Janda Alim Ternyata Pelacur Murahan
Cerita Dewasa Ā· 18+
Cerita Sex Janda Alim Ternyata Pelacur Murahan – Hai sobat Ngocokers kali ini mimin share cerita panas bersambung, yuk simak. Setiap harinya Pekerjaan Bu ira adalah seorang guru ngaji di tempat pengajian kadang juga di rumah juga mengajar ngaji untuk semua kalangan kadang ada anak anak dan remaja juga ada, itu semua saya lakukan karena untuk mencukupi kebutuhan sehari hari kami, penghasilanku sebagai guru ngaji tidak banyak, Karena itu Selain mengajar juga saya cari sampingan jual online apapun itu untuk tambahan penghasilan.
Rumah saya pun sedikit jauh dari perkotaan, bisa di bilang tempat tinggal saya seperti perkampungan kalau dari jalan raya terdapat jalan masuk desa, meskipun di luar saya selalu berpakaian tertutup seperti memakai gamis dan jilbab besar tapi tetap masih saja ada orang di kampung yang banyak terkagum dengan penampilan saya. Maklum saya juga sudah lama menjanda jadi wajar kalau banyak yang perhatian atau sekedar berbicara.
Di suatu pagi saya Menerima pesanan online dari pelanggan untuk ketemuan nanti malam jam 20.00 dan pelanggan minta COD sama saya di dekat pabrik yang sudah tutup lama dekat gang perkampungan saya, malam harinya saya siap siap untuk datang ke lokasi dengan naik gojek ketempat COD.
Setelah sampai tujuan saya menunggu sampai jam 20.30 ternyata belum datang juga orangnya akhirnya saya chat lewat hp saya, karena hari juga semakin malam di tambah jalanan mulai sepi dan tidak ada yang menemani di karenakan anak saya lagi bersama nenek di kampung. ā Duh lama sekali ya katanya janjian jam 20.00ā³batin bu ira.

Sambil menunggu kedatangan pelanggannya tadi di tambah semakin sepinya pengendara yg lewat di daerah situ membuat saya semakin gelisah, Jam sudah menunjukkan jam 21.00 kemudian saya buka hp melihat ada balasan dari pelanggan yang ternyata membatalkan pesanannya karena habis kecelakaan.
Tiba tiba bu ira melihat ada 2 orang preman menghampiri seseorang terus Memalak dan membully anak remaja yang tengah berjalan membuat saya merasa kasihan dan menghampiri remaja itu dan menolongnya. āHeiā¦! Kenapa kalian membully anak ini, hentikanādengan nada marah bu ira
Preman 1 panggil saja namanya Doni usianya mungkin sekitar 18 tahun an tapi badannya besar dan tinggi Sedangkan satunya lagi panggil saja namanya randy usianya mungkin sekitar 17 tahun an dan memiliki badan yang tinggi tapi kurus.
āKamu siapa heh..! Ikut campur urusan orang sajaā Doni menatap bu ira dengan wajah jengkel
āwah..! Ada yg mau cari gara2 sama kitaā Kata randy
āKalian ini dasar ya kerjaannya buat onar sajaādengan nada marah sambil menunjuk ke arah 2 preman itu.
āMemangnya kenapa heh..!! gk sukaā kata Doni
āiya memangnya kenapaākata bu ira sambil menyuruh anak yg di bully tadi agar pergi, sambil terburu buru karena takut.
āOhhhā¦!! Ternyata ada ibu2 mau sok2 an jadi pahlawan ternyataā randy sambil pindah di belakangnya Bu ira
āEnaknya kita apain ibu2 iniā kata Doni
āAwas ya kalau kalian macam macam nanti saya teriak dan laporkan kalian ke polisiā dengan nada tinggi dan marah Bu ira
Doni langsung memengang tangannya bu ira dan randy memegangi badannya bu ira dari belakang, sambil membungkam hidung dan mulut bu ira dengan obat bius,membuat bu ira pingsan tak sadarkan diri. Saat tersadar dengan kepala yang sedikit pusing tiba tiba saya melihat sekitar dan terlihat bingung dimanakah ini, terlihat seperti bangunan bekas pabrik tapi sudah kosong. Dari depan terlihat 2 orang preman itu datang menghampiri saya dengan wajah seram.
āHeheheheā¦!! Sudah bangun ternyataā kata Doni dengan wajah tersenyum seram
āDimana iniākata bu ira dengan wajah yang bingung
āSekarang kau ada di markas atau bisa di bilang tempat tinggal kamiākata randy tertawa dan senang.
Dalam keadaan tangan terikat, mereka meremas dan membelai-belai teteknya yang masih terbalut gamis. Ada yang merabai pahanya dan kemaluannya. Lalu mereka mulai melucuti pakaian Bu Ira. Doni menarik sepatunya, dan melucuti gamis abu abu yang dipakainya. Santo menarik CD yang tipis hingga robek dan menyusupkan tangannya ke dalam bh Bu Ira. Sambil melihat Bu Ira yang ketakutan Doni berkata, āBu Ira, ibu bakalan saya perkosa malam ini!ā Bu Ira kaget mendengar suara itu.
āKenapa kalian bisa tahu namakuā Bu ira berkata dengan raut wajah takut.
āKami berdua sudah sejak lama mengawasi bu ira bahkan kami sangat bernafsu melihat tubuh bu iraā Kata Doni sambil tersenyum nakal
Setelah Mendengar itu Bu Ira berusaha sekali lagi melepaskan diri. Tangannya menepiskan tangan Randy dari teteknya dan kakinya menendang-nendang ke arah Doni. Tapi Doni langsung mengayunkan tangannya ke muka Bu Ira dan menarik jilbabnya.
āKurang ajar! Kalo ibu berani sekali lagi nendang saya, saya akan rubah siksa ibu, dan saya masukin kepalan tangan saya ke lubang meme dan anusā ibu! Ngerti?!āDoni berkata dengan mengancam
Sambil membuka ikatan tali Doni melanjutkan, āSekarang ibu akan merasakan permainan kami. Ibu bakalan diperkosa sama kita dan ibu tidak bisa nolak itu, ngerti? Jadi saya saranin, ibu pasrah aja, dan berlaku baik-baik. Ibu nggak bakalan kami bunuh, Bu ira cuma akan saya siksa sama perkosa ibu. Tapi kalo ibu berani ngelawan, saya akan bunuh Bu Ira!ā sambil menjambak jilbab lembut nan cantik milik Bu Ira, āIbu Mengertiā.
Sambil menangis antara sakit dan ketakutannya Bu Ira menjawab, āY,y,ya⦠saya mengertiā
āNah Begitu dong!ā balas Doni sambil melepaskan jilbab Bu Ira dari genggammannya.
Kemudian sambil merekam ibu Ira dgn kamera, Randy mulai menyuruh Bu ira yang cantik itu untuk rekaman hanya memakai bh dan CD.
Membayangkan tidur dengan Bu ira yang sehari-harinya mengenakan jilbab dan pakaian santun itu bak guru ngaji, Doni makin bernafsu. āSekarang Bu ira mansturbasi sambil hadap kamera?ā
āTidak.ā
Doni langsung menampar pipi bu ira sampai merah,āsekarang ayo lakukanādengan nada marah.
āIy,ā¦ya..āsambil menangis
āNah, begitu bagus, sebab saya sama teman saya bakalan buat Bu ira jadi Pelacur kami. Kita semua akan siksa dan perkosa ibu?!ā
āJangan, jangan siksa saya, maafkan saya. Saya minta ampun, tolong jangan!ā
Sambil menarik jilbab Bu Ira lagi,Doni berkata, āBu ira tidak akan bisa pergi kemana-mana. Tenang saja, ibu akan kita puasin. Nah sekarang siap-siap, kita muali sekarang!ā.
Sambil mendorong Bu Ira sampai terjengkan. Sambil menarik jilbab Bu Ira , Doni berkata āSekarang lepasin BH sama CD ibu! Cepat!ā
Bu Ira hanya gemetar sambil menangis berkata āJangan, jangan perkosa saya.
Tanpa sempat menyelesaikan omongannya, tangan Doni sudah menampar muka Bu Ira sampai pipinya memerah. Doni mendekati Bu Ira āIbu ngerti apa tidak hah?! saya suruh ibu telanjang ! saya ingin badan ibu! Dasar bodoh!.
Randy sini, pegang dia!ā.
Dari belakang Randy melipat tangan Bu ira ke belakang dan memegang erat-erat. Bu Ira mengerang kesakitan, dan dia tidak bisa bergerak karena genggaman Randy begitu kuat. Sementara dari depan Doni mendekat. Bu Ira dapat merasakan perut dan kontol preman yang keras di punggung dan pantatnya.
āBu Ira, Sekarang turutin apa yang saya suruh!ā
Setelah itu Doni melepas tali BH dan melemparkannya ke lantai. Lalu tangannya kirinya meremas tetek Bu Ira keras-keras tanpa peduli Bu Ira berteriak kesakitan.
āDoni berkata,āHmmmm..! Empuk dan kenyal! Coba saya tahu dari dulu kalo kita punya ibu Guru ngaji yang montok ini. Mungkin udah ku perkosa dari dulu deh.ā
āSayangnya Bu ira selalu pake jilbab & baju panjang karena guru ngaji. Jadi nggak kelihatan semoknya badanmuāKata Randy ke Doni.
Lalu di pilin puting susu yang coklat muda itu keras-keras. Ketika dilihatnya tubuh Bu Ira mengejang kesakitan, Doni tertawa puas, āHahahaha umhff, enak sekali.
Randy yang dari tadi di belakang melepas paksa Cd yg masih tersisa dan meraba dan megesekkan tangannya di memekku. Sekarang saya sudah dalam keadaan telanjang dengan jilbab yg masih ada,
Setelah puas Doni langsung melirik ke memekku yang dari tadi dibuat mainan sama randy Dan menyuruh randy agar berhenti agar ia bisa melihat memek saya āRan lihat jembutnya lebat sekaliā¦!!!kata Doni sambil tersenyum nakal.
āIya..! Saya aja dari tadi sibuk mainin memeknya sampai lupa tidak ke kerekam, kata randy
āSekarang kamu taruh kameranya agar merekam otomatisāKata Doni
āOke siiaappā¦!! Bosā randy nurut dan menaruh kameranya.
Setelah itu dengan nakalnya tangan kiri Doni meremas buah dada saya dan tangan kananya meraba vagina saya āWahā¦.ternyata memeknya sudah basah nihā¦ā Randy tidak bicara hanya tersenyum kemudian mengalihkan pandangannya ke arah memeknya yang sedang di mainin sama Doni.
āTernyata bu ira pantas ya jadi Pelacurā kata Randy sambil tersenyum.
Sementara saya terus berontak⦠tapi posisinya malah bertambah sulit mengingat ukuran badan Doniā¦sekarang saya berada di pelukannya dan mulut Doni mengulum pentil saya yang besarā¦.. pikiran saya tidak bisa menerima perlakuan ini tapi tubuh saya merasa sangat terangsang.
Mungkin karena kesal Randy yang dari tadi memegang tangan saya tiba2 mengancam saya dengan pisau ke punggungā¦saya ākalau Bu ira nggak berhenti berontak saya akan tusuk punggung ibu dengan pisau. sekarang mau nurut apa menderitaākatanya.
Saya tidak bisa menjawab saya berkunang2 saya mulai menangis.. tubuh saya lemas dan dia pun mulai ikut mempermainkan pentil saya⦠bersama preman satunya lagi, lalu setelah dirasa saya tidak banyak berontak Doni mulai membuka lebar2 lalu diselipkanya lidahnya diantara liang vagina lalu seperti lidah ular lidahnya bergetar cepat menjilat2 itil saya⦠itu benar2 sensasi yang anehā¦belum pernah saya merasakan itu sebelumnya⦠Mungkin karena belum pernah, di tambah juga statusku yang sudah lama menjanda.
āauuggghhhhā¦ohhhhhh mppffghhā saya mulai melenguh keenakan dan sepertinya mereka berdua tahu. kemudian Randy menjepit puting ku memelintir kemudian ditariknya keras keras sehingga sedikit membengkok kebawah rasanya benar2 sangat sakit..hingga hampir tak tertahankan.
āsekarang mau diam tidakā¦?ā mendengar itu saya langsung terdiam tapi ternyata Randy tidak puas āmau diam tidaaaakkkā teriaknya sambil memelintir dan menarik puting ku keras keras. sakit sekaliii saya pun terpaksa menganggukkan kepala, Doni yang dari tadi memainkan itil ku dengan jari bergantian. āehhhhhhh aghhhhhhh jangaaannnnnnnnā kata ku setengah meracau kenikmatan.
Kulihat Doni tau aku terangsang hebat sambil terus kamera merekam adegan saya di perkosa akhirnya dengan rasa yang sangat malu āoeuuuuuhhhhhh sayaaaaaaaaaa hehhh keluarrrrā tanpa sadar kata2itu terucap dari mulut sayaā¦. Sungguh memalukaaan mengingat saya adalah seorang guru ngaji tapi itu kenyataaan.
Setelah selesai memainkan itil saya Doni membuka celana dan bajunya dan astaga penisnya besar sekali rasanya hampir sepanjang 20 cm dan diameternya itu lohhh duhh tapi yang menakutkan adalah urat2nya yang terlihat menonjol.. āpenis besar panjang mengacung keatasā benar2 pemandamgan yang tidak pernah saya lihat selama ini tanpa sadar mataku terus memandang kesitu.
āhehehe suka ya sini jangan di lihat terusā kata Doni sambil menarik saya dan menyodorkan penisnya kemulut ku.
āAyo dikenyot awas kegigit saya pukul kamu nantiā.
Saya begitu ketakutan karena sudah lama tidak melakukan oral seperti iniā¦. Tapi sejarang tidak menyangka harus melakukan ini, terhadap pria yang bukan suamiku .. melihat saya ragu2 Doni tiba2 Jilbab saya dan memaksa memasukkan penis besarnya kemulut saya. Sehingga saya terpaksa mengulumnya.. suatu perasaan aneh muncul didalam diri saya ketika melakukannya ā¦. saya melirik melihat randy mengambil kamera di meja dan menggengam nya untuk merekam adegan itu⦠sehingga saya benar2 mengulum dan mngemut penis itu sekuat saya.
āeahhhhh terus Bu ira terus pelacurrrrr alimā¦. mendengar kata terakhir saya terkejut dan hampir berhenti tapi Doni kembali menjambak rambut saya kuat2 dan menekan penisnya jauh ke dalam mulut sayaā¦hingga akhirnya saya terpaksa meneruskanā¦. dan tidak berapa lama tiba2 tubuhnya mengejang dan kepala saya ditariknya kuat2 sehingga penis itu masuk lebih dalam kemudian dia memuntahkan maninya didalam mulut sayaā¦. rasanya mual bercampur jijik membayangkannya menyebabkan saya hampir memuntahkannya tapi Doni langsung menyuruh saya untuk tidak menumpahkannya.
āberani muntahin saya pukul kamu⦠sekarang telannnā¦.cepatā.
Dengan sedikit mual akhirnya saya mau menelan mani itu di mulut saya tapi sebelum itu Doni menyuruh Randy untuk berhenti memaikan puting saya dan mendekatkan kameranyaā¦ātahan dulu jangan di telanā¦coba buka mulut kamu saya mau liatā katanya saya melakukannya dan air mani itu mengalir sedikit keluar dari mulut kuā¦āā¦oke cukup sekarang telanā
Sekali lagi gairah aneh muncul apalagi kamera tetap merekam ke . kemudian Doni menyuruh saya tiduran dalam posisi terlentang, tiba2 dia memasukan penis besarnya kedalam vagina saya. Saya pun terkejut dengan masuknya penis itu, penis itu begitu padat dan kerasā¦terasa sangat penuh ehhhh benar2 berbeda dengan penis mantan suamiku dulu. Doni mulai memaju mundurkan pantatnya dengan cepat sehingga saya pun ikut bergoyang2 tapi tanpa sadar sebenarnya saya juga sedikit menikmatinya.
āSudah mulai menikmati yaā¦hahahah dasar pelacur alimā¦ā awalnya saya benar2 merasa terpukul mendengar itu tetapi saya kembali dilingkupi perasaan anehā¦saya jadi lebih menikmati bergoyang menyongsong kenikmatan dan tanpa terasa Doni sudah berdiam.Mereka tertawa Randy mendekatkan kamera kewajah saya yang sudah pasti sedang terlihat sangat horny.
Doni menghentikan goyangannya lalu dia mencabut penisnya⦠plok⦠suaranya terdengar keras karena vagina ku sudah basah sendiri⦠Dengan napas yang masih tersengal2, Doni bangkit dan kemudian duduk dengan santainya di kursi āayo kesiniā dia memanggil aku sambil memberi isyarat agar aku menghampirinya dalam kadaan merangkak.
Setelah itu dia memberi isyarat kepada ku untuk kemudian mengarahkan pantat ku yang sedikit menungging kearah penisnya dannn sleppp kemabali penisnya masuk ke vaginaku..badan ku bergetar hebat ketika penisnya menghunjam dengan cepat ke dalam vagina ku āeughhhh ahhfghmmm..ā aku melenguh karena nikmatnya.
āSekarang goyangkan pinggul mu lontee,,,ā katanya sambil menampar pantatku dengan keras.
Aku terkejut tapi karena takut di ancam lagi aku segera bergoyang keatas dan ke bawah, sedangkan Doni tetap duduk dengan santai sambil terus berulang2 menampar pantat ku. āRandy kenyal dan besar banget pantatnyaā¦putih lagiāTapi randy teatap diam dan hanya tersenyum sambil fokus mengambil adegan itu āaughhhhhhhā¦Doni tolooonnnngghhhttfffmm jangaaaaan siiiiiigghhhhksaaaa sayaaaaā aku merasa tersiksa bercampur nikmat karena gairah aneh yang mengebu2 sedang dia dengan santainya duduk membiarkan saya yang bekerja.
āHahahahahaā¦.terus pelacurrrr Alimā ādasar Guru ngaji gatellllā¦ā¦ ayooo kalo mau klimaks kamu sendiri yang yang harus raih. ughhtttttttt enaaaakkk dasar lonteeeeā
āenahhnkkā Entah setan apa yang merasukiku akupun makin cepat memacu gerakan ku sampai akhirnya aku merasa tubuhku bergetar hebat yang belum pernah aku rasakan selama dulu dengan mantan suami dannā aughhhhhh Doni saaahhffyyyyaaaa keluaaaarrrrrrā dan saya pun jatuh tersungkur dengan penis Doni masih menancap dalam.
āPermainan belum selesai lonte alimā kemudian dia membalik diri ku hingga terlentang kemudian kedua kaki ku diangkat sedikit keatas. dan vaginaku terpampang lebar2 di tambah aku yang sudah lemas karena klimaks, Dia kemudian memasukkan kembali penisnya di vagina kuā¦āuuuggghhhhhhh Aaaaahhhh.ā sekali lagi rasa nikmat luar biasa menjalar ditubuh ku membuat aku seperti melayang di langit.
Saat wajahku begitu horny Randy kembali mendekatkan kameranya ke wajahku. Beberapa menit kemudian aku merasa akan mencapai klimaksāAaaaahhhhhā¦.akuhhhh keluaaarrrrrrrā Badanku mengejang dan seolah menjalar memberikan kenikmatan yang luar biasa.
Terlihat wajah ku terlihat sayu karena lemas, tapi tiba2 Doni menegang kemudian dengan cepat dia mencabut penisnya dan kemudian crot⦠croot⦠crottt, dia mengeluarkan pejunya ke wajah dan tubuhku.āahhhhhā suatu sensasi aneh terasa sangat luar biasa sekaligus aku merasa seperti pelacur murahan. Cerita dewasa ini di upload oleh situs
āBu ira bener benar enakā. katanya sambil meraih tubuh ku.
Tangan kirinya melingkar kepinggangku serta tangan kanannya mengelus2 pipiku, kemudian Doni memaksa tangan kananku melingkar memeluk lehernya yang. aku hanya terdiam lemass, sedangkan Randy masih merekamku āuntuk hari ini sampai sini dulu ya lonteāaku pun mengangguk lemah.
āsekarang saya minta nomer hpmu agar nanti bisa menelfonmuā kata Doni kemudian dia membaringakn diriku di lantai.
Kemudian Doni dan Randy bangkit dan memakai pakaiannya, Randy kembali menghampiri sayaāIngat jangan sampai lapor polisi atau siapapun atau kami akan meneyebarkan video bugilmu ke internet, ngertiā aku hanya bisa mengangguk lemah dan menangis.
Sementara Doni mengambil Hp saya dan melihat nomer hp saya untuk di simpan di hpnya. Setelaah itu Doni menghampiriku lagi āmulai sekarang Bu ira harus menuruti semua yang kami katakan, kami akan menelponmu untuk apa yang harus kamu lakukan, ngerti kamuā sambil menarik rambutku
āIiiyyaa.. saya mengertiā saya menjawab sambil meneteskan air mata. Setelah itu mereka berdua mengantarkan saya ke depan gang kampung saya.
Bersambung…
Keesokkan harinya tubuh bu ira sangat lelah dan lemas akibat perlakuan mereka berdua, ternyata jam sudah menunjukkan jam 10.00 bu ira langsung bangun dan mandi terus melakukan kebiasaannya di rumah bersih2 dan makan setelah itu ke ruang tengah untuk nonton tv.
Tiba tiba air mata menetes di pipi bu ira karena teringat kejadian kemarin malam saat bu ira di perkosa dan di ancam, bu ira takut serta cemas, belum selesai bu ira bersedih tiba tiba hp bu ira berbunyi di lihatnya ternyata itu nomernya Doni anak preman yang memperkosanya kemarin malam.
āHalo, Bu ira nanti saat mengajar ngaji, bu ira hanya boleh memakai gamis dan jilbab saja dalamnya tidak usah pakai bh,cd atau dalaman lagi, ngertiā kata Doni di telpon
āTaaappi malu, bagaimana kalau nanti di lihat orang lainā jawab bu ira dengan wajah bingung
ākalau bu ira tidak mau tidak apa2, mau video serta foto telanjang bu ira saya sebarkan ke internet agar semua orang tahuā Doni dengan nada mengancam akan menyebar luaskan videoku yg telanjang.
āJaaanggannā¦!! saya mohon janganā aku semakin cemas dan bingung mendengar apa yang di katakan Doni padaku.
āKalau begitu turuti apa kataku, saat bu ira mengajar nanti, bu ira jangan menggunakan bh sama cdā kata doni
āIyaa baik akan saya lakukanākataku sambil menangis.
Sore harinya bu ira mau mengajar di tempat pengajian di desanya, sebelum berangkat bu ira berdiri di depan cermin kamarnya dan melihat dirinya yang memakai baju gamis panjang serta jilbab besar tapi itu semua tidak bisa menutupi bagian payudara bu ira yang tidak memakai bh, kemontokan dadanya masih terlihat serta putingnya kelihatan samar2 meskipun sudah memakai gamis besar dan jilbab besar. bukan itu saja bokongnya juga masih terlihat menggoda padahal sudah tetutup gamis.
Kemudian bu ira melangkah keluar menutup pintu rumahnya perasaannya sungguh cemas karena di dalam gamisnya bu ira sudah tidak memakai apa2 lagi, cuma gamis dan jilbab. Setelah sampai tempat mengajar ternyata di sana sudah ramai orang ada ibu2 dan anak, bu ira tidak memperdulikan mereka akan langsung masuk ke kelas, untuk menunggu mengajar ngaji. Datang seorang ibu2 wali murid menghampiri bu ira.
āEhh..!! Bu ira kok gk seperti biasanya langsung masuk ke dalam biasanya di luar dulu ngajak ibu2 ngobrolākata ibu itu
āIya bu ini saya lagi gk mood di luar, memangnya ada apa bu kok kesiniā tanya bu ira ke ibu itu.
āItu loh bu ira uang bulanan untuk ngajinya saya bayarnya mundur dulu ya soalnya belum ada uangā kata ibu itu.
āIya bu tidak apa2ā³bu ira mengiyakan permintaan ibu itu
āOh iya bu ira ngomong kok hari ini bu ira sedikit berbeda yaā ibu itu tersenyum sambil melihat badan bu ira.
āPerasaan tidak ada yg berbeda kok bu, sama saja seperti biasanyaā bu ira bingung dan cemas kalau ibu itu tahu dirinya tidak memakai bh sama cd.
āYa sudah bu saya pamit duluā ibu itu pamit keluar dari ruangan bu ira.
Seperti biasa bu ira mulai mengajar ngaji muridnya, baru ada setengah jam mengajar muridnya tiba tiba hp bu ira bergetar lalu bu ira mengambil hpnya di sakunya, setelah di lihat ternyata WA dari Doni yang berisi ānanti malam jam 7 malam bu ira tunggu pabrik kosong, awas jangan sampai tidak datang, atau video telanjang bu ira kami sebar ke internetā bu ira kaget serta takut melihat isi WA itu karena selama ini bu ira tidak pernah malam2 keluar kecuali ada urusan pekerjaan.
Ketika bu ira lagi sibuk dengan lamunannya tidak terasa salah satu murid itu memanggil bu ira ā Bu ira, bu ira ada apa kok bengongā murid itu ke bu ira sambil menghampiri bu ira ā tidak ada apa2 kok cuma lagi menghayalā bu ira kembali mengajar muridnya. Malam harinya bu ira khawatir tidak tenang di dalam kamarnya tidak tahu harus apa, kemudian Hp bu ira berbunyi telepon dari Doni membuat bu ira terkejut.
āBu ira habis ini berangkat sama seperti tadi cuma pakai gamis sama jilbab saja dalamnya jangan pakai bh sama cd, kami ada kejutan untuk bu iraā Doni menelpon dengan nada senang. Cerita dewasa ini di publish oleh situs
āIiiyyaa saya mengertiā sekali lagi air mataku menetes.Apa yang akan mereka berdua lakukan kepadaku.
Setelah itu bu ira berangkat menuju pabrik kosong itu sesampainya di sana Hp bu ira bergetar setelah di lihat ternyata ada notifikasi WA dari Doni yang menyuruh bu ira untuk langsung masuk ke pabrik kosong itu, begitu bu ira masuk di sana ternyata sudah ada Doni dan Randy menunggu di dalam pabrik. Mereka berdiri dan menghampiri bu ira randy memegang tas plastik bu ira sedangkan Doni memegang tangan bu ira dan menarik bu ira.
āHari ini kami mau menikmati tubuh semokmu bu iraā Kata Doni yang langsung mencium bibir bu ira
āMffhmmgghhmm apa2 an sih ini hentikanā bu ira mencoba menghentikan Doni
āSudahlah bu nikmati saja aku tahu kok sebernarnya ibu suka kanāDoni menghentikan ciuamannya lalu menyuruh randy untuk mengambil sesuatu.
Kemudian randy datang sambil membawa air banyak serta ada seperti benda aneh lainnya yg terlihat menyeramkan bagi bu ira.
āBiar aku beritahu benda2 itu, ini yang besar namanya anal plug fungsinya adalah untuk analā kata Doni
Doni langsung menyuruh bu ira untuk membuka gamisnya, bu ira pun menurutinya karena takut akan di ancam video telanjangnya akan di sebarkan dan dengan ragu ragu bu ira sdikit takut mau membuka gamisnya tapi Doni langsung memegang gamis bu ira dan memaksa membuka gamisnya terlihat lah bdan bu ira yang telanjang dan tidak memakai Bh atau cd.
āHahahahaha..!!! bagus bagusā Doni tertawa kesenangan melihat bu ira sambil melepas gamisnya dan menaruhnya di lantai, sekarang bu ira telanjang dengan hijab yang masih ada.
Doni mendekat langsung mencium dan meraba dada bu ira.
āHennnttiikkaann..!seru bu ira.
āBu ira tidak perlu melawan, sekarang bu ira sudah menjadi milik kami, jadi kami bebas mau melakukan apa saja ke bu iraā kata Doni
āTiidaak aku bukan milik siapapun tolong hentikanā bu ira mencoba menhentikan Doni.
Tiba tiba Doni menghentikan ciumannya dan langsung memukul perutku sampai aku mau muntah kesakitan terus memegangi perutku.
āDiam, bu ira tahu ibu ini sudah jadi milik kami berdua, jadi kami bebas mau melakukan apa saj ke bu iraā kta Doni sambil menghampiri ku lalu memegang pipiku.
Lalu randy yang dari tadi hanya melihat kemudian menghampiri Doni.
āDon enaknya bu ira ini kita jadikan saja seperti Pelacur, kan enak kita nanti dapat anggota wanita apalagi yang ini semok lagiā kata randy
āHahahaha bagus sekali idemu, kalau begitu kita akan kurung dia di sini selama 2 hariā terlihat Doni yang tadi marah kembali senang.
Aku pun kaget mendengar pembicaraan mereka yang akan merubahku menjadi seperti mereka bukan itu saja mereka juga akan mengurungku selama 2 hari.
Sekarang aku sudah seperti pelacur panggilan 2 preman itu serta yang menikmati tubuhku dari lelaki yang bukan muhrim ku ⦠Ukuran penis mereka memang besar pernah aku rasakan harus ku akui saat aku di perkosa ada suatu rasa nikmat dalam hatikuā¦
Karna ukuran penis mantan suami ku dulu terbilang standar saja bahkan tak jarang aku berpura pura puas saat berhubungan dengan mantan suamiku. Dan juga itu membuat batin ku meradang, namun tak jarang ketika hawa nafsu ku sedang sangat memuncak yang bisa mengobati itu semua adalah kejantanan seorang lelaki tapi semua itu aku buang jauh2 perasaan ituā¦
Setelah sekian lama aku menjanda belum pernah aku di jamah oleh laki2. Doni menghampiriku melepas semua pakaiannya serta memperlihatkan penisnya sangat panjang dan keras, Doni langsung memutar tubuhku seperti gaya doggystyle lalu Doni mengoleskan minyak ke anusku ājaaannggann di masukkan di anusku tolongā aku memohon sambil menangis.
āDiam kau lonteā hardik Doni sambil mengancamku dengan pisau. āKali ini bu ira akan saya ajari anal hahahahaā Doni sambil menarik tanganku ke belakang dan mengikatnya.
Setelah mengoleskan minyak Doni mengelus2 anusku untuk siap siap akan memasukkan penis besarnya ke lubang anus bu ira, lalu Doni mulai memasukkan penisnya ke lubang anus bu iraā¦aku pun takut Doni memasukkan penisnya ke lubang anusku yg membuatku kesakitanā ahhhhmmmgghhh sssaaakkiiittā erang bu ira. kurasakan seperti ada bola bola yang bergerak memutar mengobok obok anus ku yang terasa seperti ingin merobek saat Doni penetrasi di lubang anus ku, Batang penis Doni membuat ku merasakan sesuatu yang belum aku rasakan selama ini.
Namun hal itu membuat kenikmatan yang kurasakan penis Doni yang membuat ku tidak karuan⦠semakin lama Doni menambah irama genjotannya yang membuatku seperti melayang āahhhhhhhhhhhhhgghh bbmmfuu iiirraa enak sseekkaaliiiā Doni merasakan keenakan menganal diriku āohhhhhā¦eeeghhhhggghh aahhh akuuu kkkeeellluuaarrā aku pun mengejang karena orgasme rasanya ingin melayang.
Sedangkan Doni masih belum ejakulasi lalu Doni memberi perintah untuk menghisap penis Randy yang dari tadi sudah telanjang ⦠Diriku terasa lemas ingin rasanya istirahat tapi aku takut di ancam oleh Doni dalam benak ku hanya bisa menangis sedangakan tubuhku merasakan hal lain ingin segera di puaskan nafsu birahi ku.
Dengan perasaan takut aku melayani Doni yang kembali mengobok obok anus ku dengan penis super panjang besarnya yang membuat ku hampir gila merasakan sensasi yang luar biasa dan sakit sambil menghisap penis Randy ⦠Pikiranku mengatakan tidakā¦
Hati ku mungkin ingin menjerit dan berontak untuk menghentikan ini semua namun diriku yang telah lama menahan nafsu sudah tak dapat berfikir apa apa lagi selain ingin di puaskan nafsu birahi ku⦠Aaacchhhhh eeehhhhmmmmm aaaahhhhā erangan demi erangan keluar dari mulut ku Karna aku sudah tak berdaya untuk melawan mereka untuk apa yang mereka lakukan kepadaku ā¦
Aku takut kalau berontak akan di ancam di samping itu kini nafsu birahi ku mulai menguasai pikiranku saat ini. Terlihat Randy menikmati kulumanku namun bukan itu saja justru rangsangan yang Doni berikan di anusku ditambah tangan ya yang terkadang memainkan puting ku makin membuat ku tak dapat menahan nafsu beberapa kali vagina ku seakan ingin pipis dengan nikmat.
Tiba tiba Doni terus menggenjot anus ku dengan kasar saat mengerang dan medesis tiba tiba kurasa penis besar Randy dipaksa masuk mulut ku lebih dalam lagi dari depan dan yang jelas aku sedikit kelabakan manakala anus ku di genjot dan mulut ku mengoral penis Randy dengan posisi menungging seperti seekor hewanā¦
Payudara ku bergerak bebas kiri dan kanan tiba tiba kurasa remasan di area payudara ku mulai agresif⦠āooouuhhhh aaahhhhhhhā Entah mengapa aku begitu menikmati semua rangsangan yang kuterima oh sungguh hinakah aku ini sambil menangis yang di sertai lenguhan dan desisan dari mulut ku yang terlontar karna nikmat yang begitu sangat.
Kini aku sibuk melayani nafsu birahi 2 preman itu yang menyiksa ku dari berbagai arah ⦠Tiba tiba Doni menghentikan genjotannya lalu menyuruh ku untuk terlentang dan tubuh Doni di bawahku kembali menggenjot anus ku dari bawahā jadi kan bu ira sebagai pemuas kita perintah Doni pada Randy sambil ku lihat ternyata Randy bersiap siap untuk memasukkan penis besarnya ke vaginaku,
Tidak butuh waktu lama Randy langsung memasukkan penis besarnya ke vaginaku yang membuatku berteriak kesakitan āaahhhhhhghhh sssaaakkiitā penisnya begitu besar sehngga membuat vaginaku seperti mau robek tapi Randy tidak memperdulikan lagi dan langsung memaju mundurkan penisnya.
Membuat Randy mendesah menikmati himpitan dinding vaginaku.. ā Aaahhhh enak sekali rupanya memek ibu guru ini masih seret āDesah Randy sontak membuat perasaanku Seperti pelacur murahan, seakan diriku tidak ada harganya sama sekali⦠Bahkan kini kulihat Randy sudah keenakan memainkan vaginakuā ooouuuhhh aaahhhhā Desah Randy…
Kulihat Doni sibuk meremas payudara ku dari bawah saat Randy memompa vaginaku dengan begitu liar ā anjing lonte akan ke lowerkan memek luā Sambil meludah ke wajah ku ingin rasa ya aku menyudahi perlakuan mereka.. Namun aku takut.
Aku kini mendapatkan sensai doubel penetrasi yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya. Randy terus menggenjot tubuhku dari atas ⦠Dan tiba tiba ā ccrrot ccrrot ccrrot ā dia berejakulasi dalam vagina ku ⦠Dan melepas penisnya dari vaginaku terasa lelehan sperma Randy yang turun ke sekitar anus ku yang masih di jejali kontol Doni yang besar dan panjang, meski vagina kusudah tidak dijejali penis Randy tapi anus ku yang masih di genjot Doni dengan sangat liar ā¦
Bola bola di Batang Doni membuat ku merem melek saat dinding anus ku tergesek penis Doni membuat ku beberapa kali dengan mudah ya mencapai klimaks ⦠ā oouuh AAAHHH ā namun Doni kelihatannya masih belum klimaks, saat penis Doni di tarik keluar ā sssssttttttttttthhhhhhhh sssrrtttt ssrrttthh plooopā suara yang keluar dari anus ku yang kini menganga karna ukuran penis besar Doni.
Lantas Doni bertukar posisi menyuruhku untuk menungging Doni kini berdiri tepat di belakangku bersiap siap untuk memasukkan lagi penis besarnya ke lubang anusku, tidak menunggu lama Doni langsung memasukkan penisnya ā aAaahhh enaaakkk sekkkaallii anusmu bu iraādesah Doni ke enakan.. Saat itu pula terasa lagi anusku terasa penuh dan sedikit tidak sakit di bandingkan tadi ā¦ā oouuh. Aahhhoouhbā racau Doni yang menggenjot anus ku.
Doni mulai maju mundurkan sambil tangan satunya meremas payudaraku membuatku melenguh menikmatinya ..ā aaahhhh nikmat banget bu ira lonte syahwatā puji Doni sambil meremas payudara ku. āAaahhhhh hhheeennntttiikkkaann ssuughddaahh nniikkmmaat haaahhaahā racau ku menahan perasaan nikmat genjotan Doni.
Tapi tidak lama kemudian kurasa kan kedutan di anusku menandakan Doni akan berejakulasi di anus ku dan ā crrttoottt ccrrot ccrrot ā kurasakan tembakan air mani di dalam anus ku tak lama berselang ā oouuh. Ouuuh nikmat ā racau Doni sambil mencabut penisnya dari lubang anusku āHahahaha permainan baru saja di mulai bu ira sebentar lagi bu ira akan kami jadikan mainanā Tawa Doni.
Setelah itu Doni memberikan perintah Randy untuk mengambil sesuatu seperti jarum suntik. Randy langsung mengambil 1 botol kecil obat yang tidak aku ketahui. Doni terlihat berbisik ke Randy entah apa yang akan mereka lakukan padaku selanjutnya. Kemudian Doni menghampiriku sambil meraih tanganku lalu memegangnya eart erat.. āBu ira kali ini tidak akan bisa lepas dari kami karena kami akan melakukan hal yg akan membuatmu terkejutā bisik Doni ke dirikuā¦
Sedangkan Randy kini sudah bersiap siap untuk menyuntikkan sesuatu ke diriku, āaaapppaa yang mau kamu lakukan henttiikkaan, obat apa ituāberteriak untuk menhindari jarum suntiknya ā Don pegangi dong..!!ākata Randy āiyya iya ini juga aku pegangi sudah cepat lakukanā Doni semakin erat mendekap tubuhku. Cerita dewasa ini di upload oleh situs
Lalu suntik itu menusuk tanganku membuatku berteriakā aaahhhā tiba tiba kepala seperti pusing dan berkunang kunang tidak karuan kurasakan diriku mulai melemas dan terbaring di matras tak sadarkan diri setelah Doni seperti membiuskuā¦
Keesokan harinya aku terbangun kurasakan kepalaku pusing sekali badanku juga pegal2, lalu tiba tiba aku melihat tanganku ada sebuah gambar dengan mata yang masih sayu sayu aku berusaha membuka mataku dan betapa terkejutnya diriku melihat tanganku penuh tato dan tidak itu saja seluruh badanku juga penuh tato kecuali leher, telapak tangan, telapak kaki.
Tidak tato saja kurasa di lidahku terdapat seperti benjolan setelah ku lihat ternyata di ldahku sudah terpasang tindik seperti barbel serta area intimku kini bersih tidak berbulu mereka juga memasangkan tindik di klitorisku juga memasangkan tindik puting payudaraku..
Cerita Sex Terbayang Bayang Oleh Masa Kecil
Aku menangis melihat tubuhku penuh tato dan tindik Kemudian datanglah Doni menhampiriku āHahahaha wah sudah bangun ternyataā ledek Doni kepadaku.. āKenapa kau lakukan ini kepadaku, dasar manusia biadabā cercaku sambil menangis ke Doni Lantas Doni menampar pipiku āPLAAKKā āDiam kamu ini sebagai hukuman agar bu ira bisa menjadi pelacur, ngerti ibu guru pelacurā hardik Doni⦠ātidaak aku bukan pelacur lepaskan akuā kataku sambil menangis tersedu sedu.
Lalu dengan keras Doni memukul perutku sampai aku merasa muntah dan memegangi perutku ā heeehh..!! He..!! kamu itu jangan melawan ya atau nanti aku bunuh kamuā dengan perasaan marah Doni mengancamku aku pun cuma bisa mengiyakan apa maunya, setelah itu datanglah Randy untuk memberikan bajuku kembali yg sudah kusut.. āIni pakai lagi bajumu, ingat permainan belum selesaiā kata Doni.
Bersambung…
Keesokan harinya aku tetap berada di pabrik kosong itu, belum pulang kerumah padahal sudah pas 2 hari..aku melihat diriku yang masih memakai baju gamis yg kusut dan kotor āohh..!! diriku sudah bukan seperti guru ngaji lagi, betapa hancurnya diriku yg di penuhi tato dan tindikā batinku dengan menangis sekeras kerasnya.. Terlihat pintu terbuka dan datang lah Randy sambil membawakan tas besar lalu melemparkannya kepadaku,
aat kubuka ternyat isinya baju seragam ngajiku tapi di dalamnya tidak ada Bh atapun CD ku serta jilbab yang tidak begitu besar dan sedikit transparan. Tiba tiba Doni dtang dan langsung menghampiriku āCepat pakai bu ira bukankah hari ini waktunya ibu mengajarā kata Doni.. āDimana Bh dan Cd ku kenapa tidak adaātanyaku ke Doni kemudian Doni menyuruh Randy untuk memberikan pisaunya ā hari ini bu ira tidak usah memakai bh dan Cdā kata Doni sambil menodongkan pisau kearahku
āAku mohon jangan, aku takut nanti banyak yg melihatādriku memohon ke Doni agar tidak melakukannya āSudah jangan membantah pakai saja itu terus berdandanlah yang cantik bu guru lonteāhardik Doni kepadaku
Doni menunjukkan tempat kamar mandinya menungguku di halaman luar, Setelah mandi aku kembali ke ruanganku di sekap kulihat ada kaca besar kuberanikan diriku untuk mengaca membuka gamis kusutku terlihatlah tubuhku yang penuh tato dan tindik tidak terasa air mataku menetes, kulihat puting dan klitorisku terasa sangat sensitif hanya dengan sentuhan tanganku karena tindik itu.. lantas aku mengambil baju dan rok panjangku dan memakainya lalu duduk di kursi untuk merias wajahku,
Baru saja aku duduk terasa daerah intim ku terasa sangat terangsang karena tergesek, bahkan dengan duduk saja kurasa vaginaku sudah basah apalagi di tambah dadaku yang tidak memakai Bh membuat putingku tergesek kain baju seragam yang menambah rangsangan pada diriku..
Aku pakai jilbab yang hanya di jepit dengan jarum membuat bagian bawah leherku terlihat sedikit tatonya lalu aku berkaca terlihat payudaraku menggantung di balik seragam di tambah celah di lengan yang membuat tato di tanganku terlihat saat ku angkat lenganku kuputuskan untuk mengambil kain legging khusus tangan di tas dan kupakai, Lalu aku berkaca sekali lagi sungguh diriku terlihat seperti pelacur yang berpenampilan guru dengan jilbab yang sedikit transparan juga tidak memakai bh dan cd.
Setelah selesai merias wajah selanjutnya aku mengambil lipstik lalu mengoleskan ke bibirku kemudian aku teringat tindik di lidahku seketika juga aku membuka mulutku dan terlihatlah tindik di lidahku yang membuatku khawatir karena waktu ku coba untuk bicara saja sedikit kelihatan tindik di lidahku apa lagi nanti saat mengajar di pengajian yang mayoritas anak anak dan remaja,
Belum selesai aku bergumam akan kecemasanku Doni membuka pintu memberitahu untuk cepat karena juga kulihat di jam sudah waktunya diriku mengajar..ā Wihh..!!! cantik sekali rupanya bu ira iniākagum Doni ke diriku yang sudah selesai berdandan, seketika juga Doni langsung menarik tanganku untuk bergegas menuju mobilnya.
Di luar Randy sudah siap di dalam mobil lalu keluar dan membukakan pintu mobil untuk Doni dan diriku ā Edan..!! cantik banget ini guru ngaji semok lagiā kagum Randy saat melihatkuā¦kemudian Doni cuma membalas dengan senyum bangga menyuruh Randy untuk langsung cabut menuju ke tempatku mengajar, sebelum sampai di tempat mengajar di dalam mobil Doni mendekatiku dan membuka kancing baju di dekat leherku sehinggan terlihatlah gambar tatonyaā¦ā
Bu ira jilbabnya jangan di taruh pas dadamu taruh saja di belakangā Doni sambil merubah posisi jilbabku yang tadinya menutupi payudaraku di sibak ke belakang sehingga menambah tato di bagian bawah leherku terlihat di tambah payudaraku yang tidak terbalut Bh semakin terlihat mengantung. āhahahaha begini baru bagusā tawa Doni sambil menyibak posisi jilbabku agar kebelakang..
āTolong jangan aku takut nanti murid2 ku melihat diriku yang berpakai tidak sopanā aku memohon agar Doni tidak melakukannya karena takut murid2ku melihat diriku berpakaian yang cukup menggoda, āhahahaha memang begitu tujuannya, bu ira harus terlihat menggodaā kata Doni yang membuatku khawatir, seketika itu pula Doni memukul perutku karena aku mencoba untuk memakai masker untuk menutupi tindik di lidahku yang membuatku merasa kesakitan lagiā¦
āKurang ajar siapa yang suruh kamu memakai masker heh..!! jangan di tutupi biar nanti orang bisa melihatā hardik Doni tak luput juga Doni mencekik leherku yang membuatku sesak napas, ku coba untuk melepaskan cekikan tangan Doni semakin aku ingin melepas napasku semakin sesak lalu aku pun membuka mulutku terlihatlah tindik di lidahkuā¦
āDengar ya lonte hari ini kamu nurut saja apa kataku atau aku bunuh saja kamu di siniā hardik Doni dengan nada tinggi penuh amarah yang membuat mengiyakan perkataannya seketika Doni melepaskan tangannya dari leherku.
Kemudian Randy memberikan earphone jarak jauh ke Doni lalu Doni memberikan earphone jarak jauh kepadaku untuk memasangnya di telingaku, āpakai ini bu ira, hari ini bu ira akan kami pantau dari dalam mobil dengan earphone ini kami akan mengkomando bu ira ākata Doni aku pun menuruti apa kata Doni menaruhnya di telingaku lalu kututup kembali jilbabkuā¦
Sekitar 10 menitan kami bertiga sampai di depan tempatku mengajar, Randy menaruh mobilnya sedikit jauh dari tempat ku mengajar, sebelum turun Doni menahan diriku untuk tidak keluar dulu dan memberitahuku bahwa mereka berdua akan mengawasi dari dalam mobil jadi kalau aku berani memberitahu siapa mereka sesungguhnya maka di pastikan aku akan di bunuh atau di telanjangi di situ.
Aku hanya bisa mengiyakan tanda setuju lalu aku membuka pintu mobil dan melangkah keluar dengan rasa khawatir dan was was akan gaya berpakaianku yang membuat orang tergoda selangkah demi selangkah aku berjalan menuju tempatku mengajar yang hanya berjarak 2 rumah, akhirnya sampailah ke tempat diriku mengajar ngaji..baru masuk halaman tempat mengajarku sudah di lirik diam2 sama penjual makanan ringan yang biasanya berjualan di sekitar situā¦
Mata mereka seperti memperhatikanku yang kini berjilbab terbuka tidak menutupi dadaku apalagi payudaraku yang terlihat mengantung di balik seragam dan lidah bertindikku yang hanya bisa ku sembuyikan saat aku tidak membuka mulutku saat berbicara atau sekedar membuka, perasaan was was terus menyelimutiku satu satunya yg bahaya adalah bagian bawah leherku yang sedikit terbuka memperlihatkan tato yang para preman itu lakukan padaku..ābu iraā kudengar ada suara yang memanggil namaku dari depan yang membuatku terkejut adalah karena asal suara itu berasal dari salah satu wali murid sebut saja namanya bu laili.
Aku hanya bisa berdiam di tempat dan khawatir tiba tiba earphone di telingaku berbunyi tanda para preman itu akan menyuruhku melakukan sesuatu..āsrreeekkk srreeekkā¦Bu ira kenapa berhenti cepat hampiri ibu itu, cepat jangan membantah atau nyawamu jadi taruhannyaāancam Doni untuk memaksaku menuruti perintahnya, dengan sekuat tenaga aku kuatkan diriku untuk menghampiri wali murid itu.
Sampailah aku di hadapan wali murid itu perasaan was was khawatir semakin menyelimutiku seketika bu laili melihatku seperti heran melihatkuā¦ā bu ira tumben kok make up nya cantik sekaliā kata bu laili seraya melirik ke jilbab yang kupakai, memang bu laili ini di desa orangnya terkenal sombong,iri, dan suka gosip di manapun itu ya mungkin karena statusnya di desa adalah istrinya seorang juragan berasā¦aku hanya bisa tersenyum menanggapi perkataan bu laili takut kalau ku buat biacara tindik di lidahku akan terlihat tidak itu saja bu laili juga berbicara banyak ke padaku tentang hal lain yang membuatku hanya bisa membalas dengan anggukan dan senyuman
āBu ira kok dari tadi saya ajak ngomong cuma diam saja ada apa buā dengan judas bu laili melantangkan suaranya menambah takut di wajahku lalu datanglah anak bu laili yang terkenal nakal di pengajian sikapnya tidak jauh beda sama ibunya hanya saja anakanya suka usil susah di atur anaknya bu laili panggil saja Roni remaja berumur 15 tahun yang terpaksa mengaji di tempatku mengajar karena dorongan ibunya..
Tak kala anaknya datang bu laili membalikkan badan ke belakang karena ibu2 lain menyapanya dan mengjaknya nge rumpi baru juga nelihatku Roni langsung menatapku dan memperhatikan penampilanku sampai sampai tatapannya tidak hentinya memandangiku.. di kekhawatiranku earphone di telingaku kembali berbunyi ābu ira lihat itu muridmu seperti tertarik kepadamu, sekarang lebih buka kancing di bawah lehermu agar tato indahmu bisa terlihat oleh dia jangan lupa ajak dia bicaraā sreeekk clleekk..
Suara kembali mati diriku seperti tersambat petir mendengar perintah dari para preman itu, ku tahu Roni sejak dari dulu sering curi2 pandang ke padaku.. hatiku semakin deg deg an rasa was was semakin menyelimutiku akan tetapi kalau tidak menuruti perintah preman itu diriku berada dalam bahaya,
Aku beranikan menyanggupi perintah mereka sambil ku lirik Roni kancing di leher ku lepas jilbab semakin ku sibak ke belakang kupanggil Roni yang di tinggal ibunya⦠ā Assalamualaikum Roni ada apa kok dari tadi lihatin bu iraā tanyaku ke Roni yang seketika itu juga kaget melihat penampilanku yang terbuka
āEhhā¦!! Bu ira kok tumben ngajak ngomong aku biasanya cuma memarahaiku sajaā terlihat mata Roni tertuju menatap ke bagian dadaku yang terbuka 2 kancing membuat sebagian tato bergambar di dadaku terlihat
āEh.. Iya cuma mau bilangā¦ehā seketika aku berhenti sejenak karena mendengar suara di telingaku
āada apa ibu guru lonte cepat goda diaā kata para preman itu yang membuatku terpaksa melakukannya
āEh.. gini Roni harus masuk ngaji ya kali karena buat kenaikan kamuā dengan sedikit menunduk aku memberitahu Roni di akhiri dengan senyumanku.
āBu ira apa itu di lidahnya bu ira kok seperti terlihat ada benjolanā lirik curiga Roni ke arahku.
Dadaku seperti sesak mendengar perkataan Roni mungkin saja sudah menyadari betapa nakalnya penampilanku saat ini
āEmmmā¦tidak ada apa2 kok, Bu ira lagi ngemut permenā aku beralasan sembari tersenyum ke arah Roni.
āPermen atau permen bu kok kelihatan abu abu mengkilap heheheheā goda Roni sambil tersenyum nakal kepadaku
Doni dan Randy mendengar percakapan kami dari earphone mereka lalu menyuruhku melakukan sesuatu, menyuruh Roni untuk 1 ruangan saat mengajar nanti karena yang ku tahu Roni itu anaknya nakal, susah di atur, terlihat mesum.. tidak menunggu lama aku pun melakukan apa yang di suruh oleh para preman itu dengan terpaksa.
āRoni nanti 1 kelas ya di ruangan tempat bu ira mengajarā dengan ragu ragu aku mengajak Roni untuk belajar bersama di ruangan tempatku mengajar.
āSiap bu guruā¦nakalāsambil berlalu meninggalkanku.
Kata kata terakhir Roni itu terdengar pelan di telingaku tapi jelas dia mengatakan bu guru nakal apakah dia sudah tahu bahwa ada tato dan tindik di lidahku.. Di saat itu juga Doni memberiku arahan lewat earphone sebelum masuk kelas harus cepat cepat masuk ke kamar mandi cewek kulihat sepi lalu ku kunci pintu depannya kemudian Doni menyuruhku untuk berdiri di depan cermin dan membuka kancing seragamku, aku melaksanakan perintahnya lalu ku buka baju mengajarku terlihatlah diriku yang tidak memakai Bh dengan puting yang bertindik dan tatoā¦
Setelah puas menyuruhku membuka baju Doni memberi perintah agar legging di tanganku di lepas tidak itu saja kaos kaki yang kupakai juga harus di lepas, meskipun seragamku berlengan panjang dan rok panjang tapi tetap saja akan kelihatan saat melakukan aktivitas tidak menunggu lama bajuku kembali ku tata seperti sebelumnya legging sama kaos kaki ku masukkan kedalam saku lalu ku beranikan diriku keluar.. Entah apa yang akan terjadi padaku selanjutnya
Setelah itu aku berjalan keluar area kamar mandi dan ku lihat jam sudah menunjukkan waktunya mengajar selangkah demi selangkah aku berjalan menuju ruang mengajarku perasaan was2 serta khawatir semakin menyelimutiku di tambah nanti Roni murid yang paling nakal 1 ruangan denganku..ābagaimana nanti aku mengajar sedangkan di lidahku ada tindiknyaā batinku seraya menuju kelas,
Tidak menunggu lama sampailah aku di ruanganku mengajar lalu membuka pintu kelas āAssalamualaikum, anak2ā³dengan gugup kuberanikan diri untuk mengucap salam..ā Waalaikumsalam Bu iraāsambut murid murid lain sedangkan Roni hanya melirik tajam ke arahku dengan wajah yang mencurigakan seketika aku berusaha tidak memperhatikan si Roni dan melanjutkan kegiatanku.
Lantas aku menyuruh mereka untuk mengaji bersama sambil ku tuntun mereka, kadang saat aku menoleh kedepan terlihat murid laki laki sedang memandangiku yang mungkin gaya berpakaianku vulgar.. tidak terasa sudah 30 menit murid2 ku aku suruh mengaji bersama sampai 1 murid menanyaiku yang sedang melamun mengingat kejadian sebelumnya ā Bu..Bu ira halo..!!ā salah satu murid memanggilku.
āOh..eeehh..!! Iya sampai mana tadiā jawabku dengan gugup dan tak teratur. ālah kok sampai mana sih bu kan sudah 30 menit lebih kami ngaji bersama, bukannya nanti maju 1 per satu ke depanā jawab salah satu muridku yang membuatku berhenti dalam lamunanku.
āO iya lupa Bu ira ya udah ayo kita mulaiā jawabku dengan senyum. āBu ira lagi banyak pikiran yaā ucap muridku. āIya akhir2 ini bu ira banyak pikiran, maaf ya jadi gk konsen ngajar kamuā kataku untuk meyakinkan. āIya buā kata murid itu yang kulihat lebih memperhatikan dadaku.
Semua murid ku suruh untuk maju satu per satu ke mejaku guna mengajari lebih detail.. Setiap aku membuka mulutku kadang ada salah satu yang memperhatikan mulutku dan ada juga sampai tidak fokus karena melihat dadaku yang terlihat sedikit gambar tato sampai2 tanganku tidak ku julurkan ke depan atau ku taruh di meja karena takut terlihat oleh murid2 ku, saat masih mengajar murid di mejaku tiba2 earphone di telingaku berbunyi lagi tanda sesuatu yang buruk akan menimpaku āseerrkk.. halo ibu guru lonte kelihatannya tadi ada salah satu muridmu yang tertarik padamu.
Nanti ajak dia ke gedung belakang tempatmu mengajar Hahaha haā¦ingat kalau sampai tidak Bu lonte lakukan atau nyawa kamu akan saya bunuhā ucap Doni ke diriku seketika itu juga membuatku termenung akan perintah yang di maksud Doni adalah si Roni⦠Tidak menunggu lama murid yang tadi maju selesai sekarang waktunya aku memanggil Roni pertama kubiarkan dulu murid murid lainnya bercanda dan bermain terus dengan terpaksa aku harus melakukan hal yang tidak ingin kulakukan.
Aku pun berdiri dan menghsmpiri tempat duduk Roni āRoni kamu lagi apaā tanyaku ke Roni. āGk lagi ngapa ngapain, kenapa emangnya bu ira kok tumben kesiniā jawab Roni kediriku. āeh.. Apa yaā¦ayo nanti habis pulang ngaji ikut Bu ira ke belakangā dengan ragu aku mengucapkan kata kata itu sambil mengigit bibirku.
āHahahaha memangnya ada apa Bu ira kok dari tadi kulihat ada yang aneh sama bu iraā ejek Roni sambil memandangiku.
āApanya yang aneh emangnya bu ira rasa tidak yang anehā Ktaku mulai khawatir akan mimik wajah Roni.
āHahahaha permennya awet ya bu gk habis2 dari tadi mengkilap lagiā tawa Roni sambil menyindirku. āPermen apa sih yang kamu maksud, sudah ikut saja nantiābantahku Ke Roni.
āBaiklah bu ira sayang saya akan ikut hahahahaā dengan senyum mesum Roni kepadaku. Sekitar 5 menitan jam mengajar ku sudah selesai waktunya untuk pulang, ku persilahkan semua murid untuk menghadap ke tempatnya Roni duduk karena dari tadi aku belum pindah kedepan lalu ku suruh semua murid untuk baca doa bersama Sedangkan Roni tetap menatapku yang berada di sebelahku. Sesudah itu semua murid pulang tinggal Roni dan aku di ruangan, Roni kelihatan diam saja entah apa yang di pikirkan nya..
Kemudian aku menyuruh Roni untuk keluar duluan nanti ku susul di belakang gedung, ketika aku sudah keluar dari kelas earphone di telingaku berbunyi lagi kali ini para preman itu akan datang juga ke belakang gedung menambah ketakutanku.. tidak memerlukan waktu lama aku hampir sampai ke belakng gedung yang sepi dan kulihat Roni sudah ada di sana ku hampiri dia yang berdiri dekat sofa rusak ..sesampainya di sana kulihat sekitar tidak ada orang yang lewat keadaan sangat sepi..
Tiba tiba aku di kagetkan oleh suara dari seseorang di belakangku yang tidak lain adalah Doni dan Randy āHalo Bu guru lonte kenapa kagetāceloteh Doni sambil menatap ke arahku dengan pakaian jilbab ya yang tersingkap kebelakang. ā Jadi siapa nama muridmu ini Bu guru lonte ā Tanya Doni sembari pindah ke sampingku.
āDi.. di.. aa namanya Roniā jawabku pada Doni yang sedang asik mengusap punggungku membuat Roni bertambah curiga. ākalian ini siapa, apa benar Bu ira ini seorang lonteā tanya Roni kegirangan ke mereka sedang Randy juga pindah posisi di sampingku.āIya gurumu ini adalah seorang lonte kalau tidak percaya lihat lidahnyaā hardik Doni dengan senyum sumringah ya lalu mereka mengajakku masuk ke dalam gudang tua yang sudah lama tak terpakai, sesampainya di dalam aku di seret lalu Doni berada di belakangku memegangi tubuhku..
āBu ira cepat perlihatkan pada Roni siapa dirimu iniā ucap Doni menyuruhku untuk membuka baju⦠āTidak tolong jangan di hadapan muridkuā diriku memohon untuk tidak melakukannya tapi apadaya Doni langsung meminta Randy untuk memukul perutku sekeras kerasnya ābuukkkā āeh..!! Hoeewwkkā aku langsung muntah merasakan pukulan Randy di tandai rasa sakit di perutku tidak itu saja tangan Randy kemudian masuk ke dalam mulutku lalu menarik lidahku keluar yang membuaku mual ..āLihat Roni di lidahnya terdapat tindik sungguh guru lonte Hahahahaā ejek Doni sambil randy memperlihatkan lidah bertindikku
āTernyata bu ira bertindik di lidah makanya dari tadi banyak diamnyaā kata Roni dengan gembira⦠tidak berhenti di situ Randy dengan paksa membuka semua kancing bajuku lalu Doni membuka bsju ku lebar2.. āLihatlah Roni betapa binalnya gurumu iniā Ucap Doni sambil membuka bajuku lalu membuagnya ke lantai dan kini terlihat tato dan payudara bertindikku Roni kembali di buat terkejut saat menikmati keindahan tubuh ku yang selama ini dia inginkan dari dulu⦠ā
Anjing.. ternyata Bu ira badan nya penuh tato di tindik lagi putingnyaā celoteh ya padaku yang masih setengah telanjang .. Kemudian Doni menyuruh Roni untuk memperkosa ku tidak menunggu waktu lama Doni melepas rok dan jilbabku sehingga membuatku telanjang dengan mempertontonkan keindahan tubuhku āLihat Roni gurumu ini sebenarnya adalah pengabdi satan, lihat simbol dan gambar tato di tubuhnya Hahahaā sambil Doni merebahkan tubuhku lalu membuka lebar lebar kaki ku sehingga terlihat vagina ku yang tidak berbulu sekaligus klitoris bertindik ku.
āWah..bangsat ternyata selama ini bu ira adalah seorang pelacur pengabdi satan dan tidak memakai bh sama cd lagi selama mengajarā ucapnya kegirangan melihat pemandangan indah di vaginaku yang bertindik. āIya gurumu ini adalah seorang pelacur sekaligus pengabdi satan, lihat saja bagian kelaminnya tatonya bergambar iblis yang membuka mulutnyaā kata Doni sambil memegangi kakiku.
Tanpa ada keraguan sedikit pun tangan Roni mulai meraba area intim ku saat meraba area intim ya dari tadi tertutup rok panjangku Doni terkejut dirinya merasa Roni ini seperti berbakat untuk di ajak bergabung menjadi anggota gengnya dengan semangat menggelora Roni seketika takjub dengan pemandangan area intim ku yang begitu indah vagina tak berambut dengan sebuah tindik di klitoris ku membuat Roni terkesima ditambah sebuah tatto di dekat vagina āBergambar iblis membuka mulutnyaā membuat heran Roni hingga menggeleng geleng kan kepala ya seakan tak percaya dengan penampilan tertutup dan agamis dari gurunya dari luar berbanding terbalik dengan apa yang ada di dalam ya.
Aku terlihat seperti seorang pelacur yang berpenampilan guru syari apalagi Doni menyebutku sebagai pengabdi satan. ā wah ternyata dugaanku benar bu ira ini bertindik di lidah dan di daerah sensitifnya heheheheā ucap Roni sembari mulai meraba vaginaku ⦠āCccckkk⦠Ccckkkkā¦.ccccckkkājari-jari tangan Roni mulai mengobok obok vagina ku yang terlihat sedikit mengaga karna beberapa kali di masuki penis super jumbo Doni dan Randy sebelumnya .ā aaaawwww dasar nakal bu ira ternyata sampe dower begini memeknyaā umpat Roni sambil terus mengobok obok vagina ku yang kini tak berdaya akibat Doni yang memegangku sangat erat.
Sambil Roni mengobok obok vagina ku satu. āNikmati saja Roni keindahan tubuh guru lacurmu ini, jangan khawatir kalau sampai dia tidak nurut akan kita hukumā ancam Doni kepadaku kalau aku berani melawan perlakuan Roni. āSiap broā jawab Roni Melihat pemandangan indah tersebut membuat Roni bertambah kagum karna dari dulu aku kelihatan alim dan sopan namun memiliki payudara yang begitu besar dan bokong besar . ketika Doni menarik rambutku seketika membuatku kesakitan ā lihat bu ira muridmu sangat bernapsu padamu ā kagum Doni sambil meraba payudara bertindik ku…
Semakin lama vagina ku terasa semakin basah lantas Roni berinisiatif bersimpuh di depan selangkangan ku yang kini dalam posisi mengangkangā¦ā ssssrrruuuupppll ssssrruuppppā lidah Roni mulai menjilati area vagina bertindik ku ..āhhhhhhmmmmzzzzz hhhhhhmmmmzzzzz sssrruuuuppp ā terlihat Roni begitu pandai memainkan vaginaku yang sudah basah terkadang juga Roni dengan sengaja menggigit klitoris ku yang bertindik ā¦Doni hanya bisa tertawa melihat ku terangsang dengan perlakuan muridku ā Anjing enak sekali vagina Mu Bu iraā ucapnya.
Lalu Roni kembali memasukan 3 jari ya kedalam vagina ku .. ā crokā¦crookk ..crrrookkā dengan irama yang kencang Roni mengocok vagina ku dengan ke 3 jari yaā¦tapi vagina ku yang terasa longgar membuat Roni lantas mengepalkan tangan ya dan kembali memasukan kepalan tangan ya ke vagina ku yang kini mulai longgar akibat dari Doni dan kawannya yang memiliki penis ukuran sangat besar. .ā
wowwww longgar sekali vagina Mu Bu ira dasar guru lonte ā ucap Roni sambil mengobok vagina ku dengan kepalan tangan ya yang kini sudah terbenam semua dalam vagina ku⦠āHahaha ternyata kamu punya bakat ya, bagaimana kalau kamu Roni jadi anggota kami sajaā ajak Doni kepada Roni. ābenar kah itu, woww bagus dongā kagum Roni.. Selang beberapa saat terasa kedutan di vagina ku yang menandakan diriku akan mengalami orgasme..
Aku pun merasakan orgasme yang luar biasaā seeerrrrrr sssseerrrrrrrrrrr seeeeeerrrrrrrrrr aaaahhhkkgg aaakkkuuu kkkeeellluuuaarrr crreett ccrreettā di ikuti air orgasme dari vagina ku menyemprot sangat banyak hingga mengenai wajah Roni.ā uuuuhhhhhhh dasar guru lacurā umpat Roni lantas berdiri. ā Permainan masih belum berakhir Bu ira ā seru Doni seraya memposisikan tubuhku menungging dimana Doni kemudian membuka celana ya dan terpampang lah kini penis besar ya kemudian memasukkan penis besarnya kemulutku sampai penuh ā Hmhhpppmmgh ogghhhhghh ā
Desahku kelabakan menahan penis besar Doni lalu memaju mundurkan penisnya secara kasar membuatku tersedak berulang kali āHAHAHAHAHAHA eghh..!!!! uugghhā¦!!! enak sekaliā dasar guru lonte ā hardik Doni sembari menarik rambutku sedangkan Roni juga bersiap siap dengan penis nya yang sudah sangat tegang dengan ukuran yang cukup besar āBbbbbbbbllllleeeessssssā AAAAAAAHHHHHHHCCCCHHHHHā lenguh Roni mana kala penis ya di masukan dalam vagina ku yang sedang menungging ..ā
Aaaaahhh aaahhhh hhhmmzzzz eeennaaakk sseekkkaalllii memek mu Bu iraā erangan Roni merasakan nikmat dari vagina ku yang sedang iya genjot dengan tempo tinggi āplook pllook pllok PPPLAAAKKK PPPLLLAAKKā sesekali tangan Roni menampar nampar pantat ku sambil terus menggenjot vagina ku⦠āOuuuh yesss nikmat sekali Bu guru lonte ā racau Doni sambil merem melek merasakan kulumanku dengan penuh nafsu.
Doni merasa keenakan di tambah tindik di lidahku yang menggesek Batang penis ya ā Muuaachh eehhghhā seketika tanganku mulai mengocok penis Doni sambil mengulumnya membuatku lupa diri akan keadaan sekitar sedang penis Roni yang masih belum terpuaskan semakin menambah irama genjotannyaā¦ā ooouuuhhh yeeesssss Bu lonte enak sekali vagina Mu ā PLLLAAKKK PPPLLAAK PPPLLAAAK PPPLAAKā Cerita dewasa ini di upload oleh situs
Tamparan yang begitu keras di pantat ku oleh Roni sambil mulai menggenjot vagina ku⦠ā oouuuhh ooouuhhh aaaahhhhhā plok plok plok plok ā suara erangan dan genjotan Roni menikmati tubuh ku dalam keadaan menungging, air mata menetes deras di pipiku tapi perasaan nikmat mulai menyelimutiku membuatku menikmati oerlakuan mereka berdua.. Tangan Doni mulai memaju mundurkan pinggulnya lebih keras yang kini lebih masuk je tenggorokan ku āogggghhhhffgg hhhoooewwweeekkk ogghhhffggā aku tersedak karena Doni begitu keras mengayunkan pinggulnya…
Sehingga kini diriku mendapatkan dobel penetrasi⦠āoouuh yesss oouhh nikmat āerangan Roni dengan kecepatan tinggi menggenjot vaginaku. Lalu ku rasakan diriku mengejang tanda orgasme di barengi dengan semakin cepatnya genjotan Roni dan akhirnya āaaaaahhhhh aaaahhh aakkuu kkeelluuuarr oouuhhcccrrrot crrrottt crrrot ā sperma Roni menyembur di vaginaku ā ppploopā suara saat penis ya di cabut diikuti lelehan sperma yang mengalir keluar dari vagina ku ā¦.
Lantas Doni tiba tiba lebih membenamkan penis besarnya sampai mengenai tenggorokan ku lalu memoercepat tempo pinggulnya membuatku menepuk nepuk pinggulnya agar cepat2 mengeluarkan penis besarnya tapi hal itu tidak di gubris oleh Doni yang sudah terlelap dalam nafsu, tidak menunggu lama āaghhhā¦.!!! terima ini guru lonteā desah Doni karena orgasme sehingga menyemburkan spermanya langsung ke tenggorokanku āemmgghhgh hhhooowweeekkk aghhkkkā
Aku langsung tersedak tapi dalam keadaan mulutku masih di sumpal penis besar Doni yang berdiri tepat di depan ku lalu mencabut penis besarnya dari mulut ku āplooppā dengan sisa sperma yang masih ada Doni cepat2 menutup mulutku ⦠ā sekarang cepat telanā Hardik Doni membungkam mulutku.. āemgghhā jawabku sambil menggelengkan kepala āplaakkā sebuah tamparan keras mengenai pipiku ācepat telan atau beri hukuman yang lebih beratā ancam Doni hingga dengan terpaksa sisa sperma di dalam mulut ku telan⦠āHeeeeghhh emmgghh gleekkā dengan menangis aku menelan sisa sperma Doni.
Cerita Sex Rejeki Anak Pemalu Alias Kuper
Setelah puas dengan perlakuannya padaku kini diriku terkulai lemas sambil menangis dan Roni kembali berdiri lalu mendekatiku sambil membawa Hp. ā hemmmmzzzz waktu ya ambil kenang kenangan neh ā ucap Roni sambil mengeluarkan HP dan mulai memotret tubuh ku yang masih terkulai lemas.. Dari mulai wajah,payudara besar bertindik hingga vagina tanpa rambut yang bertindik di bagian klitoris ku yang menjadi objek pemotretan Roni.
Tak lupa tattonya juga di foto oleh Roni setelah puas memotret tubuh ku lantas Doni menghampiri Roni⦠ābagaimana he..sudah puas menikmati guru lontemu iniā tanya Doni masih berada dalam keadaan telanjang .ā hahahhaha tentu sajaā tawa Roni sambil kembali memakai bajunya, dengan keadaan lemah aku di bawa oleh Doni dkk menuju mobil dalam keadaan cuma tertutup kain entah kemana kali ini mereka akan membawaku karena kulihat juga salah satu muridku ikut bersama Doni dan Randy.
Bersambung…
Setalah kejadian tadi aku kembali tidak sadarkan diri saat kutahu aku sudah ada di dalam mobil bersama Doni, Randy dan salah satu muridku dengan berat ku coba untuk membuka mata melihat sekitar dari kaca mobil yang kulihat sudah malamā¦ā ohooo..lihat teman2 lonte kita sudah bangunā ucap Doni yang mengetahui kalau aku mulai sadar, Doni dan Roni ada di kursi belakang dengan posisi aku di tengah sedangkan Randy ada di depan bagian sopir mereka lalu melihatku dengan wajah senang dan tertawaā¦
Malam itu aku di antarkan mereka entah kemana karena aku tidak tahu jam berapa sekarang. sepanjang perjalan Roni terus memuji keindahan dan kesemokan tubuhku yang duduk di samping Doni dengan pakaian gamis sudah kusut yang sengaja Doni berikan pada ku karna pakaian seragam mengajarku yang sudah basah dan juga robek karna ulah Doni dkk.
Sedangkan Doni di belakang kulihat mulai sibuk dengan hp nya.Tak henti hentinya Roni memuji keindahan tubuh ku yang di anggapnya masih sexi bahkan sesekali Roni tak sungkan untuk meraba payudara ku yang tidak memakai Bh terlihat cukup bernapsu padahal tadi dia sudah menyetubuhiku mungkin karena sisa birahi yang belum tertuntaskan .ā
Wah saya sungguh kagum dengan keindahan tubuhmu Bu ira ā ucap Roni seraya meraba payudara dari balik gamisku. ā saya tak menyangka dibalik sosok kamu yang tertutup menyimpan sejuta kejutan hahahahhah ā sambung Roni seraya meremas payudara ku yang membuat ku mendesis ā sssshhhhhhhsssssshhhh ā aaaahhh jangan sudah Roni ā ucap ku saat payudara di remas oleh tangan Roni yang terlihat bernapsu..
Kemudian Doni menyuruh Randy untuk berhenti di sebuah tempat yang sepi dan suasana nya sangat terlihat pedesaan tidak ada 1 orang pun yg lewat penerangan jalan tidak ada cuma terdapat lentera yang di ikat ke bambu. āKita ada dimana ini Doniā tanya ku yang memperhatikan sekitar dari dalam mobil.
āKami akan membawamu ke seseorang ā ucap Doni seraya memandangku dengan tatapan misterius dan mengajak Roni yang masih meremas payudarakuā Roni ayo ikut jangan main terus sama guru lontemu ini ā seru Doni pada Roni yang menyuruhnya untuk pindah tempat dengan diriku dan kulihat berunding tentang sesuatu.
Selang beberapa waktu akhirnya mobil kembali berjalan semakin kedalam pedesaan hingga suatu ketika mobil yang di kendarai kita tiba di suatu rumah yang cukup kuno di desa tersebut. Randy lantas bertanya ke Doni āapakah betul itu rumahnyaā Doni cuma mengangguk kan kepala tanda mengiyakan, di rumah itu cuma di terangi dengan lentera yang sama seperti di jalan yang membuat suasana di sekitar menjadi remang2.. sebelum Doni dan lainnya mengajak ku keluar dimana ku lihat ada sebuah mobil yang terparkir di situ yang terlihat tidak asing bagiku.
Tidak menunggu lama Doni bersama Roni mengandeng tanganku lalu membuka pintu mobil untuk mengajakku keluar di dalam hati aku sedikit takut mau di apakan lagi diriku kali ini, kami bertiga berjalan menuju rumah kuno itu sedangkan Randy mau memparkirkan mobilnya dulu, sambil berjalan kulihat suasana dekat rumah yang di tumbuhi pohon2 besar dan banyak semak2 serta tumbuhan liar hanya lampu di rumah kuno itu saja yang ada penerangannya berupa lentera..
Tidak berselang lama akhirnya kita sampai di depan rumah kuno itu dan masuk ke teras depan pintu pas Doni mulai mengetuk pintu tanpa ragu ātok tokā tiba tiba pintu terbuka saat seorang nenek tua dengan pakaian kuno membukakan pintu dengan tawa yang menakutkan ā hihihihi silahkan masuk tuan anda sudah di tunggu di dalamā kata nenek tua menyuruh kami masuk,
Doni dan Roni masuk tanpa ada keraguan sama sekali sedangkan aku sedikit takut tapi apa daya tanganku langsung di tarik masuk oleh Doni setelah masuk kami lalu di suruh menunggu dulu di ruang tamu, si nenek tua kemudian menghampiri Doni dan mengajaknya untuk ke dalam ruangan yang terlihat mencurigakan⦠āRoni tolong jaga lonte ini jangan sampai kaburā hardik Doni ke Roni agar menggantikannya menjagaku tidak kabur,
Terlihat di depan pintu itu seperti ada tulang rusa yang mempunyai tanduk panjang di tambah ada sedikit bulu bulu hitam menambah kesan seram membuatku takut, Roni kulihat tidak berhenti2 ya memandangiku yang hanya memakai gamis dan jilbab di dalamnya tidak memakai Bh sama Cd mungkin karena dia belum puas padahal sudah menyetubuhiku tadi,
10 menit kemudian Doni keluar bersama dengan nenek tua itu dan menghampiri ku..āayo ikut akuākata Doni sembari mensrik tanganku dengan paksa yang di ikuti Roni di belakangku untuk mengajakku masuk kedalam ruangan yang menurutku menyeramkan dengan perasaan yang was2 serta takut diriku kulangkahkan kaki menuju ke dalam ruangan itu ācklek kreekkā nenek tua itu membuka pintu tersebut lalu mempersilahkan kami untuk masuk sedangkan nenek tua itu kembali menutup pintunya⦠Dan betapa terkejutnya diriku karena di dalam ruang itu sudah ada Bu laili istri juragan beras berwatak sombong diam diam memang membenciku serta iri terhadapku yang nampak ya sudah menunggu kedatangan ku.
āBu laili kenapa ada disiniātanyaku dengan nada keras.
āDiam kau dasar guru lonte Hahahaāucap Bu laili sambil tertawa.
Di samping bu laili terlihat seseorang seperti dukun yang dari tadi memandangiku dengan tatapan tajam
āHehehe apa ini orang yang kamu maksudākata si dukun itu ke bu laili.
āIya ini dia orangnyaā jawab Bu ira sambil menunjuk diriku.
Melihat aku yang telah tiba bu laili lalu bercerita ke dukun sambil membisikkan sesuatu, aku berinisiatif membuka pintu lalu kabur tapi tanganku di pegang erat2 oleh Doni yang siap kapanpun memukulku bila aku melakukan hal yg mencurigakan.. lalu si dukun itu menyambut ku dengan wajah sangat ceria ā selamat datang di rumahku, ternyata kamu seorang guru lonte ya hahahaā sahut Si dukun menyambut ku. ā Iya dia adalah guru lonte ā sahut Bu laili sembari menyuruh Doni untuk membuka gamisku yang membuatku meronta ronta di ikuti pukulan keras di perutku ābukkā aku merasa kesakitan dan lemas
āJangan macam macam ya kamu atau nanti aku pukul ā ancam Doni sembari memandangi wajahku ā iya aku mengertiā jawabku sambil berusaha berdiri. lalu Doni dan Roni membuka gamisku dan terlihatlah pemandangan indah dimana ada tato dan tindik di badanku yang membuat si dukun bertambah kagumā waaaahhhh Hahahaha dasar guru lonte dari luar kelihatan syari tapi ternyata dalamnya pelacurā puji Si dukun padaku sembari tangan ya memegang tubuhku dan berhadapan dengan ku.
āHahaha memang ki dia itu seorang lonte cuma di tutup tutupi dengan kealimannya serta pakaiannyaā kata bu laili sedangkan aku menahan malu karna si dukun begitu sangat terlihat tertarik dengan penampilan ku kini. ā ayo sayang kesini āajak si dukun itu untuk duduk di depan mejanya kemudian Bu laili menyuruh Doni dan Roni agar menelanjangiku.
āHahaha apa bu ira tahu yang menyuruh Doni adalah saya karena ingin menjadikanmu sebagai budak sex anakku yang tidak bu ira setujui untuk naik kelas ā lanjut Bu laili menjelaskan padaku sambil memaki ku. Ternyata bu lsili selama ini menyimpan dendam yang sangat dalam padaku.
āDasar kejam, manusia biadabā hardik ku pada Bu laili sembari mata ku melirik ke arah Bu laili.
Mendengar kataku tadi Doni sudah ancang2 mau memukulku lagi tapi di tahan oleh bu laili agar menyuruhnya diam.. āJangan di pukul biarkan saja, habis ini dia akan kubuat jadi lonte buntingā ucap Bu laili sambil memerintah Doni agar tidak memukul ku, si dukun lalu kembali memandangiku ke arah tato ku dan kemudian Bu laili dengan kejamnya menyuruh Doni untuk membuka lebar2 kaki ku sehingga membuat vaginaku terbuka yang memperlihatkan klitoris bertindik ku menambah keyakin si dukun kalau aku adalah seorang lonte. ābagaimana aki pas kan dia untuk di jadikan lonte buntingā kata bu laili ke dukun tersebut.
Doni pun kemudian memposisikan kembali dudukku. Ternyata diam2 Bu laili dan kelompoknya ini sengaja menjebakku karena mereka adalah pengabdi iblis menjelaskan kenapa tato di badanku bergambar tulang kambing dan iblis, yang parahnya lagi Bu laili menjebakku hanya karena anaknya Roni berulang kali tidak naik di karenakan Roni memang susah di ajari dan membandel..
Selang beberapa waktu si dukun mulai meracik ritualnya hingga merapalkan sihirnya kemudian si dukun menghampiriku lalu di oleskannya hasil ritualnya tadi ke perutku setelah itu si dukun berpesan kepadaku kalau dia akan membuatku awet muda tapi sebagai gantinya tiba2 perutku terasa sakit yang tak tertahankan āaaaahhhhā¦sssaaakkkiittā ucapku seraya memegangi perutku yang tiba2 semakin lama semakin membesar seperti terisi sesuatu..
Aku kembali menahan kesakitan di perutku sampai air mata menetes di pipiku kulihat Bu laili dan lainnya hanya menatapku dengan wajah gembira beberapa menit kemudian si dukun memberikan minuman kepadaku yang tanpa pikir panjang kuminum saja yang membuat perutku berhenti membesar tapi seperti orang hamil 7 bulan, aku sangat terkejut melihat perutku tiba tiba sudah seperti orang hamil saja.
āHahaha bagus ki, sekarang kamu bu ira sudah seperti lonte buntingā tawa bu laili pada ku yang sedang duduk di hadapan nya, ku pegang perutku seperti sedang mengandung ku buat duduk seperti tersangga lebih buruknya lagi apa kata orang2 lain nanti saat melihatku yang statusnya seorang janda tapi bunting⦠āPenderitaanmu belum berakhir Bu ira sampai kamu benar2 jadi lonte bunting Hahahaā kata Bu laili menegaskan dengan mimik ceria.
Setelah itu Bu laili menyuruh Doni untuk memakaikan lagi gamisku tapi gamis yang kupakai tidak menutupi kakiku di karenakan terkena perut buncitku Doni dan Roni membawaku keluar ruangan sambil membantuku berjalan, Bu laili kulihat masih berunding dengan si dukun lalu setelah beberapa saat Bu laili menyusul kami di ruang tamu, di ruang tamu kami di sambut kembali oleh seorang nenek tua tadi lalu berpamitan. ā Ayo kita pangsung saja ke gedung yang sudah kusiapkanā celoteh Bu laili sambil melangkahkan kakinya keluarā Terus mobilnya ibu siapa yang bawaā tanya Roni pada Bu lailiā Oh itu,Doni nanti Randy kamu suruh bawa mobilku ya mobil satunya kamu yang nyetirā suruh Bu laili pada Doni sembari mengawasiku saat berjalan kakiā¦
Setelah beberapa saat kami pun sampai di tempat mobil yang satunya lalu Doni menyuruh Randy agar membawa mobil bu laili sedangkan kami bertiga akan naik mobil yang tadi. Doni di bagian depan karena dia bagian menyetir lalu Roni dan Bu laili di belakang dengan posisi aku di tengah, saat naik mobil aku sedikit kesusahan karena mau mengangkat kaki sedikit tersangga perut buncitku yang di bantu sedikit oleh bu laili.
Setelah semua masuk Doni langsung berangkat menuju tujuan yang tidak kuketahui mereka akan membawaku kemana tapi yang jelas penderitaanku belum berakhir ā hhhhmmmmzzzz Roni lihat gurumu sudah seperti lonte bunting habis ini kita akan lebih siksa dia ā kata Bu laili sambil menengok ke arah Roni ysng diam2 meraba pahaku.
āhahaha bagus itu buā jawab Roni kegirangan.
Kemudian Bu laili kembali mengalihkan pandangannya pada ku sambil mengancam āHei Bu ira sekarang kamu harus jadi budak anakku kalau tidak nurut kami akan buat kamu tersiksa lagi, ngertiā ancam bu laili padaku sambil meremas tanganku.
āHemsffhh baikā dengan menangis tersedu2 aku menyetujui perkataan Bu laili.
āOh iya satu lagi kalau Roni atau aku menelponmu, bu ira harus segera melaksanakannya biarpun bu ira lagi ngajar atau lainnya setiap kami menelponmu Bu ira harus segera berangkat, kalau tidak bu ira akan saya hukumā Bu lali kembali memberitahuku dengan nada mengancam agar saat Roni atau Bu laili menelpon aku harus segera melakukannya sungguh aku sekarang seperti seorang pelacur bunting yang harus menuruti semua kemauan bejat ibu dan anak ini,
Sekarang saja aku tidak tahu kemana mereka akan membawaku lagi yang kutahu cuma lampu jalan dan pengendara yang sama2 melintasi jalan.. Kulihat di jendela sepertinya mereka akan menuju desa tempat kita tinggal tapi kemudian Doni mengarahkan mobilnya ke sebuah gedung di sebelah rumah kosong memang rumah itu sudah lama kosong karena pemiliknya sudah menjualnya dan di beli oleh Bu laili,
Doni lalu memparkirkan mobilnya di belakang rumah kosong dan Bu laili lalu membuka pintu mobil sambil mengajakku keluar mobil di ikuti Doni dan Roni dari belakang lalu masuk melalui pintu yang ada di belakang gedung itu.. āSekarang bu ira boleh teriak sekeras kerasnya karena tidak akan ada yang bisa mendengar teriakanmu ākata Bu laili padaku. Suasana malam yang dingin di tambah sepinya jalan yang memang sekarang waktunya orang beristurahat menambah rasa takutku, di depan pintu gerbang terdapat gembok yang masih terkunci di pintu kemudian Bu laili merogoh tasnya dan memberikan kunci gembok itu kepada Doni lalu menyuruhnya membuka pintu
āsreeekkk gleeeddggkkā pintu gedung itu di buka ketika berada di dalam aku melihat suasana sekitar yang terbilang masih bersih untuk gedung yang sudah lama tidak di gunakan yang berhenti beroperasi, tepat di depan gerbang yang terbuka lantas Doni masuk duluan kedalam menghampiri ke arah depan, Bu laili dan Roni menuntunku untuk masuk kedalam dengan mengandeng tanganku lalu Roni kembali menutup pintu dan sampailah kita bertiga di dalam.
ā Doni cepat buka baju Bu ira ā perintah Bu laili.
āBaik nyonyaājawab Doni lalu menghampiriku membuka gamis dan kerudungku dengan mudah karena aku sudah menyerah nurut apa yang akan mereka lakukan padaku meskipun dalam hati aku tidak mau dan ingin melawan tapi ada perasaan nikmat yang selalu menyelimutiku saat mereka melecehkanku. Satu demi satu gamis dan kerudungku jatuh kelantai membuatku telanjang tanpa 1 helai benang pun,
Bu laili menyuruh Doni dan Roni agar melecehkanku lagi tapi kali ini berbeda dari sebelumnya Doni mengambil sebuah suntik besar yang ujungnya tumpul terbuat dari plastik di tangan kanannya sedangkan di tangan kirinya membawa sebuah ember besar berisi air dan menaruhnya di lantai kemudian Doni mengambil sesuatu seperti dildo besar dan panjang dari meja yang di olesi dengan krim yang tidak aku ketahui..
Bu laili mengambil tali lalu memberikannya ke Doni yang memposisikan tanganku ke belakang terus di tali hingga rapat membuatku semakin kesulitan mengatur tubuhku karena aku dalam posisi menungging di tambah perutku yang sekarang sudah buncit membuat susah untuk membungkuk.
āMau kalian apakan aku kali iniātanyaku sambil menangis memohon agar mereka tidak semakin parah menyiksaku.
āHehehe tenang Bu guru lonte kami akan membuatmu merasa puasā jawab Doni dengan wajah senyum menakutkan.
Tiba tiba Hp ku yang di bawa Bu laili bergetar dari dalam tasnya sontak membuat bu laili mengambil Hp itu dari dalam tas, setelah di lihat ternyata ada sebuah telpon untuk Bu ira.
āIni ada telpon untukmu lonte buntingā Hardik Bu laili seraya mendekatkan hp ku ke telinga tapi sebelum itu Bu laili menekan tombol loudspeaker di layar hp yang membuat suara dari orang di hp terdengar oleh semua orang di gudang itu.. āNih cepat ngomong, aku loadspeaker agar kami tahu pembicaraan kalian di teleponā kata bu laili lalu menyodorkan hp di telinga sambil memeganginya.
āIya halo dengan siapa iniāSapa Bu ira
āOh ini saya Bu karim bu, saya mau memberitahukan bahwa besok itu ada acara besar2 an di pengajian kita jam 09.00 pagi dan di harap semua murid, wali murid serta guru di wajibkan untuk ikut semuaā kata Bu karim selaku teman 1 kerja dengan Bu ira yang statusnya juga guru ngaji.
āOh emghff⦠eghhiya Bu karim saya aaahheghh⦠lupa, baik besok saya akan hadirā saat aku mau menjawab telpon Bu karim Doni dengan seenaknya sendiri memasukkan air melalui suntik plastik tadi yang membuat ku sedikit terkejut.
āBu ira ada kok jawabnya sedikit sulitā ucap Bu karim yang kebingungan mendengar nada bicara Bu ira yang sedikit aneh.
āEhghmmff⦠tidak ada apa2 kok bu karim cuma habis kepedasan saja tadi saat makan pedas.
āOh saya kirain ada apa tadi, ya sudah besok harus hadir ya bu, hati hati sama Roni dia soalnya susah di atur bandel dan lagi dia susah buat naik ke tingkat selanjutnyaā kata Bu karim di telefon sontak membuat Bu laili tersenyum menakutkan padaku sambil semakin erat mengenggam hp ku.
āIya Bu karim terima kasih buat nasihatnyaā jawab Bu ira
āHoh jadi besok mau ada acara besar2 an ya di pengajian Hahahaha, bagus kalau begitu pas sekaliā ledek Bu laili sambil kembali memasukkan Hp ku ke dalam tasnya entah apa yang mereka lakukan padaku kali ini.. Saat aku melihat ke atas Bu laili seperti mengkode pada Doni lalu menghampirinya dan membisikkan sesuatu pada Doni semakin membuatku semakin deg2 an, tidak menunggu lama Bu laili membawa sebuah suntikan besar seperti yang di bawa Doni tadisebanyak 9 di meja yang kemudian di berikan ke Doni jadi semuanya ada 10 suntik.
āKamu tahu Bu ira, kami akan mengisi perutmu dengan air sampai penuh lalu akan kami sumbat lubang anusmu agar tidak bisa keluar Hahahahaā Bu laili menjelaskan sambil membawa lagi ember berisi air.
āTidak tolong janganā¦.besok aku ada acara penting, kumohon jangan nanti perutku sakitā Aku memohon sampai air mataku menetes..ātolongā¦janganā aku mulai menangis
Kemudian Roni memasukkan air ke suntikan itu satu per satu sedangkan Doni siap2 akan memasukkan air melalui lubang anusku, aku kembali menangis terus memohon pada mereka tapi tidak di dengar oleh mereka seakan akan tidak punya perasaan belum sempat aku berhenti menangis Doni dengan sigapnya menghujamkan suntik itu ke dalam lubang anus ku āsleeepppruutā āaahh..jjaanggaannnā tiba2 tubuhku seperti merasakan sesuatu yang dingin mengisi perutku, setelah selesai 1 suntikan Doni tanpa berhenti langsung memasukkan kembali suntikan yang kedua yang di ikuti dengan bu laili menarik rambutku keatasā¦
āDasar lonte bunting bisa diam tidakā hardik Bu laili yang marah karena melihatku sampai2 pipiku pun di tampar olehnya membuat ku semakin teriak.. āAaahhghhhfgghh heheggfhhgā¦suuudddaahhh ssaaiiikkkiittā racauku yang semakin tidak tahan menghadapi perlakuan mereka, tidak berselang lama setelah 9 suntikan sudah di masukkan perutku terasa sangat penuh bahkan aku sudah tidak kuat lagi untuk menungging ingin rasanya ambruk tapi dengan sigapnya Bu laili menyuruh Roni untuk menahanku agar tetap di posisi menungging.
Air di lubang anus ku mulai keluar sedikit demi sedikit karena aku sudah tidak tahan lagi untuk menahannya sebaliknya Bu lali kembali menamparku menyuruhku agar terus menahannya agar tidak keluar air di anusku atau Bu laili mengancamku akam menambah enema yang di berikan..
Aku pun menurutinya dengan sekuat tenaga ku paksa untuk menahan air tersebut agar tidak keluar dari lubang anusku tapi itu semua seperti mustahil sepertinya nasib buruk menimpaku air di anusku terus keluar meskipun itu sedikit atau setetes membuat Bu laili semakin marah padaku lalu menyuruh Doni untuk menambah 2 suntikan enema lagi.
āDoni tambah lagi 2 suntikan enema ke lonte iniā perintah Bu laili ke Doni yang langsung menuruti perkataan Bu laili.
āBaik nyonyaā jawab Doni lalu mengisi kembali 2 suntikan enema yang kemudian di masukkan secara paksa ke lubang anusku.
āEeeegghhmmmfffggghhā¦..aaahhhhhhaaahhhā¦sssaaaakkkiiitttā¦ssuuuuddaaahhhā¦heeeeeehhhhggghheeeāracauku menangis dan teriak sekeras kerasnya, perutku rasanya penuh kesadaranku semakin lama semakin memudar rasa sakit di perutku membuatku susah untuk tetap menjaga kesadaranku.
āEeeeggghhhmmmfffggg aaahhhhā¦.creeetttt ccrreeettā karena tidak tahannya aku menahan rasa sakit ini sampai2 sir kencing ku keluar menyembur dengan deras baru pertama kali ini aku merasakan kencing dari klitoris bertindik ku rasanya seperti ada kenikmatan āooohhhā¦apakah aku akan di permainkan oleh nafsu ku sendiriā dalam hati ku bergumam saat diriku mulai melayang tidak karuan, Bu laili dengan jahatnya tertawa melihat aku yang kencing seperti keenakan.
āHahahahahaā¦lihat Doni Roni lonte kita sepertinya mulai menikmati perlakuan kitaā tawa Bu laili kesenangan.. Tinggal satu suntikan enema lagi yang terakhir tanpa buang2 waktu lagi Doni kembali memasukkan ya menambah penuh perutku rasanya ingin sekali keluar karena tidak tahan tapi aku takut nanti Bu laili menambah suntikan enemanya..
Seketika juga tubuhku seperti mengejang merasakan suntikan enema yang terakhir dan orgasme āaaaeeeegghhhhā¦.eeegghhhhāmataku mulai kabur serta aku sudah tidak sanggup untuk menahan enema lagi dengan berat hati aku membiarkan agar air nya keluar tapi saat mau keluar āsllluuurrpppā Cerita dewasa ini di upload oleh situs
āeeegghhhhhā¦.aaahhhhhh..eeggghhhffmmā Doni dengan sigap menancapkan sesuatu seperti dildo yang sangat besar ke dalam lubang anusku, meskipun cuma bagian depannya saja tapi rasanya seperti penuh lubang anusku.
āKamu tahu itu namanya butt plug kegunaannya adalah untuk menyumbat lubang anusā Bu laili menjelaskan nama alat itu dan kegunaannya semakin membuatku meronta ronta.
āJaaannnhggaannnā¦iiitttuuuā¦tteerrllllaalluuuā¦bbeeessaarrā aku memohon meminta iba pada Bu laili.
āSudah jangan dengarkan masukkan saja, cepat Doniā hardik Bu laili dengan nada tinggi. āBlleeessā dengan paksa Doni memasukkan butt plug extra besar kedalam lubang anusku.
āEehh.. sempit sekali ternyata lubang anusmu Bu ira padahal sudah sering kami masukin hahahaā kata Doni yang terlihat kesusahan memasukkan butt plug, memang sesaat aku melihat benda itu ukurannya sangat besar sekali bahkan mungkin tidak muat di lubang anusku yang bisa dibilang sudah dower karena perlakuan mereka.
āTttooollloonnngg.. jjjjaaanngggaannā¦kkkuuummmmoohhoonnnā¦hhhheeeehhheeefghhssrghh..Bu laili tolong hentikanā aku memohon sampai menangis sejadi jadinya meminta rasa iba pada Bu laili.
Cerita Sex Anak SD Nafsunya Seperti Orang Dewasa
āKenapa heh biarin ini hukuman buatmu karena tidak membantu anakku dalam naik di tingkat selanjutnya, Doni masukkan saja biar dower dan mengganga itu anusā dengan mata melotot marah Bu laili dengan kejamnya menyuruh Doni cepat2 melakukan tugasnya.
āBlleeesssā dengan paksa Doni menancapkan butt plug itu membuatku menjerit kesakitan ā aaahhhhhā¦.sssaakkkiittā¦ātubuhku mengejang saat semua bagian butt plug extra besar itu masuk ke dalam lubang anusku di ikuti diriku mulai lemas akhirnya ambruk dan pingsan, entah apa yang di lakukan mereka saat aku sedang pingsan tapi tubuhku sudah tidak kuat lagi menahan semua rasa sakit ini.
Bersambung…
Diriku yang dulunya jarang keluar rumah sekarang berbanding terbalik dari sebelumnya aku jadi sering keluar rumah entah itu malam atau kapanpun, saat ini saja aku tidak ada di rumah.. Keesokan harinya aku terbangun karena mendengar suara gemuruh aku mencoba membuka mata ku seolah olah sulit untuk di buka dengan badan yang masih lemas kulihat sepertinya aku sekarang ada di sebuah mobil kemarin malam aku naiki, ku tengok sekitar ada Bu laili Roni dan Doni kemudian Bu laili melihat ku sudah bangun lalu memberitahuku bahwa mereka akan mengantarku pulang.
10 menit kemudian kita sampai di depan rumah, kulihat tubuhku masih telanjang tidak memakai apapun di tambah perutku yang terasa penuh seperti orang hamil 8 bulan membuatku susah bergerak.. Sesampainya di depan rumahku kami bertiga turun dengan Bu laili mengandeng tangan ku tanpa memberikan pakaian sama sekali aku takut ada orang yang akan melihatku seperti pelacur habis kerja malam, seketika kami cepat2 masuk ke rumahku sesudahnya di dalam aku di bawa ke dalam kamarku.
āEeeehhhggghhhā¦peeelllaaann pppeeelllaannā¦sssaakkiit ppeerruuttkkuuā kata ku karena Bu laili sangat kasar dalam mengandengku masuk kedalam kamar.
āJangan rewel, gitu aja ngeluhā bantah Bu laili sembari menyuruhku duduk secara kasar berakibat ciran enema merembas dari celah2 butt plug.
āihh..lihat bu, bu ira mengeluarkan cairannyaā kata Roni saat melihat diriku.
āApa kamu bilangā dengan tidak percaya Bu laili mendorong diriku sampai ambruk ke kasur lalu melihat lubang anusku yang ternyata mengeluarkan cairan enema dari selah2 butt plug.
āDoni apa sudah kamu kasih lem tadi di butt plug nyaā kata Bu laili.
āIya sudah nyonya, bahkan tadi aku banyakin agar susah lepasā jawab Doni membuatku terkejut mendengar ucapannya, ternyata butt plug tadi sengaja di olesi dengan lem yang kuanggap seperti minyak krim hancur sudah hidupku butt plug itu tidak akan bisa dilepas di tambah perutku akan semakin penuh karena tidak bisa keluar cairan enema beserta berakku.
āYa udah biarin saja mandikan dulu ini lonte buntingā suruh Doni memandikan ku karena habis ini aku ada acara di pengajian, dengan kasarnya Doni menarik ku mendorongku untuk ke kamar mandi selangkah demi selangkah aku sampai ke kamar mandiku dengan cairan butt plug yang terus merembas dari sela butt plug sehabis mandi dengan paksa Doni menarikku untuk kembali ke kamar.
āBaiklah Roni ambilkan popok dewasa di mobilā suruh Bu laili ke anaknya.. Setelah 2menit Roni kembali dengan membawa sebuah popok dewasa dalam pikiran aku menduga pasti popok itu akan di pakaikan kepadaku.
āBu ira hari ini kamu harus memakai popok ini selama acara di mulai sampai selesaiā kata Bu laili padaku sembari merebahkanku ke kasur lalu memasangkan popok dewasa berukuran besar.āsudah selesai aman kalau bu ira ingin berakā ledek Bu laili dan lainnya seraya meninggalkan ku di rumah sendirian.
Seperti hari yang biasanya rutinitas aku awali dengan mengurus dengan mengecek Hp ku apakah ada pesan dari Olshop ku. setelah mandi aku berusaha bangkit dari kasur dengan susah payah karena perutku seperti penuh dan aku bersiap siap untuk pergi ke acara besar2 an di pengajian karena hari ini adalah waktunya hari kelulusan buat murid yang mau lulus.
Ku rias wajah ku secantik mungkin agar terlihat segar dan menarik. Tak lupa ku pakai lipstik berwarna merah merona agar penampilan ku semakin menarik. Ku lihat diriku di balik cermin dengan pakaian gamis besar dan rok panjang besar senada pakaian ku menutupi kaki hingga betis serta tangan ku yang dibalut stoking hitam untuk menutupi tato agar tidak terlihat.
Habis itu kuambil jilbab putih yang menutupi rambut ku sampai dadaku lantas ku kenakan masker untuk menutupi mulutku karna aku ingin terlihat sopan dan untuk menyembunyikan tindik di lidahku. Meskipun sudah memakai pakaian yang longgar sekali tapi malah membuat area di pantatku lebih menonjol dan melebar akibat besarnya butt plug yang di masukkan ke lubang anus serta popok dewasa berukuran besar, terasa saat kugunakan duduk atau berdiri seperti ada suara gesekan āsrreekk srrreekkā dari dalam rok ku, ku lihat diriku di cermin untuk sekali lagi āOhh.. apakah ini diriku yang sekarang seorang janda syari yang memakai popok serta tindik dan tatoā dalam batin aku bergumam bingung karena di balik ini semua terdapat sebuah kenikmatan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya..
Selama aku melamun dan bergumam tanpa sengaja tiba tiba membuat nafsu birahi ku bergelora, dengan nafas terengah-engah tanpa sengaja air kencing ku tiba2 keluar deras di ikuti dengan rasa nikmat sontak aku terkejut karena diriku seperti di permaikan oleh hawa nafsuku sendiri yang membuatku kencing di popok tapi rasanya sedikit beda saat kencing masih berpakaian lengkap dan tidak di kamar mandi. kemudian Hp di sampingku tiba2 berbunyi kuraih kubuka ternyata terdapat pesan dari Bu laili agar sebelum berangkat ke acara aku di haruskan untuk makan sebanyak banyaknya, setelah melihat isi pesan itu terlintas di dalam pikiranku agar tidak menurutinya tapi berbanding terbalik dengan hatiku yang mengiyakan perintah Bu laili agar melakukannya teringat saat tadi diriku merasakan kencing yang luar biasa nikmat di tambah tindik di klitorisku membuat lubang kencingku seperti menyemprot dan mudah sekali hornyā¦
Tanpa berpikir panjang aku memilih untuk melakukan perintah Bu laili ku berdiri dengan langkah yang sedikit mekangkang gontai ganting aku berjalan kearah dapur kulihat mereka sudah menaruh 2 bungkus nasi goreng di meja makan seketika juga entah kerasukan setan dari mana diriku dengan liarnya langsung mengambil piring sendok lalu kubuka semua bungkusnya dan kutuang semua nasi goreng itu kepiring lalu ku lepas masker yang sudah kupakai tadi kemudian kumakan secara lahap seperti orang kelaparan padahal aku yang biasanya mungkin tidak akan bisa makan seperti ini, aku masih dalam keadaan tersadar tapi semua anggota tubuhku seperti bergerak dengan sendirinya serta aku seperti di hinggapi rasa lapar yang sangat berbeda sendok demi sendok nasi goreng ku lahap dengan buasnya sampai tidak terasa lelehan cairan bercampur berak menetes dari sela butt plug..
Tidak cukup disitu aku dengan buasnya mengambil 1 botol air besar dari dalam kulkas lalu kuminum secara buas yang membuatku semakin lama tidak bisa mengontrol tubuhku, iya semkain ku coba melawan semakin kuat tubuhku bergerak sampai akhirnya aku sudah tidak tahan lagi merelakan diriku bertindak semaunya.. Dalam aktivitas itu kuberpikir mungkin ini ulah Bu laili dan anaknya yang pergi ke dukun kemarin membuat ku jadi seperti kesetanan begini,
Aku hanya bisa mendesah melenguh merasakan diriku seperti di permaikan oleh mereka yang lebih parahnya cairan berak keluar dari selah2 butt plug di ikuti dengan diriku kencing karena perutku tidak kuat menampung air yang kuminum⦠āAaaahhhhhā¦eeeeuugghhhhā¦eeemmmmccceegghhā¦aaahhhhā¦ā desahku merasakan kencing yang menyembur kencang membuatku merasakan kenikmatan yang luar biasa Semua ini ku lakukan atas perintah dari Bu laili dan anaknya yang mengirimkan pesan pada ku agar mengisi perutku sampai penuh seperti ini.
Setelah selesai makan aku kembali bisa mengerakkan tubuhku lagi tangan kanan ku memegang bagian popok dari balik gamis ku rasa popoknya sedikit mengembang mungkin karena sudah 2 kali diriku kencing serta berak yang tidak terhitung berapa kali, kurasakan perutku seperti penuh sekali dan sakit jadi ku gerakkan secara pelan untuk menghindari cairan berak keluar lagi ingin rasanya ku lepas dan kulihat popok itu tapi perintah Bu laili adalah tidak memperbolehkan ku untuk melepas popoknya sampai Bu laili menyuruh melepasnya.
Dengan langkah yang pelan aku mencoba menaruh piring ke bak cuci piring tapi meskipun begitu cairan berak masih bisa keluar sedikit demi sedikit, ku basuh piring itu serta ku cuci sampai bersih sambil menahan nyeri di perut membuatku semakin tidak tahan untuk berdiri bagaimana lagi lubang anusku saja sudah di sumbat dengan butt plug yang sangat besar membuat diriku tidak bisa menutup lubang anusku..
Setelah selesai mencuci ku taruh lagi piring itu ke tempatnya seketika rasa sakit itu semakin parah tanpa pikir panjang diriku yang sudah di selimuti nafsu menyibak rok gamis ku sampai ke perut lalu kulihat diriku yang sudah tidak memakai CD atau apapun hanya ada popok dewasa yang terbalut rapi serta berukuran besar mungkin size XL atau XXL .
Tangan kananku memegang perut sedangkan tangan kiriku memegang popok bagian depan dan āsrreett srrrett crreettā āeegggghhhhaaahhhā desahku merasakan cairan berak keluar dari sela butt plug yang terasa hangat, otak ku seperti separuh gila mungkin karena perlakuan Bu laili yang menyuruh Doni untuk menyiksaku begitu kejam.. tidak berhenti di situ saja dengan diriku yang sudah terangsang ku berjalan menuju kearah kamar dengan rok yang masih berada di perut ku menyerah membiarkan cairan berak terus keluar sambil sedikit menggigit bibir bagian bawah āooohhhā¦eeeggghhhā¦benarkan aku ini seorang pelacur murahanā
Sambil berjalan aku bergumam dengan tangan kanan memegang popok bagian belakang lalu ku buka pintu kamar kulihat jam sudah menandakan jam 08.10 reflek tanpa basa basi kulangkahkan kaki ku dengan cepat lalu duduk di kursi sambil berdandan aku pun merasakan saat duduk terasa seperti berbeda dengan biasanya seperti ada bantal tambahan yang empuk dan mungkin jorok..
Setelah selesai merias wajahku kembali ku menatap ke arah cermin terlihat diriku penuh yang tato serta memakai popok dan hanya bisa mengedipkan mata tanpa berkata apa apa. Tiba2 mulai tercium bau tidak enak dari dalam popok reflek ku raih parfum di meja lalu ku semprotkan ke arah popok agar nanti orang tidak tahu secepatnya ku rapikan lagi rok sampai menutupi mata kaki tak lupa ku pakai masker untuk menutupi tindik di lidahku sebelum itu ku pakai stoking hitam untuk menutupi tato di kaki serta di tangan. Aku pun bergegas keluar kamar menuju teras rumah ku dimana kulihat Roni bersama ibunya sudah menanti ku didalam mobil.
ā Halo Bu ira bagaimana nyaman pakai popoknya ā sapa Bu laili pada ku di balik kemudi mobil Dengan tatapan senang dan menggoda meski aku sudah berdandan cantik dan modis dengan gamis besar dan rok panjang ya dipadu jilbab yang menutupi rambut sampai dada.āiiiiā¦yyyaaa nyaman ā sahut ku pada Bu laili sambil duduk di kursi penumpang samping Roni.Mobil pun malaju perlahan meninggalkan rumah ku menuju ke acsra pengajian tersebut tidak lain adalah tempat ku bekerja.
Di tengah perjalanan Roni meminta ku agar datang langsung ke gudang lama saat sudah tiba di Pengajian ada sesuatu yang ingin dia lakukan. Jam masih menunjukan pukul 8 lebih 20 pagi suasana di pengajian mulai ramai dengan murid dan panitia yang siap menjalani kelulusan.
Aku dan Roni berpisah dengan Bu laili di parkiran mobil ku lihat Bu laili mengode ke Roni entah apa yang akan mereka rencanakan ku melangkah dengan sedikit gontai āAda apa Bu ira kok jalannya seperti gontai begituā sahut Roni pada ku yang melangkah di beriringan menuju gudang lama letaknya tidak jauh dari tempat acara tapi kurasa sangat jauh karena ku tak ingin berak di hadapan banyak orang apalagi di tempat umum dengan sekuat tenaga ku tahan agar berak tidak keluar dan akhirnya kami sampai di gudang lama.. āRoni Bu ira mau berak rasanya sudah tidak tahan lagiākataku sambil memohon ke Roni dengan meliuk liuk kan badanku kesamping.
āYa tinggal berak saja Bu ira kan sudah pakai popok Hahahaāejek Roni padaku agar langsung berak.
āTidak aku malu kita ada di tempat umumā sahutku kembali memohon langsung mendapat ancaman dari Roni.
āKalau bu ira gk nuruti apa kataku nanti saya laporin ke ibu biar di hukum lagiā ancam Roni padaku sambil menyingkap rok panjang ke arah atas memperlihatkan stoking hitam yang menutupi popok.
āJangan jangan iya Bu ira ngerti apa perintahmuā jawabku menyetujui agar diriku tidak di hukum lebih berat lagi.
āSekarang kalau bu ira ingin berak atau kencing, keluarkan saja dimanapun itu entah saat di panggung atau di acara pengajian kalau bu ira ingin berak atau kencing keluarkan saja, ngerti Bu lonte buntingāsuruh Roni begitu enaknya agar aku berak dan kencing dimanapun itu.
āIya bu ira mengerti heaaaghhhā¦eemmgghhā dengan spontan berak itu keluar dari sela butt plug sambil tangan kiriku memegangi bagian belakang popok.
āHahaha bagus Bu ira bagaimana enak rasanya, sekarang ayo ke depan lapanganā ajak Roni seraya diriku merapikan rok kembali ke asalnya.
Roni yang melangkah di depan ku menuju lapangan baru berkumpul untuk acara apel penyambutan kelulusan murid bersama wali murid, kami sampai di samping panggung yang terlihat sudah semakin banyak murid dan wali murid yang datang dan buruknya kami terlihat oleh salah satu guru yang tidak lain adalah Bu karim āLoh Bu ira kok di situ ayo kemariā
Sapa bu karim seraya mengayunkan tangannya agar kami datang ke tengah lapangan yang di kelilingi banyak murid dan wali murid dengan tenang Roni meyakinkan ku agar tidak mengkhawatirkan itu untuk segera menghampirinya, kami pun berjalan menuju tempat bu karim ku langkah kan kaki agar berjalan dengan biasa agar tidak ketahuan tapi di samping itu terasa cairan berak terus keluar di tambah diriku yang masih menahan kencing membuatku semakin terangsang .ā
gak apa apa Bu Karim cuma lagi ngecek panggung tadiā sahut ku meyakinkan bu karim agar percaya saat kami sudah di hadapan Bu karim. Seketika Bu karim terkejut karena tiba2 melihat perut ku yang sudah membuncit layaknya orang hamil 8 bulanāBu ira kena apa kok perutnya besar sekali kayak orang hamilā tanya Bu karim sedikit terkejut melihat diriku.
āOh itu Bu saya terkena penyakit tumorā jawabku mencari alasan karena aku tidak mau Bu karim tahu padahal perutku buncit karena ulah dukun sambil menahan air kencing yang ingin keluar, sedangkan Roni dengan tenangnya meremas bokongku membuat cairan berak di dalam popok seperti terurai semakin membuatku sedikit jijik.
Untungnya kemudian Bu karim menoleh ke arah belakang karena ada wali murid yang memanggilnya tidak buang2 waktu Roni dengan tegasnya menarik gamisku agar sedikit jongkok membuatku kesusahan karena semakin menekan perutku.
āSekarang bu ira coba kencing di hadapan Bu karimā suruh Roni padaku dengan mengancam.
āTa..tapiādengan gugup aku menjawabnya.
āPilih nurut atau di hukum, cepatā Hardik Roni sambil melepas masker di wajahku sontak membuatku semakin takut karena tindik di lidahku, kemudian ku berdiri lagi mencoba setenang mungkin agar tidak semakin membuat bu karim curiga memang berdiri saja sudah membuatku semakin tidak tahan untuk kencing apalagi berak yang sudah dari tadi keluar terus masih tidak bisa mengurangi rasa ingin kencing.. sekitar 3 menitan ku berdiri bu karim kembali mengajak ku berbiacara.
āLoh bu ira kenapa Roni kok bersamamu kemana orang tua nyaā tanya Bu karim terhadapku yang sudah tidak tahan lagi ingin kencing.
āI..iya bu karim tadi ibunya tidak bisa datang karena ada urusan jadi saya yang menggantikan jadi wali muridnya Roniā denga nada yang sedikit aneh ku coba untuk setenang mungkin meskipun tangan kananku terus memegangi bagian depan popok.
āNgapain sih Bu ira kok mau2 nya jadi wali murid Roni mana anaknya nakalā jawab Bu karim sambil mengarah ke Roni kemudian Bu karim saat melihat jam di tangannya tiba2 Roni mengode kepadaku dengan menepuk nepuk bagian depan popok aku tahu itu kode agar aku kencing di hadapan bu karim seketika ku mengganguk tanda mengiyakan.
āOh iya bu ira tadi berangkat kesini pakai apaā tanya Bu karim yang langsung di jawab oleh Roni.
āKami tadi berangkat bersama Bu karimājawab Roni dengan senyum2 lalu menoleh ke arahku.
āBenarkah itu Bu iraā kelihatannya Bu karim sedikit tidak suka mungkin karena memang dulunya aku sama sekali tidak suka sama Roni.
Dengan berat hati ku lepas diriku untuk menahan kencing ācrrreettā¦crreettā¦sssrreerrrā dan tersemburlah air kencing nikmat seperti terkena gesek oleh tangan akibat tindik di klitoris sambil menjawab pertanyaan bu karim diriku merasa sangat terangsang entah kenapa sepertinya kurasakan kenikmatan yang belum pernah ku rasakan selama ini kencing di tempat umum dengan pakaian yang maish lengkap.
āAhhh⦠Iya bu karim rasanya enak sekaliā jawabku sedikit aneh karena tidak tahan merasakan kenikmatan.
āEhhh.. Bu ira enak apanyaā bu karim kebingungan karena melihat jawabanku yang aneh, diriku tetap diam berdiri seperti biasa tapi didalam aku sedang merasakab air kencing terus menyembur keluar.
āOhh..maaf bu karim maksudnya enak tadi di gonceng Roni tidak ugal2 an, Roni ini baik kok bu sama sayaā jawabku ke bu karim tanpa mengkhawatirkan tindik di lidahku terlihat.
āBu ira kok seperti ada yang mengkilap di mulutnyaā tanya bu karim membuatku semakin deg deg an sedangkan Roni cuma tertawa jahil.
āSaya lagi ngemut permen kok buā kataku setenang mungkin.
āOh..ya udah nanti bu ira bagian yang melayani murid2 mau datang seperti biasaā suruh bu karim saat aku sudah selesai kencing.
āIya bu karim serahkan pada sayaājawabku.
Lalu bu karim kembali ke rutinitasnya sebagai panitia Roni dan aku kembali berjalan ke samping panggung untuk kembali menuruti keinginan Roni, setelah sampai di samping panggung Roni memberikan sebuah earphone agar di pakai di telingaku kusibak jilbab yang kupakai lalu kupakai earphone tersebut kemudian kurapikan lagi seperti semula jilbabnya..
Roni berkata padaku bahwa setiap langkah ku akan diaturnya lewat earphone secara jarak jauh jadi dari luar terlihat bahwa akulah yang melakukan tindakan aneh tersebut bukan campur tangan dari Roni. Sambil berjalan menuju tempat untuk menyambut murid Roni duluan entah kemana dia berbaur dengan murid lain sambil mengawasiku.
Di tengah acara aku bertemu dengan rekan rekan sejawat ku dan saling bertegur sapa. Mereka ada yang bagian mengatur acara, bagian informasi dll. Suasana di lapangan semakin lama semakin ramai karna hampir seluruh murid dan walimurid berkumpul di lapangan untuk bersiap siap melakukan apel kelulusan.. Aku yang berdiri di bagian penyambutan terkadang takut bila salah satu murid atau walimurid mengetahui bahwa lidahku ada tindiknya mungkin akan di kira aku seperti wanita syari yang binal dan pelacur,
Kuusahakan agar setenang mungkin seramah mungkin untuk menjaga image ku di depan semua orang hingga dari kejauhan kulihat Tyo salah satu murid pintar, pendiam dengan perawakan yang atletis serta wajahnya tampan dari dulu entah bagaimana mau menjelaskannya tapi setiap ku melihatnya diriku seperti tertarik padanya apakah aku menyukainya tapi selalu berusaha ku buang jauh2 perasaan itu mengingat aku ini seorang guru ngaji yang alim tapi sekarang di balik penampilanku yang tertutup di dalam tubuhku terdapat tato serta tindik layaknya pelacur..
Di dalam lamunanku tidak terasa Tyo sudah ada di hadapanku kesempatan itu pun tidak luput dari pengawasan Roni dengan sigapnya dia kemudian memberi aba lewat earphone āBu ira sekarang coba goda dia dan coba dengan bebas berak kencing semaumu jangan di tahanā suruh Roni menambah rasa takutku akan ketahuan oleh guru2 lain atau murid2 tapi kalau menolak nanti aku pasti akan di hukum oleh Bu laili āoh..maafkan aku murid 2ku gurumu ini sekarang sudah jadi lonteābatinku dalam hati bersamaan dengan keluarnya berak tanpa ku tahan sedikitpun.
āTyo selamat ya buat kelulusannya nantiā aku yang berdiri sambil menempelkan perutku di meja agar menambah kesan lekuk perutku terlihat.
āEeā¦.iiyyaa Bu ira terima kasih juga buat bantuannya selama iniā dengan bingung tyo melihat diriku yang terlihat aneh.
āHeheheā¦.itu sudah tugas bu ira sebagai guruājawabku sambil senyum menggoda lebih mencondongkan perutku.
āBu ira lagi hamil ya kok perutnya besarā tyo kembali melirik ke arah perutku.
āTidak tyo, bu ira lagi kena penyakit tidak usah khawatirā bantahku seramah mungkin menjawab kulihat Tyo sedikit fokus ke mulutku saat aku berbicara membuat hatiku semakin takut dan was2.
āBu kok tumben cantik sekali kayak ada yang beda, boleh minta foto bareng buat kenang2 anā ajak Tyo sambil mengeluarkan hpnya.
āKamu itu bisa saja puji2 saya, mau foto apa tidakā kataku.
āIiya bu ira mauājawab Tyo
āYa udah ayo siniādengan nakalnya ku beranikan diri mengajak tyo mendekat ke sampingku lalu berfoto, sejenak kurasakan tangan kanan tyo menyentuh pantatku tapi kubiarkan saja meskipun dalam hati takut karena di balik rok ku sekarang hanya memakai popok yang di balut stoking warna hitam. āCkkrreekk cckkrriikkā kami berfoto dengan banyak gaya bedanya aku cuma bisa senyum saja karena takut tindik di lidahku terlihat dan malangnya tyo melontarkan kata2 yang membuatku takut.
āBu kok senyum terus sih dari tadi gk ada tertawanyaā tanya Tyo membuat dadaku terasa sesak.
āSenyum saja sudah cukup, gk usah yg aneh2ā ucapku menolak ajakan tyo untuk berfoto sambil tertawa.
āMaafkan saya bu ira karena lancangā tyo memohon maaf sambil mencium tanganku sontak membuatku reflek menarik tanganku.āloh ada apa Bu ira kok di tarik tangannyaā tanya tyo kebingungan.
āMaaf tyo, bu ira khilaf tadiā ucap ku lalu membenarkan stoking di tangan dan menyodorkan tanganku ke tyo membuatku tiba2 orgasme saat tangaku di cium olehnya mungkin karena ada tindik di klitoris serta puting membuat tubuhku semakin sensitif.
āBu ira ada apa kok wajahnya memerahākata Tyo.
āSudah tidak apa2 sana pergiā bantahku seramah mungkin sembari tyo pamit dan berlalu dari tempat ku.
Bersamaan setelah perginya tyo ke keramaian earphone di telingaku kembali berbunyi tidak lain adalah dari suara Roni, dia menyuruhku agar berfoto selfie sambil duduk terus dengan raut wajah yang menggoda. Dengan terpaksa ku turuti semua perintah Roni ku ambil Hp dari saku gamis lalu kucoba duduk di kursi kubiarkan berak keluar karena aku sudah lelah menahan di balik itu juga sepertinya aku sudah mulai terbiasa berak atau kencing di tempat umum juga tidak akan ketahuan sama orang lain karena aku memakai popok tapi yang membuat aku takut adalah pantatku yang terlihat semakin besar di akibatkan ada butt plug dan popok yang berukuran besar juga tindik di lidahku..
Setelah duduk ku nyalakan hp lalu kupilih ikon kamera kemudian berfoto dengan cantik sambil terkadang memperlihatkan perut buncitku terus earphone di telingaku berbunyi lagi menyuruhku agar menyibak jilbab ke arah belakang agar terlihat jelas dadaku ku foto dengan memperlihatkan dadaku..
Setelah sekian banyak foto aku kembali merapikan jilbabku ke keadaan semula dan melihat hasil foto tadi, slide demi slide ku lihat satu per satu dan betapa heran melihat hasil foto tadi terlihat diriku seperti seorang pelacur syari diam2 saat keadaan mulai sepi karena semua orang lebih berfokus ke panggung tanganku sontak meraba vaginaku yang terbalut rok serta popok sambil terus melihat foto2 itu,
Roni yang sengaja mengawasi ku tiba2 menyuruhku agar mansturbasi di situ sambil tertawa akhirnya dengan diriku yang sudah terhanyut dalam hawa nafsu kulanjutkan aksi itu kuraba dan kugesek terus area depan popok lenguhan mulai keluar dari mulutku yang kutahan agar tidak ketahuan āaaahhhhā¦hhhaaaā¦eemmmgghhāracauku merasakan kenikmatan mengelus daerah sensitifku yang hanya di gesek saja sudah membuatku terangsang āaaahhhā¦eennnaakkā¦.ssseekkkaaalliihhheehh..aaakkkuuehh..bbuu iiirraaaahhā¦aaaddaallhh..ssseeooorraanngā¦pellaaccuurhhaahh..ssyyyarriiHHHHHIIIHHHIIHHā¦AAHHHHH..ā
āCREEETT..CUUUURR..āseketika juga aku orgasme bersamaan dengan diriku kencing āaaahhh..eennnaakkā¦sseekkaallliiā¦kkkeennciiinnggnnyyaaādesahku merasakan kencing secara bebas dimanapun itu driku merasakan lemas habis orgasme dan bersandar pada kursi.
Roni tiba2 menghampiriku kemudian mengambil kursi dan menaruhnya di sampingku sambil berkata ābagaimana bu lonte enak kencing di tempat umumā ucap Roni seraya menepuk bagian depan popok.
āEeehhheeeā¦ddaasaaarr..mmmuurriidd..kkuurraannggā¦aajjjarrā jawabku yang masih dalam keadaan lemas.
āBaiklah kalau begitu, akan ku hukum kamu kali iniā hardik Roni dengan kejamnya memukul perutku sampai terasa sakit sekali hingga beraknya kembali menyemprot deras.
āAhhhh ssaakkkiitt iiyyaa mmaaffkkan akuā aku memohon ke Roni sambil kedua tanganku memegangi perutku.
āNanti bu ira harus memakan makanan dan minuman yang tersisa di acara ini, ngertiā hardik Roni seraya menarik tanganku sontak membuat ku kesusahan karena masih merasakan sakit di perutku, Roni dahulu di depan sedangkan aku di belakangnya dengan tangan kananku di tariknya dan tidak menunggu lama kami pun sampai di ruang belakang atau juga bisa di sebut ruang tempat sisa makanan di kumpulkan..
Aku reflek terkejut setelah Roni menunjukku agar mengarah ke salah satu sisa makanan yang sudah di kumpulkan yang membuatku mengeleng gelengkan kepala karena tidak mungkin makanan 10 piring penuh kalau di hitung ku habiskan di tambah Roni menyuruhku untuk meminum 2 botol air besar, kalau itu semua kumakan bisa2 tidak henti2nya berak serta kencing keluar membuat popok ini bisa menampung atau tidak ditambah perutku akan semakin penuh..
Sebelum di mulai Roni membawa semua makanan dan minuman itu ke sudut ruangan yang sepi tempat menyimpan alat2 keperluan acara kemudian setelah di dalam Roni kemudian mengunci pintunya lalu menyuruhku untuk membuka gamis,jilbab,rok tidak ketinggalan juga stoking ku di robek olehnya di buang ke tempat sampah dengan terpaksa ku melepas semuanya dan hanya tinggal popok saja yang kupakai memperlihatkan pemandangan indah tubuhku terlihat oleh RoniāHuuuhh..
Bagus sekali badanmu bu ira kayak lonteāejek Roni menghampiriku tangannya mulai meraba payudara membuatku terangsang hanya dengan gesekan āaaahhh..mmmmggfffhhālenguhku merasakan rangsangan dari Roni kemudian di hentikan dan lanjut menyuruhku memakan makanan yang berjumlah 10 piring tidak lupa 2 botol air berukuran besar. Cerita dewasa ini di upload oleh situs
Melihat makanan sebanyak itu tiba tiba perutku seperti di hinggapi rasa lapar yang sangat berat ku dudukan diriku tidak menunggu lama ku sendok satu per satu makanan itu tanoa merasa mual ataupun jijik seperti orang yang belum pernah melihat makanan beberapa hari tidak lupa air minumnya juga makanan belum selesai ku telan masih ada di mulut langsung ku ambil botolnya kemudian kuminum secara buas sampai sisa makanan dan minuman menetes serta berceceran di sekitar ku, sesudah minum ku lanjutkan lagi aktivitasku memakan 5 makanan yang tersisa di piring Roni kulihat hanya senyum2 terlihat dari raut mukanya yang merasa puas membuatku seperti orang kesetanan begini..
Kurasakan berak serta kencing terus menyembur keluar menambah penuh popokku tapi tidak kuhiraukan karena diriku merasa belum puas menghabiskan makanan dan minuman di hadapanku. Sekitar 15 menitan semua makanan dan minuman telah ku habiskan sehingga hanya menyisakan piring serta botolnya saja tidak itu saja badanku terasa sangat lemas sekali seperti habis melakukan kegiatan berat kusenderkan tubuhku ke dinding sambil tangan satunya memegangi perut ku yang sangat penuh dan keras entah bagaimana baunya saat popok yang kupakai ini di buka..
Cerita Sex Keayuannya yang Sangat Bersahaja
Kemudian Roni bertanya padaku apakah lama acara di luar ku hanya bisa mengiyakan pertanyaan Roni tadi sementara diriku perlahan mulai kehilangan kesadaran nafasku semakin terengah-engah kurasakan berak terus keluar dari sela butt plug āeeehggghhhā¦hhheeergghhh..aaahhhhaaā lenguhku sambil menyandarkan tubuh ini ke dinding.
Kubiarkan berak itu terus keluar karena untuk menjaga kesadaranku saja aku sudah tidak sanggup apa lagi untuk menahan berak yang terus keluar, semakin lama kesadaranku mulai menghilang akhirnya aku pun pingsan karena tidak kuat lagi menahan semua perlakuan Roni kepadaku.
Bersambung…
Sekitar 30 menit aku pingsan dalam ruangan kosong itu dengan Roni yang sudah tidak di ruangan sepertinya dia meninggalkanku sendiri, ku coba untuk mengambil posisi duduk sambil tangan kanan memegang perutku yang masih terasa sakit akibat terlalu penuh isi di dalamnya lalu kusandarkan dengan pelan pelan diriki ke tembok ku ambil nafas serileks mungkin, ku rasakan kepala ku masih terasa pusing sekali di tambah kesadaranku masih belum seutuhnya pulih dari kebisingan di luar terdengar sepertinya acaranya masih belum usai..
Setiap ku buat bergerak terasa popok yang kupakai mungkin sudah banyak menampung berak dan air kencingku tapi saat mau kulepas teringat perintah Bu laili agar tidak membuka popok itu sebelum Bu laili suruh akhirnya ku batalkan niat membuka popok apalagi juga kalau di buka aku sendiri yang akan kesusahan mengingat lokasi toilet yang terbilang jauh dari tempatku berada dan tidak ada tisu atau kain lain buat membersihkan bekas berak..
Sementara ini ku cek bau dari berak masih tidak terasa di luar popok ini mending kupakai saja popok ini mengingat juga habis ini diriku ada jadwal untuk tampil di panggung, ku raih hp dari gamis yang tergeletak di lantai lalu kulihat ada pesan masuk dari Bu karim setelah kubaca ternyata 15 menit lagi adalah acara semua guru dan murid2 naik di atas panggung semua dan juga ada notifikasi dari Roni kalau dia akan kembali ke lokasi ku.
Tiba tiba āckrreekkā pintu ruangan terbuka aku mulai merasa sesak di dada serta takut dan was2 khawatir kalau ada seseorang yang masuk ke sini serta melihatku dalam keadaan telanjang bisa2 hancur reputasi sebagai guru. Pintu terbuka dari balik pintu terlihat seorang laki2 yang tidak lain adalah Roni.
āHehehe..ada apa Bu lonte kaget ya lihat akuā ejek Roni dengan membawa tas besar di tangan kirinya.
āApa itu yang kamu bawaātanya ku ke Roni sambil sedikit bangkit sambil memegang perut buncitku.
Kemudian Roni menghampiriku serta memandangiku dengan tatapan nakalāhehehehe aku tahu habis ini Bu ira ada jadwal naik ke panggung kanā Kata Roni sambil mengelus perut buncitku.
ātolong jangan minta yang aneh2 lagi, ini saja rasanya perutku sangat sakitā ucapku memohon kepada Roni.
āDiam guru lonte, bu ira itu harus nurut apa kataku karena sekarang aku adalah tuanmuā hardik Roni dengan tegas seraya tangannya yang lain menekan perutku berakibat air kencingku keluar.
āAahhh..ssaakkiittāracauku merasakan tekanan dari tangan Roni sehingga kali ini kubiarkan air kencing keluar mau bagaimana lagi aku sudah tidak kuat menahan apalagi di tambah tekanan dari tangan Roni.
Kemudian Roni melepaskan tangannya dari perutku lalu berbalik kesamping dan membuka resleting tas besarnya terus Roni merogoh tas tadi dan mengeluarkan sebuah 1 botol berukuran sedang serta sebuah kain yang tidak aku ketahui, aku hanya bisa berdiam terbengong melihat benda yang di keluarkan dari tas Roni apalagi kain itu seperti luarnya terbuat dari bahan licin mungkin latex dalamnya juga.
Tapi anggapanku salah ternyata itu bukan sekedar kain saat di keluarkan dari tas terlihat kalau itu adalah sebuah baju dengan lengan panjang serta celana panjang tapi berbentuk terusan, sementara minyak yang di taruh di lantai diambil ia lalu mendekatiku. Roni kemudian melepas tutup minyak tersebut. Kreek! Terdengar suara segel tutup di buka di tangannya.āSekarang waktunya permainan baru Bu ira,ā Ucap Roni sambil tersenyum.
āPermainan aneh apalagi kali iniā racauku seraya memegangi perut buncit dan mencoba bangun dari sandaran dinding, kali ini diriku sudah mulai terbiasa membiarkan berak keluar dari sela butt plug daripada diriku lebih tersiksa lagi memang dari luar aku seperti menolak semua perlakuan Roni tapi seiring berjalannya waktu dalam hati aku mulai menikmati kencing dimanapun itu serta berak⦠Aku terus saja diam. Aku yakin kalau aku berani melawan atau menolak perintah Roni bisa2 aku di siksa lagi,
Sambil memegangi perutku aku berusaha setenang mungkin menhadapi perlakuan Roni setelah di buka Roni kemudian menuangkan minyak tersebut ke tangannya lalu mengoleskan minyak tersebut ke seluruh badanku secara berurutan.
Tempat belakang terlihat sepi karena memang tidak ada yang menarik untuk dilihat kecuali mereka yang mau mengambil barang untuk keperluan panggung tapi di sekitar ruangan yang kutempati sepertinya semua barangnya sudah di bawa ke halaman depan semua jadi aman Roni melakukan apapun sesukanya padaku.
Sekitar 10 menitan Roni selesai mengoleskan semua minyak itu keseluruh tubuhku kurasakan sedikit risih karena minyaknya terasa sedikit lengket serta licin di badan, Roni kemudian menyuruhku berdiri sedangkan dia mempersiapkan baju latex yang di bawa tadi ku bangunkan diriku dengan sangat pelan sambil tangan kiri memegang tembok sedangkan tangan kanan memegang perut buncit ku dan akhirnya diriku berhasil berdiri.
āwoww..Bu ira sangat cantik sekali di kasih minyak lebih terlihat mengkilapā goda Roni seraya tangannya mengelus puting bertindik ku.
āAhhh..ssshhhādesahku merasakan sentuhan dari Roni.
āWah..wah..wah..di sentuh begini saja sudah sange, dasar lonteā hardik Roni sambil matanya melihat popok yang kupakai terlihat mengelembung. āWahh kelihatannya popok Bu ira mulai penuh, kalau ingin kencing kencing saja bu lonteā katanya dengan menjulurkan wajahnya ketelingaku Kemudian membisikan sesuatu ke padaku. aku cuma bisa mengangguk-anggukan kepala.
Dengan baju yang sudah di siapkan Roni aku di suruhnya untuk memakai baju tersebut tanpa memakai Bh dengan menyodorkannya padaku lalu ku ambil baju itu, kulihat di bagian belakang seperti ada ada sebuah resleting dari ujung punggung sampai pinggang jadi kubuka secara perlahan setelah terbuka kemudian ku masukkan kaki kananku..
Kurasakan baju tersebut seperti elastis begitu kumasukkan kakiku kainnya seperti menyesuaikan lebar kaki ku tidak menunggu lama kaki yang satunya ku masukkan lalu kunaikkan baju tersebut sampai di bagian bokong ku baju itu terasa sesak mungkin karena adanya popok serta ukuran bokongku yang besar jadi kuhentikan sebentar,
Belum lama aku terdiam Roni kemudian mengambil sesuatu dari dalam tasnya kulihat itu seperti sebuah popok tapi bagian depannya sangat menonjol sekali serta bagian belakangnya juga tapi sampingnya seperti seutas tali kain.
Roni memakaikan benda itu ke bagian selangkanganku tanpa basa basi Roni menyuruhku untuk cepat menaikkan baju latex tadi akhirnya ku paksa naik ternyata bisa tapi sedikit sesak bukan itu saja kainnya masih bisa masuk saat melalui perut buncitku, bukan itu saja Roni menempelkan sesuatu di bagian pusarku yang menonjol jadi pusarku semakin terlihat menonjol kedepan tidak itu saja ku pegang bagian depan popok tadi ternyata benda itu terasa keras seperti sebuah busa yang penuh..
Lalu ku naikkan bajunya sampai ke atas kemudian Roni beganti posisi ke belakangku dan menaikkan resleting keatas, Kuperhatikan baju itu tertutup tapi sangat ketat sekali sampai2 bentuk tubuhku terlihat sekali apalagi bajunya berwarna hitam tapi tembus pandang, baju itu berbentuk terusan dengan celana panjang menutup telapak kaki sampai di bawah leher dengan lengan oanjang sebatas pergelangan tangan.
Kurasakan saat bergerak terasa sedikit risih kemudian tangan kananku memegang bagian depan pas di daerah kelaminku terlihat sebuah gundukan menonjol seperti kelamin orang laki2 serta pusar ku sangat menonjol tidak terasa membuatku terangsang merasakan gunduka menonjol di bagian depan sehingga membuatku kencing lagi āeeeehhhhgggghhā¦mmmgghhffhā desahku secara pelan yang sepertinya di ketahui oleh Roni.
āAda apa Bu ira?ā¦lagi kencing enak yaā tanya Roni sambil tertawa kecil. Aku berusaha kuat menyembuyikan tingkah nakalku.
āTidak apa-apa. cuma merasa risihā jawabku berusaha menyembunyikan keadaanku sekarang.
āTidak usah malu Bu ira, Roni tahu kok kalau bu ira lagi kencing kalau tidak jujur Roni laporin ke ibu yaā hardik Roni kepadaku seraya tangan kirinya menepuk nepuk perutku membuatku semakin tidak bisa menahan kencingku.
āEeeehhhmmmā¦iiiyyaa..Roonnii heeennttiikaahhhhnnā kataku yang tidak bisa menahan kenikmatan.
āHeheheā¦Dasar guru lonte atau bisa ku panggil Bu lonte buntingāEjek Roni padaku melepaskan tangannya dari perutku.
Setelah memakai baju latex tersebut aku kembali mengambil gamis,rok beserta jilbab ku yang tergeletak di lantai lalu kupakai satu persatu tanpa menggunakan masker karena saat mau kupakai Roni dengan cepat langsung mengambil masker tersebut dari tanganku,hingga saat mau memakai jilbab Roni kembali menyuruhku untuk memasang kembali earphone tadi jadi sebelum kupakai jilbab itu kupasang lebih dulu earphone ke telinga lalu kemudian kupakai jilbab serapi mungkin.
Tapi yang ku khawatirkan adalah bagaimana nanti orang2 memandangku meskipun sudah memakai baju tertutup tapi di bagian perut bisa di anggap ketat jadi terlihat jelas ada benjolan menonjol di bagian pusar dan di bagian pantat yang bertambah menonjol kebelakang mungkin membuat mata para lelaki pasti terus memandangiku nanti..
Kurias wajahku lagi semenarik mungkin kusemprotkan pewangi agar terkesan harum dan keren tidak ketinggalan juga ku tata gamis serta rok serapi mungkin agar tidak ada yang curiga untungnya dengan adanya baju latex tersebut tato di tangan serta kaki ku sedikit tidak terlihat tapi tidak enaknya saat di buat gerak minyak yang tadi di oleskan ke tubuhku terasa sangat licin,
Tanpa menunggu lama Roni lalu mengajakku kembali ke halaman depan tempat acara tersebut dengan diriku di depan sedangkan Roni di belakangku dan memang sudah waktunya diriku kesana karena tinggal 2 menit lagi di mulai.
Tidak lama kemudian kami sampai di halaman depan, sebelum masuk ke ramaian Roni menyuruhku agar bersikap seperti diriku ini pengganti wali muridnya padahal Roni tidak ikut kelulusan melainkan cuma ikut-ikutan saja. Roni mengatakan sesuatu padaku agar tidak perlu khawatir ada yang melihat ku berpenampilan menor seperti ini,
Aku segera berjalan menuju ke arah samping panggung yang sudah banyak dikelilingi para guru sama sepertiku dan walimurid. Roni mengikuti dari belakang dengan hati-hati.āOke, bu ira sekarang ayo berjalan dengan aku posisi di sampingmuā katanya seraya menepuk pantatku tanpa segan2. Aku hanya bisa mengangguk tanda mengerti.
Kemudian Roni mengganti posisinya berada di sampingku jadi kami berjalan bersama dengan posisi Roni sekarang ada di sampingku menuju samping panggung. Langkah kaki ku terasa lebih mengangkang di tambah perutku yang buncit serta efek dari minyak di oleskan kesekujur tubuhku membuatku merasa setiap kubuat melangkah semakin cepat diriku terangsang⦠Tidak lama kemudian kami sampai di samping panggung dengan di sambutnya diriku oleh Bu karim.
āAssalamualaikum..bu ira dari mana saja dari tadi kok gk keliatanā tanya Bu karim dengan ramah.
āWaaaalaaiikumssaallam..eehh..mmaaff bu karim tadi saya ada urusan sebentar sama murid lainā jawabku dengan posisi berdiri tapi dengan kaki yang terbuka lebar karena semakin tersangga oleh popok serta benda yang di pakaikan Roni.
āOohhā¦iya ngomong2 kok perutnya bu ira semakin besar yaā katanya sambil mengamati penampilanku.
āBu karim bisa aja perasaan dari tadi juga tetap sama saja gk ada yang berubahā kataku mengelak padahal dalam hati ku merasa deg deg an.
āOh iya Bu ira untuk masalah Roni soal di kenaikan besok jadi apa tidakā tanya Bu karim yang ingin tahu pendapatku soal kenaikan Roni.
Dengan bingung aku menjawab kulirik Roni dia cuma diam saja sambil melihat sekitar pura pura tidak tahu tapi aslinya dia menunggu jawaban dariku, akhirnya ku memilih untuk mengiyakan Roni naik kelas daripada hukumanku semakin berat..āEhh..kalau pendapat saya Bu karim lebih baik Roni naikkan sajaā ucapku sambil menggerak-gerakkan kakiku.
āLoh beneran bu ira setuju Roni naikā bu karim sedikit terkejut mendengar perkataanku tadi.
āIya bu karim saya seetttuuujjuu heheheheā jawabku sedikit nakal karena sekarang aku menjawab sambil kencing dan tertawa kecil, tidak tahu semakin lama diriku seperti menikmati kencing dimanapun itu meskipun sedang berbicara.
āBu ira baik-baik saja dari tadi kulihat bertingkah aneh gk seperti biasanya tegas dan ramahāucap Bu karim semakin merasa curiga terhadapku āBu ira habiskan dulu permen di mulutmu hati-hati ketelan nantiā mendengar bu karim melontarkan kata tersebut sontak diriku sedikit kaget karena mungkin bu karim melihat tindik di lidahku yang di kiranya permen.
āIya bu karim enak soalnya permennyaā diriku menjawab di ikuti kedua tangan ku telangkupkan kedepan membentuk menutup bagian depan kelaminku. Sebenarnya ada 2 pemikiran yang satu diriku menangis merasakan permainan Roni ysng begitu kejam tapi di sisi lain diriku semakin keenakan menerima perlakuan Roni jadi daripada ambil pusing dengan bodohnya kupilih nomer 2.
āYa sudah kalau begitu kapan2 saja kita bicarakan soal Roni sekarang ayo bersiap2 karena habis ini kita akan naik panggungā kata Bu karim sambil mengajak yang lainnya juga.
Kemudian semua guru beserta murid naik panggung satu per satu pertama murid dulu terus ganti para guru naik, belum nsik panggung aku seperti takut,grogi dan khawatir bagaimana tidak bagian depan popok ku saja menonjol kedepan sekali seperti kelamin laki2 yang sedang tegang di tambah pusar ku yang sangat menonjol serta sangat lebar dan bokong ku semakin terlihat besar serta melebar..
Satu per satu guru2 naik ke panggung aku menunggu giliran terakhir sedangkan Bu karim naik duluan setelah para murid naik, setiap langkah kaki ku menaiki tangga panggung dengan cara tidak biasa di lakukan perempuan pada dasarnya melainkan naik dengan membuka lebar2 saat melangkahkan kaki serta sedikit mengangkang karena selangkanganku tersangga oleh popok serta benda yang di pakaikan Roni jadi mau tidak mau aku berjalan seperti itu..
Kulihat semua orang sedikit bingung melihatku yang berjalan seperti perempuan tomboy meskipun memakai gamis dan rok yang besar beserta para guru juga terutama Bu karim yang dari tadi memperhatikan langkahku yang aneh, rasa takut serta khawatir terus menyelimutiku tapi aku berusaha untuk tidak memperdulikannya.
Setelah sampai di panggung kucoba posisi duduk tapi saat aku mau duduk tiba-tiba earphone di telingaku berbunyi suara Roni yang menyuruhku untuk duduk dengan posisi bersila padahal di panggung semua guru duduknya seperti saat posisi sholat terakhir, ku memandang ke arah Roni secara diam2 lalu sedikit menganggukkan kepala tanda setuju,
Saat aku mau duduk untung kebagian di posisi belakang jadi langsung saja aku melangkah ke belakang lalu dengan berat hati ku posisikan duduk ku dengan bersila tapi dengan posisi kaki ku sedikit ku bentangkan serta punggung yang tegak karena tersangga perut jadi tidak bisa membungkuk jadi posisi duduk ku seperti seorang laki2 dengan duduk bersila sedikit mekangkang terlebih lagi saat di buat duduk tonjolan di bagian depan kelaminku semakin terlihat,
Saat aku duduk di posisi tersebut terlihat ada beberapa guru rekan kerja ku terheran melihat posisi duduk ku yang sangat berbeda dengan yang lain yang lebih mengejutkan ada salah satu murid kulihat tidak sengaja melihat diriku seperti mempunyai tonjolan di area kelaminku serta pusar yang semakin menonjol akibat kubuat duduk.
Dengan tenang aku cuma tersenyum saat salah satu murid tersebut melihatku, di tempat ku mengajar memang adat agamanya sengat kental sekali bahkan etika duduk,sikap serta pengucapan saja di tata baik2 makannya sedikit asing saat mereka tiba tiba melihatku duduk seperti itu.
Aku sendiri juga takut tapi apadaya tubuhku ini seperti sudah sepenuhnya milik Roni setelah Roni dan ibunya membawaku ke dukun, entah apalagi kali ini yang akan mereka lakukan padaku dan kemudian Bu karim berpindah tempat yang tadi di depan ganti di posisi belakang dekat diriku lalu mengajak ku bicara..
āBu Ira kok duduknya begitu gk boleh, kita harus memberi contoh baik bagi semuanyaā Bu karim dengan tenang menasihatiku tapi tidak ada hujan tidak angin dengan tidak sengaja tiba ā tiba aku berbicara bahasa nakal, āeeeehhh..gk apa2 bu karim memek saya lagi gatalā kata ku secara tidak sengaja berkata begitu yang membuat Bu karim langsung terkejut tapi untungnya diriku berbicara tidak keras.
āHaaahhā¦Bu ira kok ngomongnya jorok begitu, ibu ini seorang guru hati2 kalau ngomongā hardik Bu karim memarahiku tapi dengan nada rendah.
Padahal dalam hati aku juga sangat terkejut tiba2 mulutku berkata nakal bahkan dari dulu tidak pernah aku berkata hal semacam itu. Satu per satu nasihat Bu karim keluar dari mulutnya tapi diriku cuma bisa bengong sambil memikirkan apa ini ulah dukun itu selanjutnya karena permintaan Bu laili dan Roni kepadaku.
āBuā¦bu ira dengar tidakā kata Bu karim seraya meyadarkan ku dari lamunan ku.
āEeehhh⦠Iya Bu karim saya minta maaf tadiā jawabku sambil kemudian terlintas dalam pikiranku untuk kencing saat di panggung.
Setelah puas bu karim menceramahiku dia kembali ke posisinya kembali, tidak puas di situ Hp ku bergetar dan muncul notifikasi dari Roni kemudian mengirim pesan lewat Hp ku yang kemudian ku baca isinya adalah tentang Bu laili dan Roni ke dukun itu karena ingin mengendalikan tubuhku semau mereka terus di ikuti dengan suara Roni dari earphone ā Bu ira sebentar lagi pertunjukan sebenarnya akan di mulai jadi bersiaplahā sontak dadaku terasa sesak mendengar kalimat Roni bagaimana tidak sekarang saja banyak wali murid serta murid2 yang hadir…
Sekitar 5 menitan acara pun di mulai di awali dengan murid dahulu membaca kalimat agama, terlihat saat para murid tampil sedikit lama jadi diriku sedikit lega bisa beristirahat dulu dan menenangkan pikiran. Hampir 15 menitan para murid sudah selesai membaca dan saatnya para guru gantian membaca dengan memegang mic satu per satu,
Di saat itulah kejadian pahit ku alami ku tenangkan diri lalu ku genggam mic yang di berikan oleh salah satu guru kemudian semua guru di haruskan untuk membaca secara keras karena untuk contoh teladan bagi para murid akhirnya tanpa pikir panjang ku coba untuk mengeraskan suara ku membuat berak semakin keluar dari sela butt plug tersebut.
Ku biarkan berak tersebut keluar karena tidak mungkin aku menahannya karena sekarang keadaan perutku sudah sangat penuh bahkan saat kupegang saja terasa keras, waktu demi waktu para guru terus bersuara hingga akhirnya āCeeerrr ccrrreeettā air kencing keluar sangat deras sehingga semakin menambah popok mengembang,
Kubiarkan saja kencing itu keluar sambil ku lanjutkan suara ku hingga baru kusadari kalau di depanku adalah salah satu murid teladan bernama tyo. kulihat sepertinya dia tidak tahu bahwa aku ada di belakangnya atau mungkin dia sudah tahu tapi memilih tetap diam karena memang tyo ini orang pendiam tidak seperti Roni yang nakal..
Selang beberapa menit kami para guru pun selesai dan kurasakan sepertinya popok ku semakin menggelembung, semoga saja saat tadi aku membuka mulutku tidak ada yang tahu bahwa ada tindik di lidah ku karena tidak banyak orang yang tahu bahwa di balik penampilanku yang tertutup ini menyimpan rahasia diriku sebagai seorang pelacur bertato serta bertindik.
Dalam hati ku bergumam pasti Roni tidak tinggal diam saat melihat diriku yang sekarang lagi di dekatnya tyo, ya karena memang Roni terkadang juga iri terhadapnya karena lebih pintar di bandingkan Roni. Saat aku masih dalam lamunanku eaphone di telngaku kembali berbunyi ternyata benar apa kata hatiku Roni tahu bahwa sekarang aku ada di belakangnya tyo tidak menunggu lama Roni menyuruhku untuk sekali kali menggoda tyo dengan menggesekkan perutku ke punggungnya sontak aku terkejut karena bisa-bisanya Roni menyuruhku melakukan itu di depan banyak orang.
Akhirnya dengan berat hati ku coba untuk menolak perintah Roni yang membuat Roni merasa marah akibat perbuatanku dan mungkin apa yang akan dia lakukan selanjutnya terhadap diriku ini, sekitar beberapa menit kemudian semua guru beserta murid di panggung berdiri untuk bersuara bersama dan saat sudah di posisi duduk bersila mau berdiri diriku sangat kesusahan sambil tangan lainnya ku buat memegangi perut buncitku..
Waktu kami semua bersuara tiba ā tiba perutku terasa sangat sakit tapi berusaha ku sembunyikan dari semuanya sambil kedua tangan ku sesekali memegangi perut besarku tapi semakin kutahan semakin terasa rasa sakitnya seperti dari dalam perutku terasa di pompa.
Cerita Sex Orang Betawi Jaman Dulu
Ingin rasanya teriak tapi takut nanti semua orang tahu bahwa diriku ini seorang pelacur akhirnya ku tahan sambil sedikit ku bungkuk kan tubuhku āeeeeggghhhhā¦aaaahhhfffgghhālenguhku secara pelan, kemudian Roni berbicara lewat earphone bahwa ini adalah hukuman karena sudah menolak perintah Roni.
Dia akan terus memompa perutku hingga sangat keras sampai berak serta kencingku keluar secara terus menerus, dengan tenaga yang tersisa aku ijin ke salah satu guru untuk alasan ke toilet padahal tidak melainkan aku melangkah menuju gudang kosong.
Bersambung…
Ira herliana atau biasa di panggil bu ira dia adalah seorang guru ngaji dan ustadzah di desanya serta menjadi orang terpandang di desanya yg terkenal alim,syarāi,berpenampilan tertutup, pintar dalam agama. Terkadang Bu ira juga mengisi acara pidato tentang agama dll hingga banyak orang yg menghormatinya bahkan tidak jarang orang menganggapnya sebagai ustadzah atau guru ngaji unggulan serta menjadikannya contoh teladan tapi itu semua seakan akan berlalu sejak bu ira jatuh dalam jebakannya Bu laili, Bu laili memang dari dulu tidak suka dengan ketenaran Bu ira dan menghalalkan berbagai cara agar bisa memperbudak Bu ira.
Bu laili di desa adalah seorang istri dari juragan beras yg sangat kaya raya serta baik hati bagaimana tidak usahanya yg sekarang saja sudah banyak membangun cabang dimana mana tapi berbeda dengan istrinya yg suka foya2 serta gengsi. Dan bu ira pun jatuh dalam jebakan Bu laili dengan cara menyiksanya tidak tanggung-tanggung bu laili bahkan memanggil dukun untuk menyiksa Bu ira, entah berapa lama lagi Bu ira akan bertahan dari siksaan Bu laili atau Bu ira otaknya akan rusak dan jadi budak sex gila kontol.
Setelah mendengar guru lain mengizinkan aku untuk ke toilet dengan cepat ku langsung turun panggung dengan tergesa-gesa lalu berjalan sedikit berlari sambil memegangi perutku. langkah kaki ku ku percepatbsambil kedua tanganku memegangi perutku dengan kaki yang gemetar serta meliuk liuk dan sedikit membungkuk sambil menahan rasa sakit tersebut,
Jarak antara gudang dan halaman depan memang sedikit jauh tapi bagiku jarak antara halaman depan ke gudang sangat jauh, bahkan saat jalan kaki saja rasanya sudah tidak kuat lagi ingin rasanya duduk dan tidak lama kemudian aku sampai di gudang tanpa menoleh kebelakang dan kesamping dengan cepat langsung saja kubuka pintu tersebut yang untung saja tidak di kunci lalu tanpa buang waktu aku langsung saja masuk karena sudah tidak tahan lagi terus menutup kembali pintu tersebut.
Kemudian aku melangkah menuju sebuah kursi tua lalu duduk disitu sambil menahan rasa sakit karena terasa perutku semakin lama semakin penuh seperti orang hamil 8 bulan setengah dan saat kusentuh terasa sangat keras.
Nafasku semakin sesak serta di dalam perutku seperti di isi sesuatu entah itu apa, di dalam kesulitanku menahan rasa sakit tersebut kemudian terdengar pintu gudang terbuka aku sangat was was khawatir ada seseorang yang mau masuk kesini dan pintu pun terbuka ternyata Roni datang ke gudang tersebut seraya menutup kembali pintu gudang tersebut dengan cepat dan langsung menghampiriku āBu lonte bagaimana enakātanya Roni pura pura tidak tahu apa yang terjadi padaku.
āSaaakkkiittā¦tttooolllooonnngggā¦.hhheeennnttiiikkaanā racauku menahan sakit di perutku.
āAda syaratnya, kan tadi sudah Roni bilang Bu ira harus goda tyo tapi bu ira gk mauā kata Roni sambil mengancamku.
āEegghhiiiiyyaaā¦Rooonnniiā¦Bu iirraaā¦aakkaannā¦mmmeennnuurruutiiinnyyaaā kata ku memohon belas kasih dari Roni yang berdiri di depanku.
āHohohoā¦tidak semudah itu, pertama bu ira harus di hukum dulu kali iniā kata Roni semaunya mempersulit diriku.
Setelah mendengar itu Roni mengangkat tangan kirinya lalu menepuk dengan tangan kanan yang terjadi adalah rasa sakit di perutku tidak berkurang tapi malah bertambah parah, ku menjerit sekuat kuatnya tidak peduli lagi terdengar orang apa tidak dari luar.
Tiba-tiba saat semakin lama terasa sakit kemudian kurasakan ada sesuatu yang akan keluar dari lubang anus serta klitorisku dan, āeehhhggggkkkkeehhā¦aaaaaahhhhhhhā¦eeehhggghhkkkkā¦eehhhhā ku menjerit sambil di ikuti lenguhan karena terasa berak berusaha keluar mendorong butt plug di lubang anusku serta air kencingku keluar dengan deras aku tak bisa lagi menahan semua itu dan ku biarkan keluar deras seperti air kran terus berak yang dari tadi terus mendorong butt plug akhirnya bisa keluar dari sela atas butt plug dengan paksa membuatku kesakitan.
Aaaaaahhhhhā¦ttiiiddaaakk eeeghggghh.. kkkeeellluuaaaaarrr.. eeeehhh.. aakkuu⦠ppeeellaaccuur⦠eehh⦠aakkkuu⦠seeeoorraang⦠ppeellaacur⦠aalliimmā desahku akibat merasakan muncratnya berak serta kencing secara deras membuat pikiranku menjadi tidak karuan..
Lubang anus serta klitorisku tidak henti-henti nya mengeluarkan sesuatu aku hanya bisa duduk di lantai gudang yang kotor serta bersandar di dinding, kurasakan popok yang kupakai semakin lama semakin membesar ku coba berusaha menahan agar tidak keluar tapi tidak bisa dan terus keluar sampai popok yang kupakai seperti tidak muat lagi menampung, āeeehhhh..Rrrooonniiā¦hhheennttiikaaanā¦aaahhhā¦eennnaakkk ssseekkaalliiā¦meeemmeekk..kkkoonnttoolllā desahku dengan keras yang cuma akan membuat bangga Roni karena berhasil membuatku beginiā¦
Klitoris serta lubang anusku terus mengeluarkan sesuatu sampai ku raba popok itu menggunakan tanganku dari balik rok dan terasa seperti mau tumpah, ku terus memohon ke Roni agar menghentikan siksaan ini air mata mulai menetes dan membasahi pipiku lalu dengan teganya Roni menyuruhku untuk berdiri, dengan sekuat tenaga ku paksa untuk berdiri sambil membuka lebar2 kakiku kemudian tanpa di perintah ku lepas rok yang kupakai sampai tergeletak di bawah sambil melenguh merasakan sensasi tersebut.
Tanpa buang buang waktu Roni dengan sigap melepas gamisku yg kubiarkan tanpa melawan, terlihatlah baju latex yg kupakai lalu Roni hanya memandangiku dengan tatapan mesum tanpa menghentikan siksaannya.
āAappaaā¦yyaannggā¦aakkkaannā¦.kkkaaammmuuuā¦.lllaaakkkuukkkaannā deaahku seperti seorang pelacur sambil meliuk liukkan pinggulku karena menikmati berak serta kencing yg sangat hebat.
Roni berganti posisi melangkah kebelakang lalu membuka resleting baju latex yang kupakai saat sudah terbuka kemudian Roni dengan kasarnya melepas baju latex tersebut yang membuat aku merasa kesakitan, mengenai perutku saja dengan enaknya Roni menarik ke bawah baju latex tersebut hingga membuat aku teriak kesakitan sambil membungkukkan tubuhku lalu tangan satunya memegang perutku.. āJaa..jangan di bukaāsaat baju latex itu sekarang dalam posisi tepat di popok ku,
Aku memohon ke Roni agar tidak di lepas karena sekarang mungkin popok yang kupakai akan tumpah isi berak serta kencing yg dari tadi tertahan di popok meskipun berukuran besar tapi tetap saja popok ini sudah tidak tahan lagi menahan berak serta kencingku, dengan cepat Roni merobek dengan paksa kain tersebut gara2 aku merapatkan kakiku akhirnya sebuah pukulan menghantam perutku
āaaaaaakkkkhhhā¦eeehhhhā¦hhhoooeeekkk..ā aku teriak sangat keras karena perutku sudah dalam keadaan penuh di tambah pukulan dari Roni membuat rasa sakit itu semakin parah, bahkan kencing serta berak semakin deras keluarnya.
Sakit rasanya saat berak itu terus memaksa keluar dari butt plug, kemudian kain latex tersebut di sobek hingga rusak tidak menunggu lama tangan Roni pun membuka lebar kakiku dengan tersandung sandung ku lebarkan kaki ku, terasa popok yang kupakai sedikit berat karena sudah banyak menampung kotoran.
āHeheheheā¦rasakan ini Bu lonteā āpraakkā dengan keras Roni menampar perutku
āHeeeggggkkhhā¦eeekkhhā Aku langsung jatuh terduduk sambil menyondongkan tubuhku kedepan lalu kedua tanganku juga memegangi perutku rasanya perutku seperti mau meledak, air mata semakin menetes ku menangis sekencang kencangnya. āHeeeggghhheegghhheeā¦aaapppaaaā¦.sssaaalllaahhkkuuā¦Rrrooonniiiā¦ā racauku dengan menangis tersedu sedu.
āSudah diam Bu guru lonteā hardik Roni dengan mengayunkan kakinya hingga mengenai samping perutku sampai membuatku terguling dengan keras ke samping dalam posisi terlentang.
āAmmppuunn..tttooollloooongggā¦.Ammppuunnā¦hheeegghhhheegggh..hhhuughhh..sssaakkkiiittā Aku memohon meminta iba dari Roni untuk mengampuni ku, kurasakan kencing serta berak tidak hentinya keluar bercampur rasa nikmat serta sakit membuat pikiranku semakin terhanyut dalam nafsu.
āMerangkaklah kesiniā hardik Roni menyuruhku untuk merangkak dengan tangan menunjuk ke kakinya. Ku merangkang seperti seorang hewan menuju ke kaki Roni, harga diriku seperti sudah hilang dan setelah sampai Roni kemudian memegang daguku lalu mendorongnya ke atas agar bertatapan langsung ke matanya.
āSekarang panggil aku tuan karena sekarang aku majikanmu sedangkan Bu ira adalah budak seks kuā ucap Roni sambil menatapku dengan tajam.
āEegghhhhā¦bbbaaaiikkkā¦tttuuuaannā kataku di ikuti Roni melepas tangannya dari daguku lalu menyuruh ku untuk mencium kakinya, dengan terus melenguh ku tundukkan kepala sampai ke kaki Roni lalu kucium satu persatu kakinya, āeemmmgghhh..ccceepppkkkā¦emmgggghhhaahhh..ā kucium i kaki Roni atau tuanku tanpa ragu2 kulihat Roni menikmati perlakuanku.
āBagusā¦bagus..sekarang bilang kalau bu ira itu seoarang bu guru lonte syarāi penggila kontolā kata Roni setelah puas merasakan kakinya ku cium, lalu menyuruhku berdiri menghadap dirinya dengan kaki yg di buka lebar.
āBaaaiikkā¦ttuuuaannnā dengan melenguh aku berdiri hingga tidak terasa berak di popokku sudah menetes sedikit dari celah popok. kulanjutkan berdiri lalu dengan jilbab dan popok yg masih kupakai ku bentangkan kedua kaki lalu Roni mengambil Hp dari saku celananya.
āMau apa tuan sekarangātanyaku sambil meliuk liukkan tubuhku.
āAku akan merekam aksimu, sekarang cepat lakukan seperti perintahku tadi atau pilih siksaan yg lebih oarah lagiāhardik Roni seraya menata kamera hpnya di bekas meja untuk sangga hpnya. Tanpa basa basi aku pun melakukan apa yg tuanku perintah.
ā1..2..3..ayo mulai bu guru lonteā kata Roni sambil memulai rekaman.
āAssaaalllaammuuaallaaiikkuummā¦eehhhaahhā¦waaarraahhhmmaattuullaahhā¦hhiiwwaabbbaarookkaatuuhhā¦eeghhh..semuanya perkenalkan saya adalah Ustadzah Ira yang gila kontol, yang terhormat semua walimurid selamat ya atas kelulusannya putra dan putri anda, saya selaku ustadzah lonte syarāi menucapkan selamat atas partisipasi kalian semuaā¦eeghhheeeehhhā seketika aku terdiam sejenak sambil menangis lalu Roni mepause rekaman nya dan menyuruhku untuk meneruskan pidato dengan tambahan kata āngentotā.
Akhirnya dengan berat hati ku sanggupi perintah Roni seraya Roni memulai lagi rekamannya..ā eegghhheehhhā¦mmaafff..sseemmmuuaannyyaa tadi sempat terputus, saya selaku Bu guru lonte gila kontol sangat senang melihat siswa/i lulus, dan sebagaiā¦.eeeggghhheehhaaahhā¦iimbalanya sssaayyaaā¦ssiiaapp menjilati kontol wali murid dan juga bboollleegghhhā¦mmmeenniikkmmaatiiā¦serta nngentot memek dan pantat saya,
Saya akan tampung semua kontolā jeda beberapa saat tiba tiba perutku teras bergejolak dengan keras lalu tanpa menunggu lama kurasakan ada sesuatu yg akan keluar dengan deras akhirnya dengan kamera hp yg masih merekam,
Aku tidak kuat lagi menahan gejolak tersebut hingga akhirnya āprraakkā¦bbbrroookkkkā¦cccrreeettttā¦bbbrreetttā¦ā āehhhggggkkkā¦AAAAHHHHHHHā¦EEEEGGGHHHFFGGGTTTā¦AAAHHHHā¦AKU USTADZAH GGIILLAA KONTOL BAPAK2 DAN PARA HADIRIN SILAHKAN NGENTOT HHEEEGGHHHH NGENTTOOTT MMMEEMMEEKK LONTEE IINIII SSEEPPUAASNYAā¦EEGHHHHJKKKKā¦AAAHHHHHHā ku menjerit tidak karuan sambil memegangi perut sedangkan tangan satunya megelus elus perutku.
Kali ini berbeda dari sebelumnya berak serta kencing ku seperti meledak keluar hingga membuat butt plug tersebut lepas tidak sampai di situ berak serta kencing mengalir deras keluar dari popok sampai ākkkkrraakkā popok yang kupakai pun robek dan jatuh kelantai bersamaan dengan butt plug serta berak dan kencing yang keluar deras hingga membasahi paha kaki dll.
Aku semakin tidak bisa berfikir lagi otakku seperti sudah rusak dan tubuhku di selimuti hawa nafsu juga kenikmatan dari siksaan Roni, Roni hanya diam mentonton aksiku sambil tertawa puas melihatku seperti budak seks. Setelah 5 menit akhirnya berak serta kencing berhenti sontak aku lemas dan ambruk tergeletak di lantai yg terdapat kencing serta berakku, tubuhku sangat lemas hingga akhirnya aku pun pingsan.
Singkat cerita malam pun tiba kini aku sedang melihat layar hp di kamar dengan keadaan duduk, untuk mengecek apakah ada yang pesan masuk atau sekedar cari hiburan. Setelah bosan bermain hp aku sekilas teringat kejadian tadi siang saat acara kelilusan siswa Roni begitu kejamnya mensiksa diriku sampai membuatku lemas,
Seperti biasa meskipun di rumah aku tetap memakai gamis longgar semata kaki dengan warna merah muda dan jilbab besar berwarna sama seperti gamisnya seperut Tapi karena perutku yang besar seperti orang hamil 8 bulan jadi hanya menutupi setengah perutku.
Kulihat di jam dinding sudah menunjukkan jam 19.00 sambil melamun betapa beruntungnya aku tadi siang bisa pulang tanpa ketahuan orang lain apalagi teman satu pengajianku. Tiba tiba Hp yang kutaruh di kasur berbunyi dan ternyata pesan dari Roni, aku pun langsung membukanya.
āHalo Bu lonteā Chatnya
āAda apa lagi chat sayaādengan sedikit kesal aku membalas pesannya.
āBu ira nanti jam 21.00 harus datang ke gudang ada urusan penting untuk bu iraā isi chat Roni.
āUrusan penting apa, kenapa harus sekarangā balasku dengan tambahan emot kesal.
āEhh..ini budak ngelawan, ingat kalau bu ira gk datang kami akan beritahukan kesemua orang kalau bu ira ini sebenarnya adalah wanita muarahanā chat Roni.
āTolongā¦jangan baik baik aku akan kesanaā balas chatku.
āDan satu lagi bu ira saat mau berangkat harus memakai gamis yang ketat berwarna hitam dengan jilbab yang disampirkan kebelakang, jangan mengenakan bh dan cdā Isi chat Roni.
Membaca chatnya seketika membuat jantungku berdegup kencang, karena aku di suruh memakai pakaian yang memperlihatkan auratku yang seharusnya kututupi.
āT-ta-tapiābalasku.
āSudah tidak usah tapi2 an, lakukan atau bu ira mau di hukum lagiā Chat Roni.
Aku pun berpikir sejenak tentang ajakannya, bagaimana mungkin aku harus berpakaian menggoda di luar rumah sepanjang perjalanan menuju tempat bu laili. Dan Hp ku berbunyi kembali tapi ini berupa panggilan telfon yang mengagetkan diriku, kulihat ternyata itu bukan dari Roni tapi dari Bu karim.
Pertama aku bingung mau kuangkat apa tidak karena takutnya Bu karim pasti akan memarahiku karena tidak ikut kegiatan tadi sampai selesai tetapi kubuang saja dulu pikiran negatif itu dan coba mengangkat telfon Bu karim.
āHalo iya Bu karim ada apa ya?ā
āAssalamualaikum Bu ira, tadi kenapa kok tidak mengikuti kegiatan kelulusan siswa sampai selesaiā kata Bu karim.
āEhhā¦itu Bu karim saya tadi mendadak di telfon sama pembeli saya untuk COD barang yang akan di beliā alasanku agar Bu karim tidak curiga padaku.
āOh⦠Tapi ya gk begitu juga Bu ira janjinya ijin ke kamar mandi tapi habis itu tidak kembali lagi bagaimana sih ibu iniā Bu karim dengan nada tinggi.
āI-i-iya Bu karim saya mengerti tapi tadi memang mendadak sekali tiba2 hp saya ada telfon dari pelanggan mau COD barangā alasanku menyakinkan Bu karim agar percaya.
āBu ira ini seorang ustadzah seharusnya memberi contoh yang baik bagi murid lain dan perutya Bu ira itu kenapa kok bisa sebesar orang hamil 8 bulan begitu?ā Kata Bu karim.
āIya Bu karim saya minta maaf atas kelakuan saya tadi lain kali tidak akan saya ulangi lagiā jawabku.
āTerus perutnya Bu ira itu kena apa kok jadi besar seperti orang hamil begitu?ā tanya Bu karim.
āOhhā¦itu Bu saya kena tumor jadi perut saya besar seperti orang hamil 8 bulanā kataku berbohong pada Bu karim.
āMasa sih Bu, kok bisa cepat gitu yaā
Kata Bu karim.
āYa namanya juga penyakitā jawabku sedikit takut.
āYa sudah, saya cuma mau beritahu Bu ira bahwa 1 minggu lagi akan ada acara pengajian didesa dengan pengisi acaranya ustadzah oki dan di harapkan dalam 1 minggu ini mulai besok Bu ira yang mengajar anak2 menggantikan saya dan sebagian guru karena ada kepentinganā kata Bu karim.
Mendengar kata Bu karim aku sedikit was was pasti Roni si anak kurang ajar itu tidak akan tinggal diam saat aku mengajar selama 1 minggu.
āBuā¦.buā¦bu ira halo ada apaā tanya Bu karim yang heran tidak mendengar jawaban dari saya.
āOh..maaf Bu karim saya melamun tadi, iya Bu saya mengertiā suara Bu karim membuat lamunanku pecah dan lamgsung menjawab dengan terbata bata.
āBaiklah kalau begitu, semoga lancar mengajarnya ya Bu, Asalamualaikumā kata Bu karim.
āIya Bu Karim Waalaikum salamā kataku lalu menutup telfon.
Setelah itu aku merebahkan tubuhku di kasur untuk merilekskan pikiranku tapi tetap saja pikiranku tetap merasa bingung dan resah memikirkan perintah Roni tadi sampai tidak terasa sekarang sudah jam 20.00. Tinggal 1 jam lagi aku pun kembali melihat isi Hp ku dan terdapat 1 pesan belum terbaca tidak lain adalah dari Roni.
āJangan lupa bu ira dengan ajakan kami tadiā¦. AWAS!!!ā isi chat Roni.
Aku lalu bangun dari kasur kemudian Dengan terpaksa aku melakukan perintah Roni dengan melepas pakaianku hingga telanjang tapi tidak langsung berpakaian melainkan memandangi tubuh hina ini, terlihat dari cermin tubuhku penuh dengan tato dan ada tindik di puting,klitoris,lidah apalagi di tambah perutku yang buncit seperti orang hamil 8 bulan.
Di luar aku kelihatan seorang guru agama yang alim sementara di balik gamis aku seperti seorang yang lebih rendah daripada pelacur. Kemudian setelah puas melihat tubuh telanjangku, aku lalu menuju ke lemari kemudian mengambil gamis warna hitam yang terlihat kecil karena saat kulihat ukurannya mungkin hanya muat untuk seorang gadis,
Kucoba memakai gamis tersebut ternyata baru memasuki pahaku sudah terasa sesak tapi untungnya bahannya lentur dan fleksibel jadi kupaksa terus akhirnya gamisnya berhasil membungkus paha dan bokong besarku dan yg jadi masalah lagi sekarang aku harus menaikkan lagi gamisnya melalui perut buncitku.
āBagaimana ini muat apa tidak yaā gumamku dalam hati sambil mencari cara menaikkan gamis dengan kedua tanganku.
Sekitar 5 menit akhirnya gamis tersebut bisa kupakai, untuk gamisnya sendiri bermodel lengan panjang dengan rok panjang sampai mata kaki tapi sayangnya karena kupakai jadi sampai setengah kaki membiarkan betisku terlihat jelas, yang kutakutkan adalah untuk bagian perut dan dadaku karena begitu terlihat samar2 akibat kain gamis yg tidak muat jadi tato dan tindik di puting terlihat. Langkah selanjutnya kupakai jilbab yang bisa di bilang tidak begitu besar warna hitam itu juga harus di sampirkan kebelakang sambil membawa tas hitam kecil berisi hp.
Setelah semuanya kurasa sudah pas aku membuka pintu rumahku lalu ku lihat kekanan dan kekiri apakah tidak orang yang berlalu lalang di hp sudah menunjukkan jam 20.30, kuharap tidak ada orang yang melihatku berpakaian transparan seperti ini karena bisa2 aku di perkosa ditempat dan lagi reputasiku sebagai guru agama akan hancur.
Jarak rumahku dengan tempat Roni sedikit jauh berjarak beberapa rumah, sekitar 3 menit kurasa suasana di luar sudah sepi aku keluar dari rumahku lalu mengunci pintu kemudian mulai berjalan dengan perasaan yang was2,takut serta khawatir.
Di luar terasa sangat dingin saat tubuhku terkena angin malam yang menembus gamis ini. Tetapi di pertengahan jalan aku melihat ada beberapa orang berjalan dari kejauhan, akupun panik harus segera mencari tempat bersembunyi di balik tembok rumah yang ada semak2 nya lalu sedikit menunduk dan beberapa orang itu pun mendekat, sambil ku intip dari semak2 ternyata itu adalah warga yang lagi jaga malam semuanya ada 3 orang. Pikiranku semakin tidak karuan muncul hayalan negatif yang menambah panik diriku.
āHei Apa kalian tadi lihat ada seorang wanita yang lewat siniā Kata salah satu warga yang mungkin berusia 28 tahun an.
āMana ada wanita jam segini masih keluyuran, yang ada juga malingā bantah salah satu warga yang mungkin berusia 45 tahun an.
āIya.. Mana mungkin ada wanita keluyuran gk jelas begitu kalau memang ada ya kita pasti bertemu dengan diaā kata salah satu warga yang tebilang masih muda 22 tahun an.
āTapi aku tadi lihat loh beneranā kata warga berusia 28 tahun.
āSudahā¦.sudah mari kita lanjutkan keliling desa, mungkin kamu lagi ngelamun tadi.. Sudah ayo lanjutā kata orang 45 tahun.
Mereka pun kembali melanjutkan kegiatan mereka, aku terkejut tadi ternyata benar ada seseorang yang melihatku tapi untungnya teman yg satunya tidak menyadari keberadaanku jadi aku merasa lega. Aku pun melanjutkan perjalananku dengan cara sembunyi2 menuju tempat Roni,
Saat ini aku berada tidak jauh dari tempat Roni saat mau melangkahkan kaki tiba2 ada seseorang yang memanggilku dari belakang hingga terasa jantungku mau copot karena kaget saat ku menoleh kebelakang betapa terkejutnya ternyata itu adalah Ardan salah satu murid yang sifatnya sedikit nakal di tempatku mengajar ngaji.
āLoh Bu ira kenapa malam2 ada disini?ā tanya Ardan sambil matanya melirik kediriku.
Kucoba agar setenang mungkin agar Ardan tidak mencurigaiku āEhhā¦ituā¦Bu ira mauā¦ehā¦cari udara segar di luar heheheā jawabku sambil mengarahkan tanganku ke bagian dada dan bagian kelamin.
āApa Bu ira tidak kedinginan di luarā jawab Ardan yang kulihat dia mulai melirik kearah perut buncitku.
āTidak ardan, kamu sendiri ngapain malam2 kok masih keluyuran di luar hayoā jawabku sambil memperhatikan ardan.
āYa mau main saja Buā kata Ardan.
āawas ya kamu nanti Bu ira laporin ke ibu kamuā ucapku agar Ardan tidak semakin curiga.
āBu.. Bu ira kok gamisnya kayak maksa begitu gk sampai mata kaki lagiā tanya Ardan sambil terus melihat perutku.
āDegā aku terkejut saat mendengar Ardan berbicara begitu. ā sudah sana pulang Bu ira ada urusanā jawabku dengan lembut.
āEhh.. Masa sih bu kok perutnya Bu ira buncit dan seperti ada gambarnya lagi mana ketat sekaliā ucap Ardan dengan senyum jahatnya mungkin dia tahu aku memakai gamis yang terlihat menggoda.
āBagaimana ya kalau aku laporin aja ke orang2 dan Bu karim kalau Bu ira berpenampilan nakal seperti iniā ucap Ardan.
āJ..ja..jangan, baiklah apa pun yang kamu mau Bu ira akan turutiā
āBeneran, baiklah kalau begitu aku mau di puasin Bu iraā kata Ardan sambil senyum senang.
āPuasin dengan apa maksud kamu nakā jawabku
āBu ira harus mengemut kontol Ardan kalau tidak akan ardan laporin ke semua orangā ancam Ardan.
āBaiklah aku akan menuruti keinginanmuā kataku pasrah mau tidak mau aku harus mengulum kontol muridku sendiri daripada reputasiku sendiri yang hancur, kemudian aku mulai berjongkok sambil menengok ke semua arah apakah tidak ada orang lain yg melihat setelah itu ku buka celana kolor bocah itu dan terpapang kontol yang sudah tegak mengacung keluar yang dari tadi hanya tertutup celana.
Tanpa basa basi ku buka mulut ku lalu kumasukkan kontol kecil tersebut ke mulutku lalu kumainkan dengan cara memaju mundurkan. Cerita dewasa ini di upload oleh situs
āOuughhh enak sekali Buā ujar Ardan menikmati kulumanku.
Lalu ku lepas kulumanku dan mengocoknya dengan tanganku,ā Ahhh ternyata lidahnya Bu ira ada tindiknya seperti pelacur sajaā desah sambil terkejut karena melihat ada tindik di lidahku.
Selanjutnya ku jilat dan ku lahap bola zakar muridku tersebut sehingga membuatnya tambah keenakan sampai2 menarik jilbabku. āOhh⦠Bbbbb⦠uuuuu⦠eehhhnnnaakk⦠sseehhkkaalliiā desah ardan.
Cerita Dewasa Sex Appeal yang Luar Biasa
Aku pun kembali memasukkan kontolnya ke mulutku lalu mempercepat kulumanku sementara Ardan berpegangan pada jilbabku hingga akhirnya. āAaggghhhhā¦.Bbbuuuuā¦aarrddaannā¦kkkeellluuaarrrā¦Crooottā¦crrooottā seketika kuhentikan kulumanku karena terasa peju ardan keluar deras dari kontolnya lalu ku lepas kulumanku, meskipun masih bocah tapi sperma nya keluar sangat banyak sekali hingga mulutku
āAhhhhhā¦enak sekali Bu ira gk nyangka ternyata bu ira seorang lonte hahahahahaā katanya.
āJangan bilang kesiapa siapa soal iniā sahutku dengan wajah geram.
āSiap Bu lonte hahahaā katanya lalu pergi.
Aku kembali merapikan pakaianku dan membersihkan sisa sisa pejuh yg tumpah dari mulutku. Kemudian kembali berjalan secara sembunyi sembunyi hingga sampailah aku ke tempat Roni dll.


