Mertua, Aku Dan Si Boss
Cerita Dewasa · 18+
Tak ingin sebenernya jalinan pernikahan kita di nodai dgn kata
perselingkuhanâ,kata-kata ini terlihat sangat tak pantas dan momok untuk keluarga kita.Apa boleh
buat nafsu diriku terlalu tingi sampai imanku terbobol untuk melaqukan perbuatan yg sungguh-
sungguh hina dan tak pantas ditiru oleh siapa saja.Dgn seiring berjalan waktu aqu semakin tak
terkontrol ya apa lagi kalau bukanâSeksâ.Salah salah aqu kayaknya jadi hiper seks,kebiasaan jelek yg
tak mampu hapus sampai sekarang yaitu menonton vidio dewasa,bahkan hampir seluruh gaya seks
kayaknya sudah aqu praktekan sesuai adegan filem.Kali aja hal ini yg menjadi pemicu awal dari
ketergantungan ku melaqukan seks bebas maupun dgn istri sendiri.
Parahnya lagi hati kecilku ingin melampiaskan kemaluan panjang ku ini ke berbagai jenis
perempuan,baik tua muda.ABG,atau masih dibawah umur.Padahal saat ini aqu sudah menikah dgn
perempuan pilihanku,namun keranan jadwal kerjanya yg terlalu over jadi pertemuan dgn istriku
sangatlah minim,pulang kerja paling istriku sudah capek.âhubungan badan kadang dilalaikannyaâ.
Inilah yg menjadi problem di keluargaqu.Bulan ini mertuaqu dikabarkan akan berkunjung
kerumahku.Untuk itu istriku hari ini mempersiapkan baik kamar tempat tidur dan berbagai
keperluan nya selama tinggal disini.Ini adalah kesempatan empuk bagiku,tanpa sepengetahuan
istriku aqu juga menikmati badan bahenol mertuaqu,menantu gila memang aqu ini,sesudah anaknya
ibunya juga ikut dimakan.Semua memang bagaikan surprise kejadian ini sungguh diluar batas
naluriku.Mertuaqu juga masih mempunyai gairah seks yg luar biasa bahkan istri ku sendiri kayaknya
kalah dgn kemampuannya,sudah beberapa kali akhrinya aqu berhasil melampiaskan seks ku kepada
ibu mertuaqu.
Dan kali ini kayaknya,Selama satu minggu Ibu Mertuaqu berada di Jakarta, hampir setiap hari setiap
ada kesempatan aqu dan Ibu Mertuaqu sering mengulangi persebadanan kita. Apalagi sesudah Indri
istriku ditugaskan ke Medan selama tiga hari untuk mengerjakan proyek yg sedang di kerjakan
kantor istriku, Aqu dan Ibu mertuaqu tak menyia-nyiakan kesempatan yg kita peroleh, kita berdua
semakin lupa diri. Aqu dan Ibu mertuaqu tidur seranjang, layaknya suami istri, ketika hasrat birahi
kita datang aqu dan Ibu Mertuaqu langsung menuntaskan hasrat kita berdua. Kusirami terus
menerus rahim Ibu Mertuaqu dgn air maniqu, akibatnya fatal.
Sesudah istriku kembali dari Medan Bapak mertuaqu minta agar Ibu mertuaqu segera pulang ke Gl,
dgn berat hati akhirnya Ibu mertuaqupun kembali ke desa Gl. Sesudah Ibu mertuaqu kembali kedesa
GL hari hariku jadi sepi Aqu begitu ketagihan dgn permainan seks Ibu Mertuaqu aqu rindu jeritan
jeritan joroknya, saat klimaks sedang melandanya.
Pertengahan juni kemudian Ibu mertuaqu menelponku ke kantor, aqu begitu gembira sekali Kita
berdua sudah sama sama saling merindukan, untuk mengulangi persebadanan kita, namun yg paling
membuatku kaget adalah saat Ibu mertuaqu memberikan kabar, kalau beliau terlambat datang
bulan dan sesudah diperiksa ke dokter, Ibu mertuaqu positip hamil. Aqu kaget sekali, aqu pikir, Ibu
Mertuaqu sudah tak bisa hamil lagi.
Aqu minta kepada Ibu mertuaqu, agar benih yg ada dalam kandungannya dijadikan saja, namun Ibu
mertuaqu menolaknya, Ibu mertuaqu bilang itu sama saja dgn bunuh diri, kerana suaminya sudah
lama tak pernah lagi menggaulinya, namun masih bisa hamil. Baru aqu tersadar, yah kalau Bapak
mertuaqu tahu istrinya hamil, pasti Bapak mertuaqu marah besar apalagi jika Bapak mertuaqu tahu
kalau yg menghamili istrinya adalah menantunya sendiri.
Juga atas saran Dokter, menurut dokter di usianya yg sekarang ini, sangat riskan sekali bagi Ibu
mertuaqu untuk hamil atau memiliki anak lagi, jadi Ibu mertuaqu memutuskan untuk mengambil
tindakan.
âBu, apa perlu aqu datang ke desa Gl?â
Ibu mertuaqu melarang, âTak usah sayg nanti malah bikin Bapak curiga, lagi pula ini hanya operasi kecilâ.
Sesudah aqu yakin bahwa Ibu mertuaqu tak perlu ditemani, otak jorokku langsung terbayg badan
telanjang Ibu mertuaqu.
âBu aqu kangen sekali sama Ibu, aqu kepengen banget nih Buâ
âIya Mas, Ibu juga kangen sama Mas Pendhos. Tunggu ya sayg, sesudah masalah ini selesai, akhir bulan
Ibu datang. Mas Pendhos boleh entotin Ibu sepuasnyaâ.
Sebelum kuakhiri percakapan, aqu bilang sama Ibu mertuaqu agar jangan sampai hamil lagi, Ibu
mertuaqu hanya tersenyum dan berkata kalau dia kecolongan. putri77.com Gila.. , hubungan gelap antara aqu
dgn Ibu mertuaqu menghasilkan benih yg mendekam di rahim Ibu mertuaqu, aqu sangat bingung
sekali.
Saat aqu sedang asyik asyiknya melamun memikirkan apa yg terjadi antara aqu dan Ibu mertuaqu,
aqu dikagetkan oleh suara dering telepon dimejaqu.
âHallo, selamat pagiâ.
âPendhos kamu tolong ke ruang Ibu sebentarâ.
Ternyata Bos besar yg memanggil, aqupun beranjak dari tempat dudukku dan bergegas menuju
rangan Ibu Loni. Ibu Loni, perempuan setengah baya, yg sudah menjanda kerana ditinggal mati
suaminya akibat kecelakaan, saat latihan terjun payung di Sawangan. Aqu taksir, usia Ibu Loni
kurang lebih 45 tahun, Ibu Loni seorang perempuan yg begitu penuh wibawa, walaupun sudah
berusia 45 tahun namun Ibu Loni tetap terlihat cantik, hanya sayg Badan Ibu Loni agak gemuk.
âSelamat pagi Bu, ada apa Ibu memanggil sayaâ.
âOh nggak.. , Ibu cuma mau Tanya mengenai pekerjaan kemarin, yg diberikan sama Bp. Anwar sudah
selesai kamu kerjakan atau belum?â.
âOh.. ya Bu.. sudah, sekarang saya sedang memeriksanya kembali sebelum saya serahkan, biar tak
ada kesalahanâ. Jawabku.
âOh.. ya.. sudah kalau begitu, Kamu kelihatan pucat kenapa? Kamu sakit?â. Tanya Ibu Loni.
âOh nggak Bu Saya tak apa-apaâ.
âKalau kamu kurang sehat, ijin saja istirahat dirumah, jangan dipaksakan nanti malah tambah parah
penyakit muâ.
âAh.. nggak apa-apa Bu saya sehat kokâ. Jawabku.
Saat aqu hendak meninggalkan ruangan Ibu Loni, aqu sangat terkejut sekali, saat Ibu Loni
berkata,
âMakanya kalau selingkuh hati hati dong Pen Jangan terlalu berani. Sekarang akibatnya ya
beginilah Ibu mertuamu hamilâ.
Aqu sangat terkejut sekali, bagai disambar petir rasanya mukaqu panas sekali, aqu sungguh-sungguh
mendapatkan malu yg luar biasa.
âDari mana Ibu tahu?â tanyaqu dgn suara yg terbata bata.
âMaaf Pen Bukannya Ibu ingin tahu urusan orang lain, Tadi waktu Ibu menelfon kamu kamu kok
online terus Ibu jadi penasaran, Ibu masuk saja ke line kamu. duniasex99.com Sebenarnya, sesudah Ibu tahu kamu
sedang bicara apa, saat itu Ibu hendak menutup telepon rasanya kok lancang dengerin pembicaraan
orang lain, namun Ibu jadi tertarik begitu Ibu tahu bahwa kamu selingkuh dgn Ibu mertuamu
sendiriâ.
Aqu marah sekali, namun apa daya Ibu Loni adalah atasanku, selain itu Ibu Loni adalah
saudara sepupu dari pemilik perusahaan tempat aqu bekerja, bisa bisa malah aqu dipecat. Aqu
hanya diam dan menundukan kepalaqu, aqu pasrah.
âYa sudah, tenang saja rahasia kamu aman ditangan Ibuâ
âTerima kasih Buâ, jawabku lirih sambil menundukkan mukaqu
âNanti sore sesudah jam kerja kamu temenin Ibu ke rumah, ada yg hendak Ibu bicarakan dgn kamu, OKâ.
âTentang apa Bu?â tanyaqu.
âIbu mau mendengar semua cerita tentang hubunganmu dgn Ibu mertuamu dan jangan menolakâ
pintanya tegas.
Aqupun keluar dari ruangan Ibu Loni dgn perasaan tak karuan, aqu marah atas perbuatan Ibu
Loni yg dgn lancang mendengarkan pembicaraanku dgn Ibu mertuaqu dan rasa malu kerana
hubungan gelapku dgn Ibu mertuaqu diketahui oleh orang lain.
âKenapa Pen? Kok mukamu kusut gitu habis dimarahin sama si gendut yaâ, Tanya Wilman sohibku.
âAh, nggak ada apa apa Wil Aqu lagi capek ajaâ.
âOh aqu pikir si gendut itu marahin kamuâ.
âKamu itu Wil, gendat gendut, ntar kalau Ibu Loni denger mati kamuâ.
Hari itu aqu sudah tak konsentrasi dalam pekerjaanku Aqu hanya melamun dan memikirkan Ibu
mertuaqu, kasihan sekali beliau harus dikuret sendirian, terbayg dgn jelas sekali paras Ibu mertuaqu
kekasihku, rasanya aqu ingin terbang ke desa GL dan menemani Ibu mertuaqu, namun apa daya Ibu
mertuaqu melarangku. Apalagi nanti sore aqu harus pergi dgn Ibu Loni, dan aqu harus
menceritakan kepadanya semua yg aqu alami dgn Ibu mertuaqu, uh.. rasanya mau meledak dada ini
Aqu berharap agar jam tak usah bergerak, namun detik demi detik terus berkemudian dgn cepat,
tanpa terasa sudah jam setengah lima. Ya aqu hanya bisa pasrah, mau tak mau aqu harus
mencerikan semua yg terjadi antara aqu dgn Ibu mertuaqu agar rahasiaqu tetap aman.
âKring.. â, kuangkat telepon di meja kerjaqu.
âGimana? Sudah siapâ, Tanya Ibu Loni. âYa Bu saya siapâ, âYa sudah kamu jalan duluan tunggu
Ibu di ATM BNI pemudaâ.
Ternyata Ibu Loni tak ingin kepergiannya dgnku diketahui karyawan lain. Dgn menumpang mobil
kawanku Wilman, aqu diantar sampai atm bni, dgn alasan aqu mau mengambil uang, dan akan pergi
ketempat familiku, akhirnya wilman pun tak jadi menunggu dan mengantarkanku pulang seperti
biasanya.
Kurang lebih lima belas menit aqu menunggu Ibu Loni, namun yg ditunggu-tunggu belum datang
juga, saat kesabaranku hampir habis kulihat mobil Mercedes hitam milik Ibu Loni masuk ke
halaman dan parkir. Ibu Loni pun turun dari mobil dan berjalan kearah ATM.
âHi.. Pendhos ngapain kamu disini?â, sapa Ibu Loni.
Aqu jadi bingung, namun Ibu Loni mengedipkan matanya, aqupun mengerti maksud Ibu Loni,
agar kita bersandiwara kerana ada beberapa orang yg sedang antri mengambil uang.
âOh nggak Bu, saya lagi nunggu temen namun kok belum datang jugaâ, sahutku.
Ibu Lonipun bergabung antri di depan ATM.
âGimana, temenmu belum datang juga?â Saat Ibu Loni keluar dari ruang ATM.
âBelum Buâ.
âYa sudah pulang bareng Ibu aja toh kita kan searahâ.
Aqu pun berjalan kearah mobil Ibu Loni, aqu duduk di depan disamping supir pribadi Ibu Loni
sementara Ibu Loni sendiri duduk dibangku belakang.
âAyo, Pak Bari kita pulangâ âIya Nya.. â, sahut Pak bari âUntung aqu ketemu kamu disini Pendhos
Padahal tadi aqu sudah cari kamu dikantor kata teman temanmu kamu udah pulangâ.
Uh.. batinku Ibu Loni mulai bersandiwara lagi.
âMemangnya ada apa Ibu mencari saya?â.
âMengenai proposal yg kamu bikin tadi siang baru sempat Ibu periksa sore tadi, ternyata ada
beberapa kekurangan yg harus ditambahkan. Yah dari pada nunggu besok mendingan kamu
selesaikan sebentar di rumah Ibu OKâ.
Aqu hanya diam saja, pikiranku benar-benar kacau saat itu, sampai sampai aqu tak tahu kalau aqu
sudah sampai dirumah Ibu Loni.
âAyo masukâ, ajak Ibu mia.
Aqu sungguh terkagum kagum melihat rumah bossku yg sanggat besar dan megah. Aqu dan Ibu
Loni pun masuk kerumahnya semakin kedalam aqu semakin bertambah kagum melihat isi rumah
Ibu Loni yg begitu antik dan mewah.
âSelamat sore Nyaâ,
âSore Yem, Oh ya.. yem ini ada anak buah ku dikantor, mau mengerjakan tugas yg harus diselesaikan
hari ini juga tolong kamu antar dia ke kamar Bayu, biar Bapak Pendhos bekerja disanaâ.
âBaik Nyaâ.
Aqupun diajak menuju kamar Bayu oleh Iyem pembantu di rumah Ibu Loni.
âSilakan Den, ini kamarnyaâ.
Aqupun memasuki kamar yg ditunjuk oleh Iyem. Sebuah kamar yg besar dan mewah sekali.
Langsung aqu duduk di sofa yg ada di dalam kamar.
âKring.. , kring.. â, kuangkat telepon yg menempel di dinding.
âHallo, Pendhos, itu kamar anakku, sekarang ini anakku sedang kuliah di US, kamu mandi dan pakai saja pakaian anakku, biar baju kerjamu tak kusutâ.
âOh.. iya Bu terimakasihâ.
Langsung aqu menuju kamar mandi, membersihkan seluruh badanku denga air hangat, sesudah
selesai aqupun membuka lemari pakian yg sangat besar sekali dan memilih baju dan celana pendek
yg pas dgnku.
Sudah hampir jam tujuh malam namun Ibu Loni belum muncul juga, yg ada malah Iyem yg
datang mengantarkan makan malam untukku. Saat aqu sedang asyik menikmati makan malamku,
pintu kamar terbuka dan kulihat ternyata Ibu Loni yg masuk, aqu benar benar terpana melihat
pakaian yg dikenakan oleh Ibu Loni tipis sekali. Sesudah mengunci pintu kamar Ibu Loni
datang menghampiri dan ikut duduk di sofa. Sambil terus melahap makananku aqu memandangi
badan Ibu Loni, walaupun gendut namun Ibu Loni tetap cantik.
Sesudah beberapa saat aqu menghabiskan makananku Ibu Loni berkata kepadaqu, âSekarang,
kamu harus menceritakan semua peristiwa yg kamu alami dgn Ibu Mertuamu, Ibu mau dengar
semuanya, dan lepas semua pakaian yg kamu kenakanâ.
âNamun Buâ, protesku.
âPendhos, kamu mau istrimu tahu, bahwa suaminya ada affair dgn ibunya bahkan sekarang ini Ibu
kandung istrimu sedang mengandung anakmuâ.
Aqu benar benar sudah tak punya pilihan lagi, kulepas kaos yg kukenakan, kulepas juga celana
pendek berikut cd ku, aqu telanjang bulat sudah. Kerana malu kututup kemaluanku dgn kedua
tanganku.
âSial!â, makiku dalam hati, aqu benar benar dilecehkan oleh Ibu Loni saat itu.
âLepas tanganmu Ibu mau lihat seberapa besar kemaluanmuâ, bentak Ibu Loni.
âMm.. , lumayan juga kemaluanmuâ.
Malu sekali aqu mendengar komentar Ibu Loni tentang ukuran kemaluanku, yg ukurannya hanya
standar Indonesia.
âNah, sekarang ceritakan semuanyaâ.
Dgn perasaan malu, aqupun menceritakan semua kejadian yg aqu alami bersama Ibu Mertuaqu, mau
tak mau burungkupun bangun dan tegak berdiri, kerana aqu menceritakan secara detail apa yg aqu
alami. Kulihat Ibu Loni mendengarkan dan menikmati ceritaqu, sesekali Ibu Loni menarik
napas panjang. Tiba tiba Ibu Loni bangkit berdiri dan melepaskan seluruh pakaian yg dia
kenakan, aqu terdiam dan terpana menyaksikan badan gendut orang paling berpengaruh
dikantorku, sekarang sudah telanjang bulat dihadapanku. Walaupun banyak lemak disana sini
namun pancaran kemulusan badan Ibu Loni membuat jaqunku turun naik.
âKenapa diam, ayo lanjutkan ceritamuâ, bentaknya lagi.
âBaik Buâ, aqupun melanjutkan ceritaqu kembali, namun aqu sudah tak konsentrasi lagi dgn
ceritaqu, apalagi saat Ibu Loni menghampiri dan membuka kakiku kemudian mengelus elus dan
mengocok ngocok kemaluanku, aqu sudah tak fokus lagi pada ceritaqu.
âAhh.. â, jeritku tertahan saat mulut Ibu Loni mulai mengulum kemaluanku.
âAhh.. Bu.. , nikmat sekaliâ.
Kuangkat kepala Ibu Loni, kitapun berciuman dgn liarnya, kupeluk badan gendut bossku.
âBu.. kita pindah keranjang sajaâ, pintaqu,
Sambil terus berpelukan dan berciuman kita berdua berjalan menuju ranjang. Kurebahkan badan Ibu
Loni, ku lumat kembali bibirnya, kita berdua bergulingan diatas pembaringan, saling merangsang
birahi kita.
âAhh.. â, Jerit Ibu Loni saat mulutku mulai mencium dan menjilati teteknya.
âUhh Pendhos.. enak.. saygâ.
Ketelusuri badan Ibu Loni dan jilatan lidahkupun menuju kemaluan Ibu Loni yg licin tanpa
sehelai rambutpun. Kuhisap kemaluan Ibu Loni dan kujilati seluruh lendir yg keluar dari
kemaluannya. Banjir sekali Mungkin kerana Ibu Loni sudah sangat terangsang mendengar
ceritaqu.
âAhhâ, jerit Ibu Loni saat dua jariku masuk ke lobang surganya, dan tanganku yg satu lagi
meremas-remas teteknya.
Aqu berharap agar orang yg sudah melecehkanku ini cepat mencapai klimaksnya, aqu makin
beringas lidahku terus menjilati kemaluan Ibu Loni yg sedang dikocok kocok dua jari tanganku.
Usahaqu berhasil, Ibu Loni memohon agar aqu segera memasukan kemaluanku ke lobang
kemaluannya, namun aqu tak mengindahkan keinginannya, kupercepat kocokan jari tanganku
dilobang kemaluan Ibu Loni, badan Ibu Lonipun makin menegang.
âAaarrgghh.. Pendhosâ, jerit Ibu Loni badannya melenting, kakinya menjepit kepalaqu saat badai
klimaks melanda dirinya,
Aqu puas sekali melihat kondisi Ibu Loni, seperti orang yg kehabisan napas, matanya terpejam,
kubiarkan Ibu Loni menikmati sisa sisa klimaksnya. Kucumbu kembali Ibu Loni kujilati
teteknya, kumasukan lagi dua jariku kedalam kemaluan nya yg sudah sangat basah.
âAmpun.. Pendhos.. biarkan Ibu istirahat duluâ, pintanya.
Aqu tak memperdulikan permintaannya, kubalik badan telentangnya, badan Ibu Loni tengkurap
kini.
âJangan.. dulu PenâŠ. Ibu lemas sekaliâ.
Aqu angkat badan tengkurapnya, Ibu Loni pasrah dalam posisi nungging. Matanya masih
terpejam. Kugesek gesekan kemaluanku kelobang kemaluan Ibu Loni. Kutekan dgn keras dan..
Blesss masuk semua batang kemaluanku tertelan lobang nikmat kemaluan Ibu Loni.
âIiihh.. PenâŠ. kamu.. jahatâ.
Aqupun mulai mengeluar masukan kemaluanku ke lobang kemaluan Ibu Loni, orang yg paling di
taquti dikantorku sekarang ini sedang bertekuk lutut di hadapanku, merintih rintih mendesah desah,
bahkan memohon mohon padaqu. Aqu puas sekali, kupompa dgn cepat keluar masuknya
kemaluanku di lobang kemaluan Ibu Loni, bunyi plak.. plak.. akibat beradunya pantat Ibu
Loni dgn badanku menambah nikmat persebadankanku.
âUhh.. â, jeritku saat kemaluanku mulai berdenyut denyut.
Aqupun sudah tak sanggup lagi menahan bobolnya benteng pertahananku. Kupompa dgn cepat
kemaluanku, Ibu Lonipun makin belingsatan kepalanya bergerak kekiri dan kekanan.
âAhh Ibu.. aqu mau.. keluar.. â.
Dan cret.. cret, muncrat sudah air maniqu masuk kedalam Kemaluan dan rahim Ibu Loni,
beberapa detik kemudian Ibu Loni pun menyusul mendapatkan klimaksnya, dgn satu teriakan yg
keras sekali, Ibu Loni tak peduli apakah Iyem pembantunya mendengar jeritannya diluar sana.
Ibu Loni rebah tengkurap, aqupan rebah di belakangnya sambil terus memeluk badan gendut Ibu
Loni. Nikmat sekali.. , Klimaks yg baru saja kita raih bersamaan, kulihat Ibu Loni sudah lelap
tertidur, dari celah belahan kemaluan Ibu Loni, air manyku masih mengalir, aqu benar benar
puas kerana orang yg sudah melecehkanku sudah kubuat KO. Kuciumi kembali badan Ibu Loni,
kemaluankupun tegak kembali, ku balik badan Ibu Loni agar telentang, kuangkat dan
kukangkangi kakinya. Kugesek-gesekan kemaluanku di lobang kemaluan Ibu Loni.
âUhh Pendhos.. Ibu lelah sekali saygâ, Lirih sekali suara Ibu Loni.
Aqu sudah tak peduli, langsung kutancapkan kemaluanku ke lobang nikmat Ibu Loni, Bless.. Licin
sekali, kupompa keluar masuk kemaluanku, badan Ibu Loni terguncang guncang akibat kerasnya
sodokan keluar masuk kemaluanku, rasanya saat itu aqu seperti bersebadan dgn mayat, tanpa
perlawanan Ibu Loni hanya memejamkan matanya. Kukocok dgn cepat dan keras keluar
masuknya kemaluanku di lobang kemaluan Ibu Loni.. , dan langsung ku cabut kemaluanku dan
kumuncratkan air maniku diatas perut Ibu Loni.
Kerana lelah aqupun tertidur sisamping badan telanjang Ibu Loni, sambil kupeluk badannya, saat
aqu terbangun kulihat jarum jam sudah menunjukan pukul setengah sebelas malam, buru buru aqu
bergegas membersihkan badanku dan mengenakan pakaian kerjaqu.
âBu.. Bu.. Loni bangun Bu.. â.
Akhirnya dgn malas Ibu Loni membuka matanya.
âSudah malam Bu saya mau pulangâ.
âPendhos kamu liar sekali, rasanya badan Ibu seperti tak bertulang lagiâ.
Ibu Lonipun bangkit mengenakan pakaiannya, kita berdua berjalan keluar kamar.
âTunggu sebentar ya Pendhos, kemudian Ibu Loni masuk kekamarnya, beberapa saat kemudian
Ibu Loni keluar dari kamarnya dgn senyumnya yg menawan.
âIni untuk kamuâ.
âApa ini Bu?â, Tanyaqu, saat Ibu Loni menyodorkan sebuah amplop kepadaqu.
Aqu menolak pemberian Ibu Loni, namun Ibu Loni terus memaksaqu untuk menerimanya.
Terrpaksa kukantongi amplop yg diberikan Ibu Loni kemudian kembali kita berciuman dgn
mesranya.
Dalam perjalanan pulang aqu masih tak menygka bahwa aqu baru saja bersebadan dgn Ibu Loni. Entah nasib baik ataukah nasib buruk namun aqu benar benar menikmatinya.


