Ngentot Dengan Teman Lama Di Pesawat
Cerita Dewasa Ā· 18+
Aku dan Lia adalah sahabat lama. Hubungan antara kami sebenarnya tidak bisa dikatakan kekasih. Namun meski statusnya sahabat tapi sikap dan perilaku hubungan kami sangat mesra seperti sepasang kekasih.
Akhirnya lampu kabin pesawat dimatikan aku dan Lia pun siap-siap untuk tidur. Lia bersandar dipundakku dan dia menaikkan kakinya dikursi sebelah. Karena posisinya kurang enak, aku menaikkan sandaran lengan kursiku sehingga Lia bisa dengan bebas menyandarkan kepalanya dipahaku. Baru sebentar memejamkan mata, tiba-tiba gadis itu terbangun, kemudian membuka jaketnya dan kembali merebahkan kepalanya.
Aku menghela nafas setelah Lia memejamkan matanya kembali. Huh⦠untung saja tidak ketahuan tadi kalau sebenarnya sempat terbersit lamunan jorok di otakku dikarenakan menatap wajahnya yang cantik. Gadis itu baik memakai kacamata atau tidak namun wajahnya memang cantik. Kulitnya putih pucat, namun karena pucat itulah membuat gairahku berdesir setiap kali bertatap muka dengannya.
Kami hendak bertolak pergi ke-Bali untuk berlibur, setelah mengambil cuti satu minggu. Kami berdua memang partner bekerja yang akrab, sampai-sampai teman-teman sekantor banyak yang mengatakan bahwa kami berpacaran. Namun mereka semua salah besar, karena diantara kami tidak pernah ada ikatan dan komitmen.
Ketika aku sedang asik melamun, sambil memandang wajahnya tiba-tiba kurasakan jemari halus dan lembut itu meraba bagian depan celanaku
āHayo, ngelamun jorok ya?ā terdengar suara Lia pelan, tapi matanya masih terpejam. Aku pun merasa terpojok dan malu karena tertangkap basah. Akhirnya kujawab pertanyaan Lia dengan jujur āHehehehe.. tahu aja kamuā jawabku.
Kedua matanya membuka perlahan dan bibirnya tersenyum, āSi Rina bilang ****** kamu gede banget, ternyata ia benar jugaā
Ups, baru kali ini aku dengar ia berbicara lugas seperti itu. Sekejap kemudian suasana berubah biasa lagi, āKamu tuh, mau aja percaya orang lain.ā Baru saja aku berbicara demikian, tahu-tahu Lia sudah meremas batang kemaluanku yang masih terbungkus dalam celana. āJahat, aku yang sudah berteman lama sama kamu gak pernah dikasih tahu, tapi si Rina malah udah pernah nyobain!ā Ujarnya menggemaskan.
āAduh, sakit tahu. Kamu nih maen remas-remas aja. Awas ya, kubalas nanti!ā
āSiapa takut, weeeā¦salahnya sendiri ngasih bantal yang bisa turun naik gitu!ā ucapnya lagi sambil menjulurkan lidahnya. Semakin tidak tahan saja aku menahan penisku untuk tidak berdiri tegang. Kebetulan sekali tempat duduk kami berada di urutan paling ujung, sehingga aku bisa melihat dengan jelas apabila ada orang yang berjalan ke arah kami untuk ke toilet. Langsung saja satu tanganku menyelusup kebawah selimut Lia dan mengelus-elus paha mulusnya. Lia pun mulai membuka risleting celanaku dengan tangannya, kubiarkan sejenak ia menikmati melakukan hal tesebut. Setelah berhasil menurunkan retsleting celanaku, kubantu Lia dengan menurunkan sedikit celana dan celana dalamku, akibatnya batang kemaluanku yang telah menegang dari tadi langsung mencuat keluar. Membuat Lia sedikit terkejut, kaget menatapnya.
āWawā¦Ri, Ini ****** apa ******?ā Ucapnya setengah berbisik. Aku tersenyum dan menunduk sebentar. āIni pelir kuda namanya, Yaā Jawabku dan juga berbisik ditelinganya. āKalau gitu pasangannya ada dibawah sini sayangā Ucapnya lagi, sambil menuntun tangan kiriku turun lebih dalam kepangkal paha-nya. Ternyata didalam rok Lia, ia tidak mengenakan celana dalam. Aku terheran sejenak. Tapi Lia yang menangkap ekspresi mukaku cepat berkata.
āKaget ya? Aku sengaja nggak pakai celana dalamā katanya sambil tertawa kecil. Tanpa diperintah lagi, tanganku langsung meremas gundukan vaginanya itu, ia tersenyak tapi cepat pula wajah cantiknya merona merah, aku tahu ia menikmati hal itu. Aku mengelus-elus bibir vaginanya yang lembut, sementara Lia sudah meraih batang kemaluanku dan menjilatinya penuh nafsu. Mengulum-ngulum penisku dengan bibirnya, atau dimasukkan kedalam mulutnya, dihisap dalam sehingga membuat tubuhku terasa melayang. Aku perhatikan keadaan kursi-kursi didepanku sepi, sunyi. Kemungkinan semua orang telah tertidur.
Kali ini kepala Lia sudah bergerak maju mundur mengocok kemaluanku. Slop..slopā¦slop.. begitu bunyi air liurnya yang banjir membasahi penisku. Bibirnya yang seksi berdecap-decap, Lia seperti tidak mau tahu dengan keadaanku yang semakin lama semakin dekat dengan saat ejakulasi. Namun aku sendiri berusaha menahannya, sekaligus mempermainkan gadis cantik itu, dan membuktikan padanya kalau aku bukan tipe cowo yang mudah sekali meraih klimaks.
āLia, kamu nafsu sekali sih sayang!ā Kucoba mengalihkan perhatiannya. Gadis itu tersenyum, āAbis aku dah dua minggu gak dikasih ****** ama pacarku, makanya aku lagi nafsu banget. Aku mau makan kontolmu Riā¦Nyaamm!ā Lia kembali mengemut penisku, sekarang ia juga mengocok kemaluanku itu dengan tangannya. Aku pun mendesah keenakan.
Kepala Lia semakin kencang bergerak maju mundur, malah posisinya sudah berjongkok didepanku, celanaku semakin turun kebawahā¦āAhhhhā¦Liaa, enak bangett..aku dah gak tahan nih!ā
āKeluarin sayang, keluarin..ajaā¦Lia siap menerimanyaā¦Lia haussā¦!ā hisapan dan kocokan Lia semakin cepat mengerjai penisku..āLiaaā¦sudah hampir nih, cepetin lagi sepongannyaā¦!ā, ia tidak menjawab kata-kataku, tapi gerakan mulutnya semakin cepat dan suara decapan mulutnya menjadi jelas sekali ditelingaku, kami berdua sudah tidak perduli lagiā¦.., slurrpppppppp.. Lia menghisap dalam-dalam kemaluanku, rasanya seluruh persendian tubuhku seperti tertarik hendak keluar sajaā¦.tangannya digerakkan kencang, danā¦croottttttā¦.crooootttā¦.
Cairan maniku keluar bermuncratan dengan deras di mulut Lia, ia menjilat semuanya tanpa sisa. āEnak banget..pinter kamu ya!ā, tapi Lia tidak menjawab, malahan ia mencium bibirku dan berkata āSusul Aku ke toilet, I need you nowā.
Aku menunggu beberapa saat setelah Lia masuk ke toilet lebih dahulu. Kemudian aku mengikutinya masuk. Didalam toilet Lia sudah telanjang bulat, bajunya terserak di lantai. langsung saja aku memburu bibirnya nafsu sambil meremas-remas payudara dan pantatnya. Lalu ia menarik bajuku ke atas dan menjilat putingku, rasanya sangat geli dan enak. Aku mendudukkan Lia di atas wastafel, kakinya yang panjang ia sandarkan pada pundakku, barulah aku mulai menjilat vaginanya yang bersih.
āRajin dicukur ya sayang?ā Tanyaku menggoda sambil meraba-raba bibir vaginanya. āIya-lah, biar enak nanti pas digesek jembutmu!ā. Lagi-lagi gadis cantik ini tidak malu-malu untuk berbicara vulgar, dengan cepat kuciumi paha bagian dalamnya. Aku beri cupangan merah, sedangkan Lia menggigit bibirnya agar tidak menjerit dan mendesah, āUummpphh.. Gila enak banget Riā
Aku tidak ingin buru-buru mencicipi vaginanya, kubiarkan dulu dirinya sambil terus menciumi paha dan meraba-raba vaginanya, Lia pun tambah blingsatan, pinggulnya bergoyang-goyangā¦āSsshhhā¦Ri, jilat memek Lia Riā¦.memek Lia mau dijilatā¦aaahh!ā Kata-kata seperti itulah yang hendak aku dengar darinya, tapi tetap saja aku biarkan hingga kedua tangan Lia sendiri yang memegang kepalaku dan menekannya pada daerah kemaluannya
Haaappā¦dengan lahap aku hisap kemaluan gadis ini, Lia pun menjerit kecil..āAwwwā¦ssshhā¦terus Ri, enak banget!ā kugigit-gigit kecil bibir kemaluannya, birahi Lia semakin meninggi, ia mendesah dan mengaduh sambil meremas-remas buah dadanya sendiri. Sluuurrpp..Cairan yang keluar deras dari vaginanya aku hisap dalam-dalam, sekaligus kuraih klitorisnya dengan bibirku dan kumainkan, āAduhhā¦Ri, Lia gak tahanā¦aduhhhhā¦masukin kontolmu sayangā¦masukin ke memek Liaā¦!ā
āMau diapain sayang?ā, tanyaku masih menggodanya, āAaahhā¦mau dimasukkin kontolmu Riā¦Ayo cepat!ā Tiba-tiba tubuh seksinya itu segera kuangkat dan dengan cepat ku tusukkan batang kemaluankuā¦Blessssss⦠Lia menjerit, tangannya erat merangkul leherku, sampai-sampai jari-jemarinya mencakar punggungku jugaā¦āAkkhhhhhā¦sakitttt Riii!ā Begitu bunyi jerit teriakannya yang menurutku sangat erotis ditambah wajah pucatnya disaat ia menjerit tadi, menambah horni diriku yang melihatnya.
Aku duduk ditoilet memangku Lia, kudiamkan sebentar kemaluanku didalam vaginanya yang sempit dan hangat.. āUuuuā¦kamu jahat, gak bilang-bilang dulu!ā Ucapnya manja sambil memukul-mukul kecil dadaku. āTadi katanya minta dimasukin, eh sekarang malah dibilang jahat, aku keluarin deh!ā Lia segera berseru, āRi, Jangan dikeluarin, orang lagi enak kok!ā Ujarnya sambil menggoyangkan pinggulnya dengan sangat erotis. āMemek Lia kerasa penuh nih, kontolmu sih gede banget, tadi aku keluar lho sayang!ā Wah, secepat itukah gadis yang kuanggap kalem ini keluar? Ternyata dirinya sangat menghayati cumbuanku tadi, sehingga sebelum kumasukkan batang kemaluanku ia sudah hampir mencapai orgasme-nya.
Aku meremas payudaranya dengan dua tanganku sambil ku jilati dan ku hisap, apalagi kedua tangan lia terangkat karena mendekap dan mengacak-acak rambutku. Sementara pinggulnya masih bergerak pelan maju mundur atau memutar, kumainkan putting Lia didalam mulut dengan lidahku, āAwwā¦geli, ihhhā¦suka banget sih nenen di tetek Lia? Enak ya sayang?ā Tanyanya manja, āIya nih, tetek kamu enak banget yang!ā ucapku yang masih saja mengelomoti payudara kencang tersebut. āTerusin sayang, Lia juga suka di sepong nenen-nyaā¦asshhh!ā Lia mendesah nikmat, goyangan pantatnya pun semakin kencang.
Tanganku mulai bergerak, tidak lagi meremas susunya tapi kini memegang pinggulnya dan membantu tubuh Lia naik turun, āAduhhh..Ri, aduhhhhā¦jangan digini-in, nanti Lia nggak kuat!ā Nada ucapan gadis itu seperti menolak, tapi gerakan tubuhnya ternyata menandakan ia tidak ingin berhenti dari permainanku, tubuhnya melunjak-lunjak kencang diatas tubuhku, terdengar suara vaginanya yang becek dan basahā¦plekā¦plekā¦plek, payudaranya bergoyang kesana kemari, āRiā¦kontolmu..enakkk..iyaā¦teruss..nancep bangetā¦aaaahhhhā¦Ri, Lia gak tahanā¦aaaahhh!ā
āTahan sayangā¦, sebentar lagi Lia..!ā Gerakan tubuhnya makin cepat saja, āGak tahan Ri, enakkkkā¦aduhhhhā¦terusss..sodokā¦tancepinā¦.shhhhā¦ent ot yang keras sayang..sshhhā
Aku menghentak tubuhnya keras-keras beberapa kali untuk memberikan sensasi, Lia pun mengaduhā¦Crepp..creppp.creppp, Makin indah payudara gadis itu terlihat, dengan cepat ku raih, dan kuhisap dalam-dalam, āAkhhh..Ariiii jangan diisepppā¦aaaahhā¦makin gak kuat memek Liaaaa!ā Jemarinya menjambak rambutku.
āMemek Liaaa enakkkā¦sempittt sayang, makin suka aku ngentotin!ā
āArgghhhā¦.iya Ri, entot pake kontolmu yang gedeeeeeeeeeā¦.aaaaahhhhh!ā Seketika tubuh Lia mengejang beberapa kali, payudaranya membusung kedepan, kedua tangannya mengapit erat kepalaku di bagian dadanya, dan wajah manisnya menengadah.
Tampaknya Lia sedang menikmati saat-saat puncaknya, terdengar nafasnya masih tersengal-sengal, ia mencium bibirku, āShhhhā¦enak banget sayang, Lia gak pernah ngerasain yang kaya gini!ā, aku pun membalas ciumannya.
Karena aku masih belum keluar, maka kembali aku menggerakkan pinggul Lia keatas kebawah, dan juga mempercepat gerakan penisku didalam vaginanya. āAriiiiā¦masih ngilu sayang!ā, namun aku tidak memperdulikan kata-kata Lia.
Malah sekarang ku angkat tubuh Lia dan kurapatkan dengan dinding toilet, āJangan Riā¦Lia masih capek!ā, namun semakin cepat sodokan penisku, gairah Lia pun menjadi tinggi kembali. Ia mendesah dan meracau keenakan, āAhhhhā¦teruss Riiiiā¦entot yang enakkkkk!ā
āArgghhhhhā¦!ā, kusentak lagi beberapa kali vagina Lia, membuat gadis itu tambah melayang, āAduhhhh..kontolmu Ri, Lia mau dientot kontolmuuuuā¦ā
Mendengar racauan Lia yang liar itu, menyebabkan diriku semakin dekat dengan puncak, penisku sudah berdenyut-denyut dari tadi. āSayang, Ari mau keluar nihhhhā¦ā
āKeluarin didalem Riiā¦dimemek Liaaaaā¦aaakhhhhh!ā
āMau pejuh Ari yaaa?ā
āIyahhhhh..memek Lia hausssssā¦lebih cepat sayangā¦aaaahhh, siramin memek Lia pake pejuhā¦ā
Crootttt, croootttā¦air maniku muncrat begitu saja membanjiri liang vaginanya, sedangkan tubuh Lia bergetar beberapa saat sambil mengeluarkan suara lenguhan, nikmat sekali rasanya bercinta dengan gadis itu.
Entah berapa kali penisku berkedut-kedut memuntahkan isinya, aku sendiri tidak mencoba menghitungnya karena kehangatan menjalar disekujur badan membuatku tetap diam merasakan puncak orgasmeku tadi.
āMakasih ya Ri!ā ucapnya pelan dan tersenyum padaku. Kulihat wajah cantik gadis itu merona merah dalam letihnya.
āSekarang udah tenang yah otakmu? Gak ngeres lagi kan?ā Ujarku bercanda.
āEnak aja, selama masih ada kontolmu gimana otak gak ngeres, kamu tuh yang bikin aku ngeres!ā
āYeeeā¦Bilang aja suka sama kontolku!ā
āEmang, tau aja sih!ā
āYa tau dong, orang memek kamu ketagihan gitu!ā
āHuuuuā¦bisa aja!ā
āKalau gak ketagihan kok masih ditancepin terus?ā
āIiihh..itu mah kamu yang nancepin, emang enak ya memek Lia?ā
āEnak banget Ya, kalau kamu pacarku udah aku entot tiap hari!ā
āHah! Ihhhā¦Emangnya kuat gitu?ā
āKuat aja kalau ada obat kuatnya!ā
āMasak?ā
āIya dong, makanya kasih dulu obatnya!ā
āEmangnya ada sama Lia?ā
āAda tuh, nih obat kuatnya!ā Ucapku sambil menyentuh payudaranya. āHihihiā¦bisa aja kamu ah, bilang aja mau nenen lagi!ā
āEmang mau, nenen dong yang!āAku meminta dengan manja sambil pelan-pelan meremas-remas payudaranya.
āTapi janji ya cayang, ntar puasin Lia lagi?ā ia menjawab dengan nada manjanya juga. āIya deh, sekarang Ari mau mimik susu nih!ā
āAduh kacian yayang, ya udah sini mimik susu Lia dulu!ā
āAsikkk nenen lagi..Nyammm!ā Selanjutnya aku sudah melahap payudara Lia lagi yang mulai mengeras bereaksi menerima rangsanganku.
Tidak berhenti aku menjilati dan mengulum serta mengisap putingnya, sesekali tanganku memijit pahanya serta mengusap bibir kemaluannya, membuat nafas gadis cantik ini tersengal-sengal dan mendesah-desah, āTerus sayang, ohhhā¦sshhhā¦nenenin tetek Lia Ri, nikmat banget sih Riā¦, ayo Ri terusssā¦biar kuat ngentotnya!ā
Tampaknya Lia sudah mulai bangkit kembali birahinya, pantatnya kini bergoyang-goyang, sementara penisku masih ada didalamnya. āPuasin Lia lagi Ri, ayo sayang!ā
āYang, belum bangun nih dedeknya!ā
āAhhh Ariiiā¦Lia udah gak tahan nih mau dimasukin lagi!ā cepat sekali rupanya anak ini terangsang, padahal aku saja belum sama sekali. Akhirnya kusuruh ia untuk gantian duduk diatas toilet pesawat.
āMinta disepong yah kontolnya, sini Lia sepongin biar bangun lagi!ā Rupanya Lia telah mengerti maksudku, tanpa pikir panjang lagi ia langsung meraih batang kemaluanku itu dan melumatnya.
Seksi kelihatannya memperhatikan bibir merah gadis itu menyetubuhi penisku, indah dan menggiurkan, ditambah sekarang kubantu ia menyalurkan gairahnya dengan memasukkan dua jari ke dalam lubang kewanitaannya.
āOughhhhā¦Ssshhhhh!ā
āHmmmpppā¦!ā Semakin kencang gerakan jariku semakin banyak Lia mendesah meski mulutnya tersumpal oleh kemaluanku, tapi aku tahu ia sangat menikmati permainan jemariku ini.
Tiba-tiba, Lia melepaskan pegangan tangan dan isapannya dari penisku, āAhhhhhhh..Ri gak tahan nih, aduhhhhā¦.aduhhhhā¦..!ā Ia mengocok vaginanya sendiri dengan jarinya, mencolok-colok cepat tanda ia hampir sampai.
Namun muncul niatan jahilku, aku langsung menarik dua tangannya keatas, Lia pun meronta-ronta, āAriiii..jangan Ri, Lia gak kuat lagiā¦mau keluar..ahhhh..Ri!ā
Melihat wajahnya merengek-rengek seperti itu akhirnya membuat nafsuku naik kembali. Segera saja, aku merengkuh pinggang gadis itu bangun lalu kemudian kubalikkan tubuhnya dan Sleppppppppppppp
Penisku menusuk liang kewanitaannya dari arah belakang, pantat sekal gadis ini bergetar. Lia menjerit menyebut namaku, āAriiiiiiiiiā¦.!ā
Ternyata gadis ini mengalami orgasmenya lagi, jarang kutemui gadis yang mampu mengalami klimaks berulang kali. āGimana? Enak sayang?ā
āEnak banget Ri, enak bangetā¦!ā
āAku pasrah Ri kamu apain aja, yang penting aku puas. Ayo Ri, entotin lagi akuā¦Lia mau dientot seharian..mau ****** Ariiii!ā
kini pantatnya bergoyang maju mundur, sepertinya ia mengharapkan aku bergerak untuk menyetubuhi kemaluannya. āAyo Ri, jangan diem ajaā¦Riiiiiā¦Ahhhhā¦Ahhh, entotin Lia Riiiā¦ā Pantatnya semakin kencang di hujamkan kebelakang sampai terdengar keras bunyi pantatnya yang beradu dengan pahaku.
Puas melihat Lia menderita seperti itu, lekas tanganku menelusup dari ketiaknya lalu cepat meremas susunya. Lia mengaduh dan berdesisā¦
Bersamaan dengan itu aku langsung menggerakkan batang kemaluanku di vaginanya dengan cepat. Membuat lia menjerit, kepalanya menengadah, āTerus Riiiiā¦Terusss⦠yang kenceng sayang, yang kenceng kontolin Lianyaaaaā¦aaaahhh.ā
Gila, kata-katanya semakin jorok, semakin liar dan kasar. Langsung saja aku raih pinggul gadis itu dan semakin cepat kugerakkan maju mundur dalam vaginanya, dilain sisi Lia juga ikut menyeimbangkan gerakanku. Tubuh gadis ini sesekali terhentak-hentak kedepan diiringi desahannya yang meraung-raung. āIyahhhhh..teruss yangā¦memek Lia buat Ariiiā¦buat di entot..aaaghhhhā¦terussssinā¦shhhhhhā
āNih kontolku say, rasain kontolku nih!ā
āMana, mana yangā¦ahhhhh pengin ****** ****** ******!ā Gadis itu seperti sudah menjadi gila, terbawa oleh nafsunya sendiri. Tidak sadar ia berada dimana, ia terus berteriak meracau keenakan.
Bahkan kini tingkah gadis itu semakin gila, ia menjatuhkan diri dilantai toilet, membuka pahanya lebar-lebar lalu mendesah, āRiiiā¦masukin lagi sayang, Lia pasrahā¦sshhhh, masukkin disiniā¦nih memek Lia sayangā¦minta di entotinā¦aghhhhhā erangnya sambil mengucek-ngucek kemaluannya sendiri
āKamu gila Lia, kamu gila!ā
āKontolmu yang bikin aku gila Riā¦ahhhhhā¦tusuk disini yang..ayooo!ā
Aku pun ikut terbawa arus permainan gilanya, kuangkat paha gadis itu hingga ke bahuku, lalu kusetubuhi lagi dirinya.
Ah, vaginanya memang terasa legit sekali. Menjepit kemaluanku, hangat didalamnya.
āYahhh..teruss..sayangā¦ahhhhā¦nikmat..oughhh!ā Jeritnya sembari meremas buah dadanya sendiri.
āTerus Riiiā¦Lia keluar lagii..ahhhhhhhhh!ā Tak lama kemudian tubuhnya bergetar hebat lagi, mengejan tertahan beberapa detik. Lalu terbaring lemas keenakan. Yang tertinggal sekarang hanya gairah nafsuku yang masih meninggi dan ketika Lia mengalami orgasmenya tadi, aku merasa seperti terhenti begitu saja di tengah jalan. Hal tersebut menimbulkan ganjalan dalam diriku, hatiku berbicara menuntut kepuasan.
āLia..ā Aku memanggil namanya. Ia hanya memandangku dengan matanya yang sayu. āAku belum keluar nih sayang!ā
āAhhhh..kuat banget sih dedeknya yang!ā Jawabnya pelan walaupun aku tahu ia terkejut.
āIya nih!ā lalu muncul niat iseng ku lagi, yaitu aku ingin menyenggamai payudaranya yang indah itu, maka aku bilang sama Lia. āLia, dedek Ari mau mimik susu juga nih!ā
Tapi ternyata gadis itu lebih paham dari yang kukira, āHayoooā¦mau entotin tetek Lia kan?ā
āHehehehe⦠Ngerti aja sih kamu, sering yah emangnya?ā
āBaru aja mau aku tawarin, eh udah minta duluan dedek kamu, sini dedeknya sayang, taruh di nenen Lia!ā lalu aku cabut penisku dari kemaluannya dan aku pas-kan tepat pada belahan susunya. Lia pun menekan buah dadanya dari kedua sisi hingga kemaluanku diapit payudara gadis cantik ini dengan rapat. Kenyal, keras dan nikmat sekali rasanya. Pemandangan saat itu lebih dari yang namanya erotis. Benar-benar sensasional.
āIh si dedek, pinter banget mimiknya..uhhh, enak banget Ri, geli deh!ā
āgeli ya sayang?ā
āIya nih, ada jembutnya sihā¦Nyammm!ā Gadis itu mengisap kemaluanku yang bergerak-gerak di payudaranya.
āTerus sayang di isep yah, biar enak nih!ā
āHmmpppfhhā¦ā bibirnya terus bergerak-gerak mengelomoti kemaluanku.
āYang⦠Dedeknya keenakan nih!ā Penisku mulai kugerakkan perlahan, terdengar bunyi plok plok plok biji pelirku yang beradu dengan payudara Lia, ditambah lagi suara lomotan mulutnya -slurrpppppp, semakin membuat diriku melayang.
āTerus Ri, dientot yah teteknya⦠aduhhhh⦠enak banget kontolmu⦠ahhhhh!ā Begitu desahnya sambil memainkan penisku. Lidahnya menelusuri batang kemaluanku lalu naik lagi ke ujungnya dan kembali menelan penisku yang panjang, gemuk serta berdiameter lebar.
Lama kelamaan aku merasa saatnya tiba untuk mengeluarkan sesuatu yang sedari tadi terus kutahan, āLiaaaaā¦Ari mau keluar nih!ā ujarku sedikit menggeram.
āhe-eh keluarin aja, lia pengin peju Ariiiā¦ā Jawabnya yang sedang mengemut buah pelirku, sambil dibantu dengan menggunakan tangannya mengocok penisku.
āPengen dipejuin yah teteknya!ā
āIyahhhhhā¦mau peju ****** Ariiii..ā
āIsepin yang enak say, ntar keluar pejuhnya.ā
Lia semakin bersemangat memainkan kemaluanku. Ia menggerakkan payudaranya sekaligus melumat kemaluanku. āTerus sayang, sebentar lagiā¦sebentar lagi.ā Teriakku
āNyammmmā¦.pejuin Lia, pejuin Liaā¦Ahhhhhhhhā¦.ssshhhhhhā¦.teteknya mau peju.ā
āNih peju Ari nih Lia, nih peju Ariiiiā¦.Ahhhhhhhhā Dan akhirnya kubiarkan pertahananku bobol begitu saja. Crooootttttttttttā¦Croooottttttttt⦠air maniku bermuncratan menyirami buah dada gadis cantik itu. Banyak sekali keluarnya, hingga belepotan disana sini.
āAhhhhhhhh⦠tetek Lia dipejuin⦠Angettttā¦terus pejuinā¦ā Ujar Lia yang ternyata juga mengalami orgasme lagi. Tetapi cepat seakan tak mau ketinggalannya mulutnya langsung melahap batang kemaluanku lagi, sehingga leleran terakhir cairan spermaku semuanya tumpah ke dalam mulut Lia. Gadis cantik itu menelannya sampai habis, bahkan ia masih menjilati penisku yang basah oleh bekas cairan vaginanya bercampur maniku sendiri.,,,,,,,,,,,,,,,


