Menikmati Memek Empot ā Empot Si Sumi
Cerita Dewasa Ā· 18+
Aku tinggal di dekat pasar tradisional. Rumahku tepat di belakang los-los yang ada di pasar itu. Salah satu los yang tepat di depan rumahku adalah los penjual telur ayam. Bik Sari, begitulah biasa kami memanggil penjual telur itu. Dia dari Madura, dan dibantu oleh anaknya, Sumi.
Sumi berumur 25 tahunan, sudah bersuami dan punya seorang anak berumur 3 tahun. Body montoknya sangat menawan. Dengan tinggi sekitar 165cm dan ukuran toket 36 C (taunya belakangan setelah tersingkap :P) membuat sempurna penampilannya yang ditunjang dengan wajah yang lumayan manis. Jujur saja, aku sangat sering membayangkan tubuh moleknya ada dalam dekapanku. Setiap kali berangkat kerja, aku selalu menyempatkan diri memandang Sumi yang selalu mengenakan kaos ketat saat menjaga kiosnya, dan itu membuat selangkanganku seringkali berontak, kalau gak cepat-cepat berlalu dari hadapannyaā¦
Kemarin pagi aku bolos ke kantor. Sementara istriku sudah berangkat bekerja, aku pakai waktu pagiku dengan mencuci Ninja merahku setelah beberapa hari malas kubersihkan karena hujan turun terus menerus. Sambil memandikan Ninja, sesekali aku curi2 pandang ke arah Sumi, khususnya ke arah toket jumbonya⦠Beberapa kali sempat ketahuan kalo aku sedang curi2 pandang, dan aku hanya melempar senyum untuk menutupi kemaluan.. eh rasa maluku.
Tak berapa lama kemudian aku lihat Sumi beranjak menuju ponten umum. Tapi gak lama kemudian, dia kembali dan terlihat gelisah dan wajahnya pucat seperti menahan sesuatu. Dan dia akhirnya celingak-celinguk di tepi jalan belakang kiosnya, yg otomatis berada di depan rumahku. Karena penasaran, aku tanya ke Sumi.
āKenapa, Sum?ā tanyaku
āAnu, mas. Kebelet, tapi ponten penuh,ā jawabnya tanpa malu-malu, karena kami juga udah kenal lama.
āTrus kamu mau ke mana? Mau kencing di pinggir jalan ya?ā godaku.
āIh mas ini, ya gak lah. Aku mau pulang, nunggu becak,ā jawabnya.
āwheleeh⦠kamu pake kamar mandiku aja lho, daripada keluar di becak,ā kataku menawarkan jasa.. sambil mikir strategi buat ngintip..
āGak apa2 ya mas?ā tanyanya. āudah, daripada keburu keluar⦠cepet masuk,ā kataku. Dan dia pun segera masuk ke rumahku, dan aku tunjukkan kamar mandiku. Setelah mengantarnya, aku keluar untuk memastikan situasi di luar tidak sedang ramai. Setelah yakin dengan perkiraanku bhw saat Sumi masuk tidak ada orang yang melihat, maka aku masuk ke rumah dalam rangka mengintip. Pintu pagar pun aku tutup.
Hampir saja aku kecewa⦠karena saat mendekati kamar mandi, aku dengar Sumi sudah menyiramkan air, tanda tuntasnya hajat yg tertahannya. Kentang nih, pikirkuā¦. Tapi tiba-tiba terdengar, āgedebuuuk⦠klothaaak⦠aaaauuuuuuwwwwwā¦ā Rupanya Sumi terpeleset dan jatuh di kamar mandi. Spontan aku ketuk pintu kamar mandi, dan bertanya āKenapa, Sum?ā Dia menjawab, āaduh mass⦠aku kepeleset.. sakit banget dengkulku.ā Tak lama kemudian, dia membuka pintu, sambil terpincang-pincang memegangi lututnya yg terlihat merah memar. Dia terhuyung-huyung. Aku kasihan melihatnya, dan bantu memapahnya. Dia gak menolaknya. Aku peluk pinggulnya dengan tangan kananku dan membimbingnya ke ruang tengahku. Karena dia terpincang-pincang, tanpa sengaja gerakan tubuhnya naik turun, dan saat itu pula tanganku terasa menyentuh toket jumbonya, meskipun masih dari luar kaosnya. Tanpa disadari, saat kupapah, sebagian kaosnya tersingkap, dan menampakkan betapa putih dan mulus kulit Sumi.
Sampai di ruang tengah, Sumi minta duduk di karpet sambil bersandar di sofa untuk meluruskan kakinya yg memar. Nah, saat mau duduk inilah aku manfaatkan kesempatan untuk meremas toketnya ketika aku membantunya duduk dengan memapahnya dari belakang. Seolah gak kusengaja, saat dia melorotkan tubuhnya, dan tanganku mulai sampai di wilayah toketnya, kusempatkan utk sedikit meremasnya. Dan Sumi pun melenguh⦠āuuhhā¦ā aku gak tau itu lenguhan karena remasanku atau karena sakit di lututnya. Sebodo amat ah⦠yg penting aku bisa merasakan betapa kenyal dan kencangnya toket jumbo Sumi.
Aku mengambilkan air minum untuk Sumi sambil menawarkan menggosoknya dengan minyak gosok yang aku punya. Dan Sumi menerima tawaranku. Aku ambilkan minyak gosok dan sekaligus menawarkan diri utk menggosokkan dan mengurut kakinya. Dia mau saja. Dan mulailah ritual pijit memijit, walau sebenarnya cuma mengelus dan mengusap⦠hehehehe⦠Karena kuatir Bik Sari curiga dengan kepergian Sumi, aku bertanya, ākamu tadi pamit ke mana sama bik Sari?ā Sumi menjawab, āaku pamit pulang.ā āo, ya sudah. Takutnya ntar dicari,ā jawabku.
Dari situ, kami mulai perbincangan dengan gombalankuā¦
āSum, kamu ternyata manis juga⦠bodymu bagus,ā kataku menggombal. āCoba kalo kenalnya masih sama-sama bujang, pasti tak pacari kamu.ā
āah.. sampeyan bisa aja mas,ā kata Sumi, sambil meringis saatku usap bagian yg memar.
āIya, bodymu mantap, susumu joss, bokongmu semok⦠heheheā¦,ā kataku, āpasti suamimu puas banget ituā¦ā
Sumi makin tersipu malu. āNgomong apa sampeyan itu masā¦ā āLho, ya ngomong soal suami istri⦠kan udah tau sama tau urusan itu kanā¦?ā kataku. Dan tanpa sadar, aku mulai hanyut.. saat memandang wajah Sumi yang tak berapa jauh dari wajahku sambil mengurutnya eh mengelus kakinya. Makin manis di pandanganku. Lama-lama pandanganku turun ke arah dadanya.. dan terpaku di sana, sambil tanganku terus mengelus betisnya. Tak terasa, tanganku telah beralih ke atas lututnya dan menarik ke atas legging hitam ketat yang dipakainya, dan mengelus2 bagian itu sambil terus memandang dadanya. Tiba-tiba Sumi mengagetkan aku⦠āhayo.. lihat apa?ā Kujawab spontan āpenasaran dengan isi di dalamnyaā Dia pun memukul lenganku. Aku tertawa saja, sambil terus mengelus pahanya, sambil tangan kiriku memijit2 pangkal pahanya dari luar celananya.
Cukup lama kami berdiam diri, sambil aku terus mengelus pahanya, alih-alih mengurut. Tiba-tiba Sumi bergumam.. āemmmhhhā¦.ā Aku terkejut dan bertanya, ākenapa Sum? Sakit?ā Dia menjawab, āgak apa-apa masā sambil nafasnya agak tersengal dan matanya mulai sendu. Aku tahu dia mulai horny akibat elusanku. Segera saja wajahku mendekat ke wajahnya dan mencium bibirnya. Sumi membalas dengan lembut. Aku menghentikan aktifitas tanganku di pahanya, dan beralih ke dadanya. Kuremas lembut toket jumbonyaā¦
āUuuuggghhhā¦. sssshhhhhh enak masssssā rintih Sumi. Aku pun tak menghentikan ciumanku sambil menyusupkan tanganku di balik kaosnya. Melingkari tubuhnya dan melepaskan kait Bhnya. Lalu tangan kananku sampai pada dua bukit kembar montok yg selama ini ku impikan⦠Kupilin putingnya yang tak seberapa besar.. dia makin kuat rintihannya⦠āmasssssā¦.. auuuggghh.. geliii.. nikmaattttā¦ā
Tak berlama-lama segera kuangkat kaos berikut BHnya. Tersembullah dua benda kenyal yang tegak mengacung dengan gagah di depanku. āwooowww.. susumu indah banget, Sumā¦,ā kataku. Segera ku remas dua benda impianku itu, sambil mengarahkan bibirku mencumbu belakang telinga dan turun ke lehernya. Sumi hanya mendesah-desah sambil tangannya memelukku dan menyelusup ke dalam kaosku. Akhirnya kubuka kaosku. Kami berdua bertelanjang dada. Segera saja aku sapukan lidahku ke sekitar puting coklat muda Sumi, yang membuatnya makin mendesah sambil mengangkat pantatnya⦠āarrrggghhhhh⦠masssssā¦. terussss.. iseeeeph maaassssshhhā¦.ā Aku menuruti kemauannya.. aku jilat, hisap.. jilat, hisap bergantian yang membuat Sumi makin blingsatan. Tangannya menggapai-gapai mencari tongkat ajaibku⦠Dia berhasil menemukan dan merogoh celana boxerku, yg pagi itu sedang tidak berlapis CD.
āooohh.. massssh⦠gede banget kontolmu.. tempikku gak muat masssshā¦ā rintihnya.. Aku tak peduli.. aku sibuk menikmati kenyalnya susu Sumi. Aku belum puasā¦.
Perlahan-lahan, aku arahkan tanganku ke dalam celana legging yang dipakainya. Sampailah jariku di rimba belantara milik Sumi yang sudah mulai becek⦠aku pijit-pijit bibir memeknya.. aku telusuri belahan bukit rimbunnya utk mencari sebiji kacang kenyal di dalamnya. Begitu ketemu, segera kupijit2 lembut butiran kenyal itu.. dan membuat Sumi makin blingsatan⦠āmasssshhh.. kamu apain itilkuā¦.uuuuggghhhh⦠masssshhh⦠gak kuaattthhā¦.???
Segera aku pelorot celananya, Sumi membantu mempermudah dengan mengangkat pinggulnya. Jadilah kami sama-sama bugil di ruang tengahku. Perlahan, Sumi aku baringkan di karpet, dia nurut aja sambil terus mengocok lembut joy stick-ku. Mulutku beralih dari toket ke perutnya hingga sampai ke memiawnyaā¦. Sumi makin mendesah kencang saat hembusan nafasku menghangatkan memek tembemnya. Kami mengambil posisi 69. Sumi segera meraih batangku dan memasukkan ke mulutnya⦠bibir dan lidahnya terasa lembut menyentuh palkonku.. hisapannya membuat aku beberapa kali mengejang⦠dan aku membalasnya dengan menjilat dan menyedot2 lubang kenikmatannyaā¦. Walaupun Cuma penjual telur, tapi meki Sumi baunya harum karena dia rajin mengonsumsi jamu ramuan madura. Kujilat dan kuhisap2 bibir mekinyaā¦. Kukunyah2 lembut clitorisnya.. dan ternyata itu membuat pertahanannya jebolā¦
āmassssshhhā¦. kamu apain itilku massssshhhhā¦. aku mau dapeeeetttthā¦. uuugggghhhhhā¦.. sssshhhhhā¦ā Dan, terasa betapa makin beceknya memeknya disiram dengan cairan orgasmenya. Sumi lemas sambil mendesis-desis keenakan. āaduuuhh masshh⦠enyaaakhā¦. udah lama aku gak beginianā¦hhhhā¦. sshhh..ā āhah? Masak sih?ā tanyaku. āiya mash⦠suamiku habis jatuh, kontolnya gak bisa ngaceng lagi..ā kata Sumiā¦
āOalah Suuuumm.. kasihan banget kamu.. eman bangeeetā¦.. sini sekarang aku puasin⦠,ā kataku. āiyo massh⦠puasin akuā¦,ā balas Sumi. Langsung saja aku kenyot lagi susu montok itu. āuuuggghhh⦠massshhh⦠ayo masssshh.. puasin akuuuuā¦.ā Sumi mengerang. Tangannya segera meraih dan mengocok kontolku. Aku sodorin ke mulutnya. Dijilat, dihisap dari palkon sampai sun hole-ku⦠membuat aku makin bergairah menggarap Sumi.
Setelah aku rasa cukup becek, segera aku arahkan kontolku ke memek Sumi⦠Sumi hanya mendesis-desis kenikmatan⦠Aku usap-usapkan palkon ke belahan meki Sumi⦠makin lama makin licin.. maka ku doronglah batangku sampai amblas seluruhnya⦠blleeeepppsssph⦠Gileeee⦠mekinya peret abiiiissss⦠emang bener kata orang, empot2 ayam Madura punyaā¦.āauuuughhā¦ā¦.. mmaassshhhā¦. seseeeeekkkhhhhā¦. gedhe bangeth kontol kamu masssshhā¦. punya bojoku gak segede iniiiihhhā¦. uuuughhh⦠ssshhhā¦ā āenakh ya Sumā¦. tempik kamu peret dan legit Sumā¦. enak mana sama suami kamu..??ā āenakh ini masshh⦠ayo masshh.. genjoth terussshh⦠puasin akuuuuhh.. sshhhhā¦.ā kata Sumi sambil matanya merem melek keenakanā¦
Setelah 10 menit, Sumi capek, minta ganti posisi. Tanpa melepaskan diri, kami berganti women on top. Sumi sedikit mengernyit kesakitan saat lututnya yg memar coba ditekuk karena dia ambil posisi jongkok. Namun itu tak lama karena kalah dengan kenikmatan yang dia terima akibat meki legitnya diobok-obok sama belalai gajahku.. hehehehe⦠Dalam posisi ini, jepitan dan empotan Sumi makin terasa memijat-mijat batangku. Dia menggoyang pinggulnya membuat kontolku berasa dipilin-pilin⦠kombinasi empotan, pijitan dan putaran membuatku hampir jebol⦠Aku mencoba bertahanā¦
Sumi terus bergoyang sambil mendesis-desis keenakan.. sampai akhirnya goyangannya makin tak beraturan⦠dan tiba-tiba dia melenguhā¦āuuggghhh⦠massssā¦. aku nyampe lagiiiiā¦.. heeeghhhhā¦.ā katanya sambil aku merasakan kontolku seperti dijepit ama besi⦠kenceng banget jepitannya⦠setelah beberapa kedutan, tubuhnya ambruk menindihkuā¦. sambil berbisik.. āmassh.. kamu kuat bangethā¦. hhhuuuufffttttā¦ā aku Cuma tersenyum dan meremas2 pantatnya⦠āSekarang kamu puasin aku ya Sum?ā Sumi hanya mengangguk. Aku ajak Sumi ambil posisi DS, tapi karena lututnya sakit, maka aku suruh berdiri nungging sambil berpegangan pada sandaran sofa.. Wuuuuiiihhhhā¦. seksi banget Sumi dalam posisi begini⦠Susunya gede menggantung namun tidak kendor.. meki tembemnya mencuat di sela paha dengan rona merah muda di antara bulu2 hitam⦠uuuhhh.. seksiiiiiā¦.
Tak lama, setelah aku sedot-sedot dan kocok dengan jariku, meki Sumi telah siap menerima tongkat ajaib pembawa nikmatā¦. Segera aku ambil posisi dan.. blllessshhhppphā¦. āuuggghhhhhā¦.ā Sumi melenguh ketika kontolku memasuki mekinyaā¦. Genjot⦠genjot⦠sambil meremas2 susu Sumi yang seksi saat bergoyang-goyang karena genjotanku⦠makin menambah seksiā¦. Sekitar 10 menitan dalam posisi DS, aku merasakan meki Sumi berkedut-kedut lagi.. kayaknya mau orgasme yg ketiga kalinya.. maka kupercepat kocokanku di mekinya⦠Tak berapa lama kemudian , Sumi menjeritā¦ā massssshhh⦠mau nyampe lagiiiiā¦.. ayo masssshhhh⦠genjooottthhhā¦.ā āiya Summmhā¦. aku juga udah mau nyampe⦠sssshhhhā¦. kita barengan yaaa⦠,ā kataku. āayo mashhhā¦. gak kuat lagi mashhhhā¦.mmmaaaashhhhhhā¦.. uuuufffftttā¦..ā Sumi makin meracau. Pada saat yg sama, kontolku udah berdenyut-denyut pula. Kupercepat tempo kocokanku hingga akhirnyaaaa⦠āSuuuuuummmhhh⦠aku keluarrrrrrrhhhhhā¦..ā kataku. āSemprot di dalam aja mashā¦. heeeeegghhhā¦.ā jawab Sumi sambil mengejang karena orgasmenya sudah sampai berbarengan dengan aku menyemprotkan spermaku beberapa kali⦠Dalam posisi begitu, aku masih merasakan kedutan dan pijitan yg luar biasa dari meki legit Sumi. Sambil menunggu kontolku mengecil, tetap saja kutancapkan di meki Sumi sambil terus meremas-remas toket idamankuā¦. Dan akhirnya plooph.. kontolku sudah mengkerut karena puas.. heheheā¦.
Lalu kami bersih2 diri di kamar mandi, hanya saling gosok saat menyabuni. Tidak main lagi, karena takut Sumi ditunggu Bik Sari yang pastinya bersiap pulang karena hari sudah menjelang siang. Tak terasa satu jam lebih kami bergumul. Aku pergi ke jalan untuk kembali melihat situasi. Karena sudah agak siang, jalanan di depan rumah sudah mulai sepi, maka aku beri kode pada Sumi untuk keluar dan kembali ke kiosnya. Aku gak tau apa alasan Sumi pada bik Sari, yg penting aku tau satu hal, Sumi dan aku puas. Sebelum berpisah, kami berjanji utk lebih sering berbagi kenikmatan, karena aku adalah orang yang baik hati, membantu menyirami kegersangan rumput tetangga⦠,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,


