Kisah Bokep Kisah Dewasa Kisah Mesum
Cerita Dewasa Ā· 18+
Umurku sudah hampir mencapai kepala tiga, yaā¦
sekitar 2 bulanan lagi lah. Aqu tinggal bersama mertuaqu yg sudah lama ditinggal mati suaminya
akibat penyakit yg diderita. Dari itu istriku berharap aqu tinggal di rumah supaya kita tetap
berkumpul sebagai keluarga yg tak terpisah. Di rumah itu kita tinggal 6 orang, unik nya cuma aqu
dan anak laki-lakiku yg berumur 1 tahun berjenis kelamin lelaki di rumah tersebut, lainnya
perempuan.
Awal September lalu aqu sudah tak berkerja lagi karKarina mengundurkan diri. Hari-hari kuhabiskan di
rumah bersama anakku, maklumlah ketika aqu bekerja jarang sekali aqu dekat dgn anakku tersebut.
Hari demi hari kulalui tanpa ada ketaqutan untuk stok kebutuhan bakal akan habis,
aqu cuek saja bahkan aqu semakin terbuai dgn kemalasanku.
Pagi sekitar pukul 8 waktu Indonesia barat, baru aqu terbangun dari tidur. Kulihat anak dan istriku
tak ada disamping, ah⦠mungkin lagi di beranda cetusku dalam hati. Saat aqu mau turun dari tempat
tidur terdengar suara jeritan tangis anakku menuju arah pintu. seketika itu pula pintu kamar terbuka
dgn tergesanya.
Oh⦠ternyata dia bersama auntynya Karina yg tak lain adalah adik iparku, rupanya anakku tersebut
lagi pipis dicelana. Karina mengganti celana anakku,
āKemana mamanya, Naā¦?ā tanyaqu.
āLagi ke pasar Bangājawabnya
āEmang tga di kasih tau, ya?ātimpalnya lagi. Aqu melihat Karina pagi itu agak salah tingkah, sebentar
dia meihat kearah bawah selimut dan kemudian salah memakaikan celana anakku.
āKenapa kamuātanyaqu heran
āAnu bangā¦āsambil melihat kembali ke bawah.
āOh⦠maaf ya, Naā terkejut aqu, rupanya selimut yg kupakai tidur sudah melorot setengah pahaqu
tanpa kusadari, aqu lagi bugil. Hmmm⦠tadi malam abis tempur sama sang istri sampai aqu kelelahan
dan lupa memakai celana.
Anehnya, Karina cuma tersenyum, bukan tersenyum malu, malah beliau menyindir
āAbis tempur ya, Bang. Mau dongā¦ākatanya tanpa ragu
āHaaaā¦ā Kontan aja aqu terkejut mendengar pernyataan itu. Malah kini aqu jadi salah tingkah dan
berkeringat dingin dan bergegas ke kamar mandi kamarku.
Dua hari setelah mengingat pernyataan Karina kemarin pagi, aqu tak habis pikir kenapa dia bisa
berkata seperti itu. Setahu aqu tuh anak paling sopan tak banyak bicara dan jarang bergaul. Ahā¦
masa bodoh lah, kalau ada kesempatan seperti itu lagi aqu tak akan menyia-nyiakannya. Gimana tak
aqu sia-siakan, Tuh anak mempunyai tubuh yg sangat seksi, Kulit sawo matang, rambut lurus
panjang. Bukannya sok bangga, dia persis kayak bintang film dan artis sinetron Luna Maya.
Kembali momen yg kutunggu-tunggu datang, ditambah lagi ketika itu rumah kita lagi sepi-sepinya.
Istri, anak dan mertuaqu pergi arisan ke tempat keluarga almahrum mertua laki sedangkan iparku
satu lagi pas kuliah. Cuma aqu dan Karina di rumah. Sewaktu itu aqu ke kamar mandi belakang untuk
urusan saluran air aqu berpapasan dgn Karina yg baru selesai mandi. Wow, dia
cuma menggunakan handuk menutupi buah dada dan separuh pacuma. Dia tersenyum aqupun
tersenyum, seperti mengisyaratkan sesuatu. Selagi aqu menyalurkan hajat tiba-tiba
pintu kamar mandi ada yg menggedor.
āSiapa?ātanyaqu
āDuhhhh⦠kan cuma kita berdua di rumah ini, bangājawabnya.
āOh iya, ada apa, Naā¦?ātanyaqu lagi
āBang, lampu di kamar aqu mati tuhā
āCepatan dong!!ā
āOo⦠iya, bentar yaā balasku sambil mengkancingkan celana dan bergegas ke kamar Karina.
Aqu membawa kursi plastik untuk pijakan supaya aqu dapat meraih lampu yg dimaksud.
āNa, kamu pegangin nih kursi ya?ā perintahku
āOK, bangā balasnya.
āKok kamu belum pake baju?ātanyaqu heran.
āAbisnya agak gelap, bangā
āoooā¦!?ā
Aqu berusaha meraih lampu di atasku. Tiba-tiba saja entah bagaimana kursi plastik yg ku injak oleng
ke arah Karina. Dan⦠braaak aqu jatuh ke ranjang, aqu menghimpit Karina.
āOuā¦ouā¦āapa yg terjadi. Handuk yg menutupi bagian atas tubuhnya terbuka.
āMaaf, Naā
āTak apa-apa bangā
Anehnya Karina tak segera menutup handuk tersebut aqu masih berada diatas tubuhnya, malahan
dia tersenyum kepadaqu. Melihat hal seperti itu, aqu yakin dia merespon. Kontan aja kemaluanku
tegang.
Kita saling bertatap muka, entah energi apa mengalir ditubuh kita, dgn santainya kucium bibirnya,
Karina cuma terdiam dan tak membalas.
āKok kamu diam?ā
āEhmm⦠malu, Bangā
Aqu tahu dia belum pKarinah melaqukan hal ini. Terus aqu melumat bibirnya yg tipis berbelah itu.
Lama-kelamaan ia membalas juga, sampai bibir kita saling berpagutan. Kulancarkan serangan demi
serangan, dgn bimbinganku Karina mulai terlihat bisa meladeni gempuranku. Gunung kembar
miliknya kini menjadi jajalanku, kujilati, kuhisap malah kupelintir dikit.
āOuhh⦠sakit, Bang. Tapi enak kokā
āNa⦠tubuh kamu bagus sekali, sayg⦠ouhmmmā Sembari aqu melanjutkan kebagian perut, pusar
dan kini hampir dekat daerah kemaluannya. Karina tak melarang aqu bertindak seperti itu, malah ia
semakin gemas menjambak rambutku, sakit emang, tapi aqu diam saja.
Sungguh indah dan harum kemaluannya Karina, maklum ia baru saja selesai mandi. Rambut terawat dgn
potongan tipis. Kini aqu menjulurkan lidahku memasuki rongga kemaluannya, ku hisap sekuatnya sangkin geramnya aqu.
āAdauuuā¦. sakiiitā tentu saja ia melonjak kesakitan.
āOh, maaf Naā
āJangan seperti itu dongā merintih ia
āAyo lanjutin lagiā pintanyaāTapi, giliran aqu sekarang yg nyerangā aturnya kemudian
Tubuhku kini terlentang pasrah. Karina langsung saja menyerang daerah sensitifku, menjilatinya,
menghisap dan mengocok dgn mulutnya.
āOhhh⦠Na, enak kali sayg, ahā¦?ā kalau yg ini entah ia pelajari dari mana, masa bodo ahhā¦!!
āDuh, gede amat kemaluan mu, Bangā
āOhhhā¦.ā
āBang, Karina sudah tak tahan, nih⦠masukin kemaluan mu, ya Bangā
āTerserah kamu sayg, abang juga tak tahanā Karina kini mengambil posisi duduk di atas tepat agak ke
bawah perut ku. Ia mulai memegang kemaluanku dan mengarahkannya ke lubang kemaluannya.
semula atak sulit, tapi setelah ia melumat dan membasahinya kembali baru atak sedikit gampang
masuknya.
āOuuuā¦ahhhhhā¦.ā blessss⦠seluruh kemaluanku amblas di dalam goa kenikmatan milik Karina.
āAduuuh, Baaaangā¦.. akhhhhhā Karina mulai memompa dgn menopang dadaqu. Tak cuma
memompa kini ia mulai dgn gerakan maju mundur sambil meremas-remas buah dadanya.
Hal tersebut menjadi perhatianku, aqu tak mau dia menikmatinya sendiri. Sambil bergoyg aqu
mengambil posisi duduk, mukaqu sudah menghadap buah dadanya. Karina semakin histeris setelah
kujilati kembali gunung indahnya.
āAkhhhh⦠aqu sudah tak tahan, bang. Mau keluar nih. Ahhh⦠ahhh⦠ouhhhā
āJangan dulu Na, tahan ya bentarā cuma sekali balik kini aqu sudah berada diatas tubuh Karina,
genjotan demi genjotan kulesakkan ke kemaluannya. Karina terjerit-jerit kesakitan sambil menekan
pantatku dgn kedua tumit kakinya, seolah kurang dalam lagi kulesakkan.
āAmpuuuun⦠ahhhh⦠ahhhh⦠trus, Bangā
āBaaang⦠goygnya cepatin lagi, ahhhh⦠dah mau keluar nihā
Karina tak cuma merintih tapi kini sudah menarik rambut dan meremas tubuhku.
āOughhhhh⦠abang juga mau keluar, Naā kugoyg semakin cepat, cepat dan sangat cepat sampai
jeritku dan jerit Karina membana di ruang kamar.
Erangang panjang kita sudah mulai mKarinampakan akhir pertandingan ini.
āAkkhhhhhhā¦.. ouughhhhhā¦. ouhhhhhhā
āEnak, Baaaanggā¦.ā
āIya saygā¦. ehmmmmmmā kutumpahkan spermaqu seluruhnya ke dalam kemaluan Karina dan
setelah itu ku sodorkan kemaluan ke mulutnya, kuminta ia agar membersihkannya.
āmmmmmmuaaachhhhhā¦ā dikecupnya kemaluanku setelah dibersihkannya dan itu pertanda
permainan ini berakhir, kitapun tertidur lemas.
Kesempatan demi kesempatan kita laqukan, baik dirumah, kamar mandi, di hotel bahkan ketika
sambil menggendongku anakku, ketika itu di ruang tamu. Dimanapun Karina siap dan dimanapun
aqu siap.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,


