajakku. Lalu aku menggeret tangan Dina yang sudah dari tadi menahan untuk kencing dan beberapa detik sampai juga, aku mengajak kebelakang rumah kosong itu.
āudah sana buruan pipis, nanti keburu ngompol hlo Taā kataku
āTemenin mas, aku takut kalau sendirian, disitu kan gelap banget masā ujar Dina
āUdah ni aku senterin pake HP dari sini, gak papa tenang aja gak usah takut ada aku disiniājawabku kayak pahlawan
Kemudian aku mengambil HP ku dan menyalakan senternya dan Dina āMas jangan ngintip yaaaā. āIyha tenang aja paling juga sedikit kokā jawabku bercanda. Setelah itu Dina langsung memlorotkan celana legging yang ia kenakan, terlihat sangat putih sekali pantat Dina dari kegelapan, aku menengak-nengok melihat suasana aman atau tidak, sekira aman aku akan berusaha mencumbu Dina malam itu juga āpikirku dalam sekejapā. āSuuuuuuuuurrrrrrrrrrrrā¦ā¦ā¦ā suara air kencing terdengar Dina sangat keras sekali. Aku melihat Dina mulai membuka aqua untuk mencuci vaginanya yang habis kencing tadi. Dan tak terasa ternyata penisku juga sekarang sudah mulai tegang. Setelah Dina selesai membersihkan vaginanya dan mau memakai celana leggingnya, aku langsung saja menyergapnya dari belakang dengan keadaan celana Dina masih terbuka dibawah lutut.
āMas apa-apaan ini mas, mas mau ngapin akuā ucap Dina
āAku sudah horni sama kamu dari tadi saat melihat pantatmu Ta, aku minta itu kamu ya Taā jawabku
Tanpa menunggu jawaban dari Dina lagi aku langsung melumat bibir tipis Dina, pertama Dina melakukan perlawanan. Sebentar aku menciumi bibir Dina tanganku langsung memegang vaginanya yang sudah terbuka, langsung aku memegang klitoris Dina dan aku mainkan āAaaaahhhhhhhā¦..Maaassssā¦Jaaaaaā¦Nggaaaaannnā¦.Maaassssā ucap Dina. Tapi aku dengan tidak peduli masih terus memainkan klitoris Dina dan sekarang aku mulai memasukkan jari tanganku kedalam memek Dina āAaaarrggghhhā¦..Maaassssā¦Sakiiiit Maaasssā desah Dina. Karenaaku sangat bernafsu maka aku mengocok memek Dina dengan cepat sekali.
Kegelapan malam yang ditererangi lampu bolep 2 what itu menjadi suasana yang reman-remang tanpa menunggu lama setelah aku mengobok-obok memek Dina, aku langsung membuka celanaku dan membuakanya sedikit dan keluarlah penis besarku yang berukuran panjang sekitar 17cm dan berdiameter 5cm itu. Dengan sedikit memaksa aku langsung menundukkan tubuh Dina dan aku langsung mengujam memek Dina dengan penis besarku yang sudah tegak kencang āBleeeeeesssssssā penisku masuk semua ke dalam memek Dina.
āOooooouuuuhhhhh,,,,Maaassssā¦Ooooouuuuhhhhā¦.Pelaaaanā¦Maaassssā desah Dina ketika aku menyodokan penisku dari belakang. Semakin lama aku semakin mempercepat gerakanku āSluuuuupppā¦.Sluuuuupā¦.Sluuuuppppā bunyin benturan badan kita. aku sudah nafsu dari tadi tak kuasa menahannya terus memompa Dina semakin cepat, tak berapa lama tubuh Dina terasa bergetar dan āOuuuuuhhhhā¦.Maaaassssā¦..Akkkkkā¦..Akkkkkuuuuuuuā¦.Keluaarrrrā¦.Masā¦..ā rintih Dina. Dan aku juga merasakan ada sebuah cairan nyemprot penisku yang masih standbay dalam memek Dina.
Setelah Dina sudah keluar aku mencabut penisku dari memek Dina lalu aku arahkan ke muka Dina, aku memintanya untuk mengulum penisku. Dengan aku berdiri dan Dina jongkok, Dina langsung mengulum penisku yang sedari tadi aku kocok dalam memek Dina belum terasa tanda akan orgasme. Karena kau tak sabar dengan kuluman Dina kemudian aku memegang kepala Dina dan kemudian aku memaju mundurkan peniskan didalam mulut Dina, hingga Dina tersedak karena penisku masuk terlalu dalam. Aku mengambil jaketku dan aku dudukan Dina diatas jaketku, aku menidurkan Dina. Aku mulai lagi memasukkan penisku ke dalam memek Dina.
āPlooookā¦..Ploooookkkkā¦.Ploooookkkkkā¦..ā aku langsung dengan cepat memompa memek Dina hingga terdengar benturan tubuh kita. āOooooouuuhhhā¦.Maaassssā¦.Oooouuuuhhhhā¦.Maaasssssā Dina terus mendesah kenikmatan, aku juga merasakan kenikmatan. Memek Dina yang sudah beranak satu masih terasa sempit seperti para gadis-gadis. Aku semakin bernafsu. Setelah kurang lebih 15 menit aku memompa memek Dina, aku merasakan kalau aku akan orgasme dan aku langsung mencabut penisku dan aku arahkan kemulut Dina, dan aku kocok sebentar penisku dan akhirnya āCroooootā¦.Croooootā¦Croooootā¦Crooooootttā¦.Crooootttttā¦ā banyak sekali pejuh kentalku menyemprot muka Dina, bahkan ada sebagian pejuhku yang masuk kedalam mulut Dina.
Setelah pejuhku habis keluar, aku mengarahkan penisku kemulut Dina, aku ingin Dina membersihkan sisa pejuh yang masih nempel dipenisku dengan mulutnya. Dina pun mengulumnya hingga penisku bersih. Lalu aku mengambil tisu milik Dina yang ada didalam tas, dan aku membersihkan pejuhku yang kececeran di muka Dina. Dan aku menyuruh Dina untuk membersihkan mukanya dengan aqua yang masih tersisa tadi.
Setelah itu kami kembali ke acara seperti biasa, sempat aku mengucapkan āTa aku minta maaf ya, tadi aku khilaf, aku sudah nafsu banget Ta ngelihat kamu membuka celana kamuā. Tapi Dina diam saja tidak menjawabnya. Setelah acara selesai aku mengajak Dina untuk pulang tapi aku tidak pulag langsung karena waktu sudah larut bahkan dini hari, maka aku mengajak Dina untuk menginap disebuah motel sederhana. Kemudian kami masuk di motel tersebut dan akhirnya kembali aku mnyetubuhi Dina. Kali ini tempat, suasana yang nyaman maka kmai lebih menikmati persetubuhan itu, hingga akhirnya aku dan Dina tidur pulas dengan bugil.
Samapi keesokan harinya sudah siang pukul 10, kami langsung mandi, dan tak lupa waktu mandi kami juga melakukan hubungan Sex lagi sebagai perpisahan. Dan setelah semua selesai akhirnya kami pulang kerumah, dan setelah kejadian itu aku dan Dina menjadi tidak akrab seperti dulu. tapi aku masih bersikap biasa saja didepan Amar. Sungguh hubungan Sex yang sangat istimewa dlam hidupku.- ,,,,,,,,,,,,,,,,,,


