Ngentot Dengan Penumpang Motor Ku di Rumahnya
Cerita Dewasa Ā· 18+
Kejadian ini bermula awal bulan tahun baru kemarin. Seperti biasanya hari itu adalah senin malam sekitar jam 19.00 wib saya masih nongkrong di pos ojek menunggu penumpang. Malam itu sepi karena banyak teman yang tidak berangkat mungkin disebabkan sejak jam 5 sore tadi hujan mengguyur kota ini. Hanya kami bertiga yang masih bertengger di pos ojek sambil main kartu untuk membunuh waktu.
Saat itu aku sudah jenuh, dan aku kalah mainnya, aturannya yang menang akan menarik penumpang duluan. Setelah kelewat sepuluh menit kami main kartu, dari arah magelang datang sebuah bus malam yang menurunkan banyak penumpang. Ada dua orang yang datang ke arah kami dan tentulah mereka adalah penumpang. Sejurus kemudian kedua temanku sudah meninggalkan aku sendirian di pos.
Yaah aku tidak dapat duit nih hari ini. Kemudian aku putuskan untuk pulang saja karena memang hujan tidak bersahabat, tentu para penumpang lebih suka naik taksi yang lebih nyaman. Saat aku starter motor aku lihat seorang perempuan muda umur 30-an tahun mungkin tengah menunggu taksi ataupun hujan reda. Kemudian saat aku lewat didepannya aku menawarkan tumpangan.
āOjek mbak?ā perempuan itu tampak ragu2. lantas melihat ke arahku.
āKe jetis berapa?ā
āTujuh ribu mbak!ā tak kusangka mbak itu mau juga aku tawarin.
āMmm baiklah, ada jas hujannya tho?ā
āIya mbak, tapi cuma satu, nanti dibelakang khan nggak kena hujanā kataku meyakinkannya,
Padahal dia sudah basah kuyup oleh hujan. tubuhnya yang aduhai cukup terlihat dengan seksi, wah aku yang beruntung nih dibandingkan teman-temanku tadi. Dibawah hujan rintik, perempuan ini ada dibelakangku, aku sempat berpikir bila dia bukan penumpangku, wah pasti udah kugoda nih, tiba-tiba dia merapatkan dadanya dipunggungku.
āSiapa namamu?ā
āRandiā jawabku sambil bertanya juga siapa namanya, dan ternyata dia bernama Devi. tak terasa ternyata sudah sampai didepan rumahnya.
āKamu mampir dulu, Di ?, ntar mbak buatkan kopi penghangat tubuh, sambil nunggu hujan redaā kata Devi
āMakasih mbak, baiklah!ā kataku sambil berpikir betapa beruntungnya aku. Aku masuk rumah mengikuti Devi dan duduk di bangku kayu.
āKamu nginap disini saja, Di ?, hujan malah tambah derasā kata Devi lagi.
Wah, tawaran yang aku tunggu nih, aku segera memasukkan motorku ke garasi dan bergegas kembali kedalam sambil mengeringkan tubuhku. Aku menuju ruang TV tempat Devi menikmati secangkir kopinya. setelah tahu aku datang, dia memberikan baju piyama kepadaku.
āAku ganti dimana nih?ā aku bertanya.
āTuh dikamarku sajaā jawab Devi sambil menunjuk pintu kamar.
Aku bergegas masuk kamar, kemudian melucuti semua baju basahku dan memakai piyama itu.tanpa kusadari ternyata Devi sudah berada di belakangku sambil memeluk aku.aku berbalik, dadaku bergetar melihat dia membuka tali piyamanya.
āKenapa Di ?, takut yaaa?ā¦ā katanya sambil mendekat kearahku terus berjongkok didepanku. kulihat dadanya lumayan besar dan membuat big penisku tegak berdiri.
āWooow, gedhe banget!!ā kata Devi manja sambil mengusap zakarku pelan-pelan.
āMmmhhhh,..nikmat sekali Vi,ā¦ā
āTeruussss,..Diiiiā
Tanganku terus mengeranyangi kemaluan Devi yang sudah basah. terus kujilati kelentitnya yang hangat, aku jambak rambut kemaluannya, Devi menjerit sambil mengeluarkan cairan bening ke mulutku, dia menggelinjang, orgasme. Terus kujilati cairan itu sampai habis, sesekali kusentil kelentitnya dengan lidahku.
āDi ?,ā¦masukkan penismu, pleaseeeā kata Devi sambil merem melek.
Langsung saja aku dekatkan batang kemaluanku ke arah lubang senggamanya, kumasukkan kepalanya sedikit, Devi tidak tahan lantas menaikkan pinggulnya dan tanpa terhalang-halangi penisku masuk ke dalam vaginanya. aku tusukkan pelan-pelan penisku karena ukurannya terlalu besar bagi vagina Devi.
āTeruuusss yang kencangg Diiiiā
āAhhh ahhhh uuuuuuhhā kutusuk lebih keras, hingga berbunyi āsluugg, sluuggā.sambil kuremas payudaranya yang sudah mengeras putingnya. Gerakkanku semakin kesetanan, melihat Devi merem melek sambil mendesah. lebih dari setengah jam aku dalam posisi tradisional seperti itu, kulihat Devi sudah lemas sekali,dia sudah berkali-kali orgasme.
āVi, aku masukkan dalam yaaaaā kataku sambil mengocok penisku terus di dalam vaginanya
āMmhhhh, terrrrserahhhā kata Devi sudah tidak jelas lagi dan croot croootttt,aku semburkan lahar panas ke dalam vaginanya, Devi lemas dan mungkin malah setengah pingsan. kemudian kucabut penisku dan berbaring disampingnya.
Kupeluk Devi yang kecapaian, karena perjalanan siang tadi, ditambah harus melawan penisku yang sudah cukup terkenal dikalangan cewek teman-temanku.
āAku tidur dulu Di ?, capek!, besok pagi bangunkan aku yaaā kata Devi lagi.
Aku bangun, sambil mengenakan piyama lagi dan menuju keruang TV, aku baru tidak ingin tidur cepat nih, karena masih pukul 23.30 wib. kulihat Tina masih duduk didepan TV dan memelototinya.
āAcaranya bagus Tin?ā tanyaku berbasa-basi
āWah jelek nih, pusing jadinyaā¦ā katanya sekenanya
āTolong dong Di ?, ganti VCD saja, tuh didepan banyak VCDā kata Devi lagi.
Dengan malas aku meraih VCD dan menghidupkan playernya, kusetel saja sebuah VCD tanpa gambar sampul disitu. Setelah hidup akupun berbalik kearah Tina sambil duduk di sofa, disampingnya. Aku kaget ketika kulihat dilayar sebuah aksi yang sangat mendebarkan, seorang laki-laki yang bersenggama dengan empat cewek! wah?!
āKamu suka kayak gitu ya Tin?ā kataku menggoda. Tina hanya tersenyum sambil berbisik kearahku.
āAyo puaskan aku seperti kakakku tadi, aku tahu apa yang kau lakukanā Tina melucuti pakaiannya, dan menarik tali tali piyamaku. burungku yang dari tadi sudah tegak dapat dilihat langsung oleh Tina.
Langsung saja Tina meraup mulutku dan kami berciuman diatas sofa. bibir Tina melumat bibirku. Keliatan sekali dia sangat bernafsu, mungkin dia sudah lama tidak pernah melakukannya.kuangkat tubuhnya hingga dadanya ada didepan hidungku, kumasukkan putingnya kemulutku, kukulum, dan mmmnnhh ternyata keluar air susunya.
āWah, kamu ada susunya yaaa?ā kataku sambil terus meneguk susu tawar itu,maklum aku kehausan karena sudah ābermainā dengan kakaknya.
āIya, kamu habisin juga gak apa-apa, toh anakku sudah bobo sekarang!!?ā aku semakin bersemangat.
Kuhirup susu segar itu langsung dari pabriknya, belum pernah lagi aku merasakan hal ini, wah asyik sekali. Tina terus menggelinjang sambil menggosok-gosokkan vaginanya ke penisku yang sudah tegak penuh. Vaginanya memang sudah sangat basah, aku maklum saja.
āDi ?, aku ingin langsung saja, kamu diam disitu, biar Tina saja yang,ā¦.ā Tina terus berceloteh sambil memutar tubuhnya membelakangiku dan menghadap TV,didudukinya kemaluanku yang tegak berdiri keatas.
āAhhhh,aaauuā bless tanpa hambatan burungku segera bersarang ke vaginanya.
Dengan brutal, seperti orang kelaparan, Tina menggenjot tubuhnya, hingga penisku keluar masuk dan mengesek dinding vaginanya. dari pantulan kaca kulihat buah dada Tina naik turun dengan cepat. terus kuraih saja dan kupilin-pilin, tiba-tiba tanganku sudah basah dengan air susu yang banyak keluar dari toketnya,
āMmhhhh,ā¦terus, Tinnnnnā desisku. Tina terus menggoyang sambil sesekali mendongak keatas hingga rambutnya menyabet wajahku.
āAhhh,ā¦terussssssssā aku kenikmatan. sambil meremas-remas payudaranya.Setelah lima belas menit kemudian aku tak kuat lagi, kusemprotkan air maniku keatas, membasahi dinding vaginanya yang hangat,ā¦
āAhhhhā¦.ā Tina berhenti kecapaian, aku juga sangat kecapaian.
āMaafkan aku Tin, aku mungkin belum bisa memuaskan kamu, tapi besok lagi,pasti kamu kubuat pingsanā kataku cepat sambil memeluknya
Begitulah cerita singkatku, sebagai tukang ojek yang sangat beruntung malam itu. kejadian itu berulang terus seminggu dua kali, tiap kali Tina ataupun Devi membutuhkan kehangatanku, aku segera datang memenuhinya, hingga saat ini. bahkan sejak satu setengah bulan yang lalu, aku tinggal dirumah itu sambil menggarap skripsi disana.


