Pengalaman Masa Lalu Yang Indah
Cerita Dewasa Ā· 18+
Perkenalkan, namaku Ryan, umur 21 tahun, tinggi badan 166, berat badan 56 kg. Kisah ini berawal ketika aku lagi kurang kerjaan malam Minggu. Mau ke kos Desi pacarku malesnya minta ampun. Ya sudah aku ke Warnet saja untuk menghilangkan kebosananku.
Lalu aku iseng-iseng Chatting di mIRC, dengan menggunakan nick ryan_kurang_kerjaan, tidak beberapa lama kemudian masuklah seorang cewek dengan nick Dina20.
Lalu kamipun berkenalan, ternyata dia adalah mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta di Yogyakarta, umurnya masih 20 tahun, baru semester 4, sama juga denganku. Perbincangan kami mulai dari hal-hal positif sampai hal-hal yang jorok sekalipun. Lalu kamipun terlibat perbincangan yang berbau sex.
āEmang kurang kerjaan apa nih?ā
āNggak Papa, males nih, mau ngapain males, mau belajar malesnya minta ampunā
āEmang kamu nggak malam mingguan?ā
āNggak, nggak ada yang mau diajak jalan-jalanā
āEmang kenapaā kataku.
āNanya aja, kamu dah punya cewek?ā
āBelumā
āEh ngomong-ngomong, kamu mau nggak dikerjain nihā
āMaksudnyaā
āYa ngerjain kamu, kuperkosa gitu.. Hee heheeā
Aku terkejut minta ampun, ternyata dia hipersex juga, mumpung sudah lama nih, spermaku belum tersalurkan ke dalam vagina wanita..
āBoleh.. Kapan maunya?ā
āGimana kalau malam iniā balasku.
āJangan malam ini dong, kan aku masih haid, biasa lagi terima tamu bulananā
āJadi kapan donk tuh mensnya selesai?ā
āMungkin besok, gimana kalau kita ketemuan besok malam, mungkin aku besok sudah nggak haid lagiā
āJangan besok, lusanya lagi banyak tugas, gimana kalau malam Rabuā
āLalu kalau ketemuannya dimana nih Din?ā timpalku.
āNtar lah, kan bisa diaturā balasnya.
āO ya, kamu punya HP, boleh tau nomornya nggak? Kan kita bias berhubunganā
ā081794xx, kalau kamu?ā
ā081578xxā
āEh.. Ngomong-ngomong kamu dah punya cowokā tanyaku.
āBelum, males punya pacar, kan nggak bisa menikmati kontol yang lain, bosen kalau cuman satu kontol aja.. Hee.. Heheeā
āO.. Ya, kamu udah gak Virgin umur berapa tuh?ā
ā19 sama pacarku, setelah itu dia pergi ninggalin aku, ya sudah kita putus dehā
āAku mau koq jadi pacar kamuā
āBener nih?ā
āTapi ada syaratnyaā
āApa donk?ā timpalnya.
āKamu harus memuaskan āadek kecilāku ini setiap hari, mau nggakā
āNtar kupikir-pikir duluā
āO ya, kamu punya pic?ā
āAda, mau dikirimin yah, o ya email kamuā
āIya tunggu ya, ntar kukirimin dehā
Tidak beberapa saat kemudian masuklah emailnya di emailku, kubuka, lumayan juga mukanya, walaupun nggak cantik-cantik amat. Mungkin kalau kuberi nilai paling cuman 6,5, beda sama Desi yang nilainya 7,5.. Hee.. Hee.. Nggak papa lah, yang penting penisku bisa terpuaskan oleh memeknya yang masih sempit, yang katanya ābaruā dimasukin oleh 3 penis.
āMasih mau sama aku?ā katanya melanjutkan perbincangan kami
āYa.. Maulah.. Kan yang penting āadekāku puasā
āDah ya, aku mau pulang, sudah jam 12 malam nihā
āYa sudah, hati-hati di jalan yahā
āMuachhā
āMuachh jugaā
Saat itu kamipun berpisah, aku masih chatting sampe jam 2 pagi, sambil membuka kisah-kisah di Rumah Seks.
Balik lagi ke kisahku, aku masih menunggu kapan pertempuranku dengan Dina, mahasiswi yang masih muda, yang katanya masih hot, katanya lagi dia itu hipersex, setiap hari dia itu harus menyalurkan libidonya, entah dengan masturbasi atau maen dengan teman-temannya.
Sebagai pemberitahuan, aku juga mungkin punya libido tinggi, setiap hari aku juga minimal harus menyalurkan spermaku, entah itu dengan melakukan hubungan sex atau hanya onani, kalau tidak perasaanku kayak orang sakit aja, nggak bisa berpikir dengan baik, Hee.. Hee.
Lalu tepat hari Selasa, malam ini aku sudah berjanji dengan Dina untuk memuaskannya. Saat kulihat dia pertama kalinya tak beda jauh dengan pic yang dia kirim, walaupun nggak terlalu cantik, tapi bodynya sexy, rambut hitam sampai bahunya dan tingginya 155 cm, aku tingginya 166 cm. Kami janjian bertemu di Mall Malioboro, dan kami awali dengan mengobrol.
Ternyata dia ngga malu-malu dia santai aja kaya ketemu teman akrab, kuberanikan untuk menggandeng tangannya dan dia tak keberatan, tangannya halus banget, dan wajahnya bikin aku horny dengan matanya yang sedikit sipit dan bibirnya yang mungil.
Akhirnya aku mengajaknya untuk mencari hotel yang murah untuk mengobrol biar enak, karena kalau di kos nggak enak sama teman-teman yang lain, juga sama ibu kos.
Dia nggak keberatan kuboncengkan di atas motorku. Dia datang ke mall dengan taksi. Kami mengobrol tentang apa saja baik di selama di mall atau selama perjalanan ke hotel itu.
Sesampainya di hotel langgananku itu aku langsung memesan 1 kamar dengan single bed saja. Lalu kamipun menuju kamar hotel itu bergandengan tangan kayak sepasang kekasih saja.
Sesampainya di kamar, kami duduk bersebelahan dan kuberanikan untuk merangkulnya. Dia nggak marah. Duduk kami pun layaknya dua sejoli yang telah berhubungan lama, aroma tubuhnya sangat menggoda, dan terus terang aku sangat suka pheromone wanita (bau tubuh asli wanita), aroma tubuhnya bercampur dengan parfum yang dia pakai, menggoda sekali.
Dian bertanya soal aku berhubungan dengan wanita, dari pacaran hingga pengalaman ML. Aku bercerita sambil mengelus-mengelus rambutnya dan tiduran dengan kepalanya di pangkuanku. Dina mendengarnya penuh perhatian.
Aku berbicara terus terang padanya tentang pengalaman pacaranku dan pengalaman ML-ku ketika masih mahasiswa baru. Dina menunjukkan sikap yang baik padaku, lalu dia berkata padaku bahwa dia sangat suka padaku dan dia ingin merasakan nikmatnya berhubungan badan denganku.
Dengan tiba-tiba dia mengajakku mandi bersama. Aku langsung setuju, āAku sangat mauā, kataku dalam batin.
Dia menggandengku masuk ke kamar mandi, lalu dia menanggalkan pakaiannya. Aku mematung melihatnya, sexy sekali, sangat sesuai dengan impianku. Nipplesnya berwarna coklat muda, sebesar jagung dengan toket 34 yang sexy, tetapi vaginanya masih cukut lebat, semuanya membuat āadek kecilkuā langsung melek. Dia menegurku..
āRyan, kenapa kamu. Kok diem aja?ā
āNggakā jawabku.
āKamu sexy banget Dina, kamu adalah impiankuā, padahal ujarku dalam hati nggak cantik-cantik amat, tapi yang penting bodynya itu lo, bikin aku tegang terus. Dina pun tersenyum padaku.
āMasaā ujarnya sambil mendekatiku.
Dian pun melucuti pakaianku, dan sebelum dia melepaskan CD-ku, dia mengelus-mengelus penisku
āKeras banget, Ryan udah ga tahan yaā
āHe ehā jawabku.
Setelah bugil, kupeluk dia dan kucium bibirnya, lembut sekali, tak henti-hentinya kupeluk dan kucium bibirnya.
āDina, kamu mau kucukurkan rambut vaginanya nggak?ā
āBuat apa, Ryan?ā
āBiar vaginamu ngga bau and makin sexy. Kaya penisku, aku rajin mencukur rambut penisku dan kusisakan hanya bagian atasnyaā.
āPantas kedua bolamu mulus banget, Ann.. Menggoda bangetā, ujarnya.
āJadi kamu mau?ā
āOK, tapi pakai cukuran apa?ā
āPake pisau cukur rambut yaā Aku sengaja membawa pisau cukur.
āOKā
Dina duduk di kloset dan kucukur pelan-pelan.
āLiat nich, sexy khan?ā Kuambil cermin dan kuperlihatkan vaginanya.
āIya, Ann. Dina suka. Jadi begitu ya biar sexy and sehat, gak bau gitu vaginanya?ā Aku mengangguk.
āCoba kucium vaginamu sekarangā kataku dan kucium vaginanya perlahan dan lembut.
Dari atas turun ke bibir vaginanya lalu ke klitorisnya, kukecupi dan sesekali kumainkan lidahku perlahan tapi mantap. Sudah kumainkan klitorisnya, kubuka bibir vaginanya dengan jari dan tampak klitoris dan vaginanya yang masih merah. Kulanjutkan permainan lidahku bergerak di klitoris dan bibir vagina bagian dalamnya.
āOhh, terus Ann, enak banget jilatan kamuā lenguh Dina dengan kedua tangannya memegang kepalaku dan mengacak-mengacak rambutku.
Kulanjutkan jilatanku dan sesekali kusedot klitnya dengan lembut. Dina makin menggeliat menggerakkan pinggulnya dan menekan kepalaku ke vaginanya. Kutangkupkan mulutku ke vaginanya, sehingga lubang senggamanya tertutupi oleh mulutku. Lalu kusedot lembut dan kugerakkan lidahku di klitnya hingga cairan vaginanya makin deras dan tertelan olehku, enak sekali bagiku.
Kedua tanganku memainkan toketnya, kuremas-remas lembut, kupelintir-pelintir nipple-nya. Dina makin menggila, pinggulnya bergoyang kanan kiri dan makin kencang lenguhannya..
āOhh Ohh terus Ann.. Ohh Ann.. Enak bangetā
Tempo agak kupercepat hingga Dina makin horny. Dia menjepit dan menekan-menekan kepalaku, lalu tubuhnya agak mengejang dan denyut vaginanya semakin terasa dan cairannya semakin membanjir hingga akhirnya..
āAh, Ann, aku sampeā, teriaknya penuh kepuasan dan lalu kujilati cairan itu sambil merasakan denyutan vaginanya.
Kupeluk dia keluar dari kamar mandi lalu kubaringkan Dina di tempat tidur, lalu aku duduk di sampingnya dan memulai foreplay kembali. Kumulai dengan ciuman di dahinya turun ke bibirnya.
Perlahan kunikmati bibirnya yang mungil, dan kumulai permainan lidahku. Sesekali kusedot-sedot bibirnya. Lidah kami pun saling beradu dan semakin ganas.
Kulakukan itu sambil meremas-meremas boobs-nya, kenyal sekali dan nipples-nya pun mulai mengeras lagi. Kumainkan ke duanya dengan jari-jari tangan perlahan. Ciumanku turun ke lehernya yang putih.
Kujilati, kukecup dan kedua tanganku tak henti-hentinya meremas toketnya, kepalaku pun di peluknya. Ciumanku turun lagi ke dadanya. Kuciumi dadanya secara melingkar, belum menyentuh nipplesnya. Kenyal sekali terasa di bibirku, dan tangannya tak lepas memeluk kepalaku serta desahannya semakin terdengar terutama saat aku mengecup putingnya..
āMh, Ann.. Terusinā
Kukecup kedua putingnya. Lembut sekali rasanya di bibirku. Kujulurkan lidah dan kumulai mengusapnya dengan ujung lidahku, Dina mengeliat dan mendesah..
āOhh.. Ohh..ā
Bergantian kujilati putingnya, kiri kanan. Kugerakkan lidahku ke atas, bawah, kiri, kanan, dan melingkar. Desahannya semakin kencang, Dina mulai mengacak-mengacak rambutku walaupun pendek dan sesekali menekan-menekan ke dadanya.
Nikmat sekali putingnya untukku, seperti cream yang lumer di dalam mulutku, terasa sekali saat kusedot-sedot nipple-nya tersebut.
Kusedot-sedot nip-nya perlahan dan lembut, sesekali kugigit kecil nip-nya. Dina sangat menikmatinya, dia sungguh santai. Kuhentikan sebentar permainan ini. Kusuruh dia untuk mengangkat tangannya di atas kepalanya hingga tampaklah ketiak yang mulus. Kuelus, kubisiki Dina di telinganya.
āDina, aku suka ketiakmuā wajah Dina agak memerah, tak menyangka kubisiki hal itu. Kucium dan kujilati perlahan kiri dan kanan.
āGeli, Ann, tapi asyikā, katanya.
āDina, vaginamu sudah basah ya?ā, tanyaku sambil memegang selangkangannya.
āIya, horny banget nich. Terusin donkā
Kumulai lagi dengan menjilati bibir, leher dan telinganya. Lalu turun lagi ke dada. Kujilati nip-nya dan sesekali kusedot. Gerakan lidahku kupercepat.
Salah satu tanganku turun ke selangkanganya, mengusap-mengusap paha, bibir vagina, lalu klit-nya perlahan. Dina menggeliat dan mendesah-mendesah keenakan sambil memejamkan matanya.
āOhh.. Mmh..ā
Desahannya membuatku makin terangsang, pemainanku makin gila sehingga putingnya menjadi lebih memerah dan kucupang toketnya, kiri kanan. Lalu aku turun ke perutnya menuju vaginanya.
Kujilati perutnya dan ābelly buttonā-nya. Kubuka selangkangannya dan kuciumi vaginanya sambil menghisap cairan vaginanya, nikmat sekali rasanya. Vaginanya terasa hangat, kujulurkan lidahku lalu membelah vaginanya dari bawah ke atas perlahan. Dina makin menggeliat dan mendesah liar.
āEngh.. Ohh..ā
Kugarap klit-nya. Kujilati perlahan, kugerakkan lidahku naik-turun, kiri-kanan, dan melingkar. Sesekali kusedot-sedot klit-nya, lembut sekali dan seperti ada sesuatu yang lumer dalam mulutku. Cairan vaginanya makin deras dan denyut vaginanya semakin terasa.
Kutangkupkan lagi mulutku di vaginanya, dan kakinya menjepit kepalaku. Tanganku yang bebas mengerjai boobs-nya kembali, kuberi pijatan di toketnya. Kucoba menusuk lubang vaginanya hingga Dina berteriak kesakitan..
āAuw, sakitā
Kuurungkan niatku dan kembali mengelus klit-nya dan menyedot-menyedot vaginanya. Desahan terdengar kembali dari mulutnya, tak lama tubuhnya mengejang dan vaginanya makin berkedut dan..
āAch..ā
Dina dapat lagi, dan langsung kujilati. Lalu aku berbaring di sampingnya. Tubuh kami lumayan banyak berkeringat. Kucium bibirnya.
āDina, tubuh kamu koq enak banget ya?ā kataku sambil meremas-meremas dada nya.
āRyann, masukin penismu donk. Aku udah nggak tahan lagiā
āBaik sayangā, kubisiki dia sambil bersiap mengambil posisi.
Wajahnya memerah kembali. Kubaringkan dia di tepi spring bed, dan aku berdiri. Kubuka selangkangannya. Kugesekkan kepala penisku di klit-nya, Dina memejamkan matanya dan tersenyum santai. Kupaskan penisku lalu aku berbisik padanya..
āSiap, sayang?ā
āIyaā jawabnya sambil memelukku.
Perlahan kumasukkan penisku, vaginanya cukup sempit tapi basah, aku juga bingung, aneh, masa sudah pernah dimasuki oleh 3 penis, vaginanya masih sempit, apa dia sering mengkonsumsi jamu sari rapet, pikirku.
āAuwā, Dina berteriak kesakitan.
āTenang, sayang. Kamu pasti akan merasakan kenikmatanā Dina kembali tenang.
Sodokan yang perlahan dan pasti akhirnya masuk ke vaginanya. Hangat sekali, kudiamkan penisku sebentar dan kuciumi bibirnya.
āGimana, Dina?ā
āSakit, tapi sekarang nggak. Eng, Ann.. Penis kamu enak juga, pas. Kayak nggarukin vaginakuā
āSuka, ya?ā Dina mengangguk.
Kumulai gerakanku perlahan, maju-mundur. Mm, nikmat sekali vaginanya memijat penisku. Dina memejamkan matanya dan tersenyum santai menikmati penisku. Desahan mulai terdengar dari mulutnya.
āMh..ā
Sodokan sedikit kupercepat, dan tanganku memijat toketnya serta memainkan nip-nya. Vaginanya makin basah, dan terdengar suara decakan dari vaginanya. Kucoba menggendongnya. Kakinya menjepit pinggangku kuat dan sodokanku semakin terasa hingga terdengar suara di antara vagina dan sodokan penisku.
Kami berkeringat, dan aroma pheromone Dina semakin tercium, sexy sekali.
āAnn, Dina suka banget. Enak..ā
āAku juga suka, Dinā, ujarku.
Beberapa menit kemudian, denyut vaginanya semakin terasa di penisku, mulai dari kepala hingga batangnya.
āRyan, aku mo sampe lagi nich.. Achā
Tubuhnya mengejang sehingga Dina mendongakkan kepalanya. Cairan vaginanya membasahi penisku dan semakin licin. Ini makin membuatku mau keluar ditambah aroma pheromonenya yang sexy.
āDin, aku juga mo keluar nich..ā Dina yang masih keasyikan memelukku dan menjawab..
āDi dalem aja..ā Denyut vaginanya makin membuatku cepat keluar dan..
āArgh..ā
Penisku memancarkan spermanya di dalam vaginanya. Aku duduk, Dina masih kugendong. Kami berpelukan erat beberapa saat, lalu kucium dia.
āAnn, trims ya. Enak banget. Ntar lagi yaā
āOK, sayangā
Lalu kami beristirahat sebentar kira-kira 15 menit sambil aku memegangi payudaranya, eh ternyata nafsunya bangkit lagi.
āLagi Yukā, ajakku.
āYukā timpalnya.
āGimana kalau kamu yang menjilat penisku, mau kan?ā
āOKā
Lalu dia pun mulai memegang penisku, rupanya penisku sudah mulai bangkit setelah mengeluarkan lahar panasnya. Dia jilat, sambil dikocoknya. Ohh enak banget, nggak sampai 15 menit rupanya aku sudah mau mengeluarkan sperma lagi.
āDina, aku mo keluar nich..ā
Kocokannya dipelankan dan Dina memegangi penisku lalu mulutnya menutupi kepala penisku. Lalu crot.. Aku keluarkan spermaku. Nikmat sekali, Dina menelannya dan menjilati sisa spermak tanpa sisa.
āKamu telen yaā pintaku.
āIya, abis enak sihā jawabnya sambil masih menjilati penisku.
āGimana, suka?ā
āSuka banget, kalau setiap hari gini sih, kayak di sorga ajaā Aku tersenyum.
āAku juga suka ngoralin ceweā, sahutku.
āDina sudah ngasih dua lubang yang membuatku nikmatā, kataku.
āTapi aku masih mau lubang yang ketigaā
āYang mana?ā tanyanya.
āAnusmuā
āMaksudmu anal sex?ā
āYup, mo coba?ā sahutku.
āBoleh, tapi gimana?ā
āKamu bawa jelly?ā tanyaku.
āBuat apa?ā
āBiar jadi pelumas di analmu, khan beda dari vagina. Kalo anal sex, harus pake pelumas biar gak sakitā
āAda, tuch di dalam tasku. Kuambil yaā
Benar-benar aku menikmati Dina. Dia kembali dengan jelly. Kusuruh dia menungging lalu kujilati anusnya dan kubasahi penisku dengan jelly. Kusodokkan penisku ke analnya. Perlahan. Dina kesakitan pada awalnya, baru setelah 1/2 penisku masuk dia mulai santai.
āAyo Ann, goyangā
Kugerakkan penisku maju mundur sambil kupegangi pundaknya untuk lebih memantapkan sodokanku. Tanganku yang lain memainkan klit-nya dan sesekali kuremas-remas dadanya. Jepitan analnya kencang sekali hingga sesekali kutambah pelumasnya.
Ketika kutidurkan Dina di atas meja, dia sangat menikmatinya. Dan aku pun menjilati nipples-nya, serta memainkan klit-nya dengan tanganku. Cairan yang keluar dari vaginanya turun ke bawah menjadi pelumas. Licin sekali.
āAnn, kamu.. Gila yaa.. Tapi aku.. Sukaā
Kupercepat kocokanku dan aku merasakan denyut di penisku. Aku mau keluar, cepat-cepat kucabut dan kumasukkan ke dalam mulut Dina. Dina telah siap dan crot.. Spermaku muncrat kembali, lagi-lagi Dina membersihkan perlahan. Kugendong dia ke tempat tidur. Kami berbaring berpelukan, lalu kumasukan penisku lagi ke dalam vaginanya.
āMau lagi ya Ann, tapi aku masih cape, abis 3 lubangku kamu pake semua sihā
āNggak, aku juga masih cape, nggak apa-apa kan, biar enak aja penisku dalam vagina kamuā
āIya dehā, ujarnya.
āRyan.. Sayang.. Terimakasih..ā, ujarnya lagi.
āAku juga Dinaā, balasku sambil membelai rambutnya lalu kami tertidur.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,


