Chintami Atmanegara Istri Baru Ayahku
Cerita Dewasa Ā· 18+
hah, ayah mau nikah ?ā kataku kaget ketika mendengar ucapan dari ayahku
āiyaā¦.besokā jawab ayah ringan sambil tersenyum
sebut saja namaku ridho umurku 14 tahun saat ini masih duduk dibangku SMP, ayahku sudah sekitar 5 tahun menduda sebut saja namanya burhan saat ini berusia 52 tahun, ayah dan ibu bercerai dikarenakan kelakuan ayahku yang sering berjudi dan berlaku kasar. yang kutahu sejak bercerai ayah tidak pernah dekat dengan wanita hingga memutuskan menikah. Selama 1 tahun terakhir ini ayah memang bekerja sebagai security di perumahan mewah di kawasan jakarta barat.
Singkat cerita, hari itu pun tiba dan memang pernikahan ayah ini hanya dihadiri beberapa orang bahkan tetangga hanya beberapa saja, dan tiba tiba ayahku datang dengan membawa seorang wanita berbaju kuning dengan rambut terikat.
āwah apa ini calon ibu ku, kok bisa dia mau sama ayahā kataku dalam hati, menurutku walaupun wanita seperti memang sudah berumur namun terlihat masih cantik seperti bukan dari kalangan orang biasa apalagi dari pakaian dan perhiasan terlihat seperti orang berada
terlihat dari raut muka wanita itu pun tertunduk lesu
āsaya terima kawinnya chintamiā¦ā¦.ā
āsahhā¦.sahhhā ucap kedua saksi dan wali pernikahan
kulihat kembali wanita itu justru terlihat sedih dan tidak bahagia sama sekali, berbeda dengan ayah yang terlihat bahagia sekali. dan para tamu pun kemudian disuguhkan makanan seadanya, saat sedang menikmati hidangan aku tidak melihat ayah dan wanita tadi yang sudah notabennya sudah menjadi ibuku. Aku penasaran pun ingin berkenalan dengan wanita itu karena ayah belum sama sekali mengenalkannya padaku. Namun aku tidak berhasil menemukan mereka, iseng aku pun keluar rumah dan berjalan menuju warung untuk membeli rokok, dan tiba tiba aku melihat sandal ayah dan sandal mewah milik wanita itu di depan kontrakan milik kakekku. dari jendela depan aku mengintip tidak ada orang yang terlihat, karena masih penasaran akupun melihat dari jendela dapur dan aku terkaget ketika melihat wanita tadi sedang bersimpuh di depan pak jajat yang menikahkan ayahku dan wanita itu, yang membuatku kaget bukan hanya bersimpuh di depan pak jajat, namun pak jajat sudah setengah telanjang dan kemaluannya sedang di kulum wanita yang sudah menjadi ibuku
āhmmmmā¦..ohhhhā¦.ā desah pak jajat saat senjatanya keluar masuk dari mulut wanita itu
āhahahaā¦..ayo sayang ucapkan terima kasihā kata ayahku sambil mengusap kepala ibu baruku saat sedang mengulum kemaluan pak jajat
āwaduhā¦sebenarnya apa yang terjadi ā tanyaku dalam hati
belum terjawab rasa penasaranku, wanita itu pun berdiri dibantu pak jajat dan dengan arahan pak jajat wanita itu pun mengangkat kedua lengannya kebelakang, dan dengan lidah dan bibirnya pak jajat terlihat nikmat menciumi dan menjilati bagian ketiak wanita itu bergantian kanan dan kiri sementara ibu baruku hanya meringis sambil memandangi pak jajat yang menikmati bagian lengan dan ketiaknya.
āhmmm nikmatnyaā ucap dari pak jajat, tak berapa lama kemudian pak jajat terlihat mengolesi sesuatu ke ketiak ibu baruku dan kemudian terlihat ibu baruku menjepit kemaluan pak jajat dengan ketiak kanannya dan kemudian pak jajat pun bergerak maju mundur
āmmmhhhhā¦.ohhhhā¦auhhhhhā desah pak jajat sementara ibu baruku hanya pasrah sambil mengapit kuat penis pak jajat dengan ketiaknya
āohhhhhā¦..ohhhhhā terlihat pak jajat memekik hebat dan wanita itu langsung buru buru melepaskan diri dari pak jajat dan terlihat langsung membersihkan sesuatu dari lengannya
selesai itu kulihat pak jajat langsung keluar rumah kulihat senyum sumringahnya sambil membenarkan celananya
kemudian ayah dan wanita itu pun keluar dari rumah dan kembali ke acara
ādari mana dho ?ā tanya ayahku ketika aku baru kembali ke rumah
āanu yah, ke warung tadiā
ānah kenalin nih, mamah baru kamuā
kemudian aku pun bersalaman dengan wanita yang menjadi ibu baruku itu
āhalo, saya ridhoā
āchintamiā katanya halus
ānah tam, ini adalah anakku, berarti sekarang anakmu juga dan ridho kamu sekarang panggil dia ibu yaā
Malam harinya
kami makan malam sederhana bertiga di rumah, hanya ada tempe goreng, sambal dan ikan asin saja, kulihat memang ibu baruku ini nampak kurang selera entah karena makanannya kurang cocok atau memang karena pernikahan dengan ayahku
waktu menunjukan jam 23.20 ketika itu aku di kamar, namun aku sama sekali tak bisa memejamkan mataku, entah kenapa aku penasaran apa yang sedang ayahku lakukan dengan ibu baruku. aku berjalan keluar kamar, namun baru saat keluar kamar aku berjalan. aku sama sekali tidak mendengar apa-apa dari suara kamar ayah, dan saat aku mencoba mengintip ternyata keduanya sedang tertidur lelap, dalam benakku coba berpikir positif mungkin keduanya kelelahan
pagi harinya, kulihat ibu baruku sedang memasak hingga tiba tiba ayahku memeluknya dari belakang
ākamu masih haid sayang ? ayolah aku sudah nggak sabar bikin adik buat ridho sama kamuā kata ayahku
āsudah mas ā jawab ibuku singkat
dari kamar aku pun mengintip ayah langsung membalikkan tubuh ibuku yang sedang mencuci piring
āmmmmuuaahhhā ayah menciumi pipi wanita itu
āayo sayang lepaskan semua pakaianmuā perintah ayah pada ibu baruku dan tanpa perlawanan ia langsung menanggalkan semua pakaiannya, dan kulihat memang tubuh dari ibu baruku ini putih bersih tak hanya itu buah dadanya besar dan kencang juga ditambah dengan bokongnya yang sintal dan terlihat kenyal, melihat pemandangan itu aku sampe tak berkedip memandangi tubuh ibu baruku
āpakai iniā ayah memakaikan celemek pada ibu baruku kemudian kini giliran ayahku yang melepaskan semua pakaiannya hingga telanjang bulat
kemudian kulihat ayahku meminta ibu baruku untuk mengulum penisnya
āmmhhhhā¦.ohhh chintami sayangā¦.mhhhhā desah ayahku sambil menjambak rambut wanita itu, kulihat telaten sekali ibu baruku ini mengulum penis ayahku sambil mengulum sesekali ia juga mengocok kemaluan ayahku
makin panas, hingga kulihat ayahku meminta sesuatu dan kemudian ibu baruku mengulum dan menjilati batang penis ayahku hingga menghisap hisap biji kemaluan ayahku bergantian keduanya. dengan aba aba dari ayahku, ibu baruku pun berhenti mengulum kemaluan ayahku, dan kulihat dari kamarku kemaluan ayah sudah berkilau dengan air liur dari ibu baruku
kemudian kini kulihat ayahku mengambil sebuah kursi dan ia mengangkat kaki kiri ibu baruku ke atas kursi dan kemudian celemek yang ibu baruku gunakan di singkapkan ke atas hingga kemaluannya yang terlihat dengan bulu hitam yang cukup lebat
āmmmphhhā¦mmuuahhhā¦.shhhlllhshhā¦..sllllrrrpppā ucap ayahku saat bibirnya menikmati aroma kewanitaan milik ibu baruku, sementara kulihat ibu baruku mulai meracau tak jelas, tangannya meremas pundak ayahku
āoouhhhā¦.masā¦masā¦pelanā¦masā ucap ibu baruku
tak berhenti sampai disitu, kini ayah juga melepaskan dada kanan wanita itu dari dalam celemek hingga keluar jelas
āmasā¦.ohhhhā¦mmmhhhhā¦.pleaseā¦.masā ucap ibu baruku saat jari jemari ayahku keluar masuk dari liang kewanitannya
āooouhhhhhā wanita itu pun memekik kencang ketika ayahku meremas dada kanannya, namun ini yang membuatku kaget terlihat cairan putih muncrat dari dadanya
āhahha, ternyata benar tetek kamu masih ada susunyaā ucap ayahku dan langsung saja ayahku menyusu pada dada kanan ibu baruku sambil tangannya mengoyak ngoyak vaginanya, terlihat sesekali dari mulut ayahku mengucur susu yang ia dapat dari dada wanita itu
āmasā¦.masā¦.please mas stopppā¦.akhhhā¦.akhhhhhā desis ibu baruku dan tak lama ia berdesis hebat sembari cairan putih yang mengalir dari tangan ayahku yang mengerjai kemaluannya
tak sampai berapa lama, masih dalam posisi tadi tiba tiba ayah bangkit dan langsung menggenjot ibu baruku dengan penisnya yang sudah menegang dari tadi
āooohhhhā¦..ohhhhā¦.sakit mas tungguā desah wanita itu, namun karena sudah licin akibat orgasm tadi dengan mudah ayahku menggerakkan kemaluannya maju mundur
āmmmmhhhhhhhā¦ā¦hmmmmmā¦..uuughhhā¦memek mu enak banget istrikuā¦.ugghhhā desah ayahku keenakkan
ayah makin kuat menggoyang tubuh ibu baruku sambil sesekali ia meremas dan menciumi dada ibu baruku
āmmmhhhhā¦ā¦mmmuahhhā¦..shhhhā¦.mmmhhhā desah ibu baruku sesekali bibirnya pun di lumat ayahku
āplaakkkā¦.plakkāayahku menampar keras paha wanita itu
āmasssā¦ā¦pleaseā¦masā¦stopppā¦ada anakmu dirumahā ucap ibu baruku sambil melirik pintu kamarku yang sedikit terbuka
āooooughhhhā desah ayahku keras kemudian mencabut kemaluannya dan kemudian ia mengarah ke kamarku
āhmmm..masih tidur rupanyaā untungnya aku langsung berlari ke tempat tidur dan pura pura tidur, dan ayah langsung menutup pintu kamarku
āmasā¦.mas..mau kemana masā dari kamar kudengar suara ibu baruku makin mendekat dan ābruukkā kudengar sesuatu seperti menabrak pintu kamarku
āayo sayang kita lakukan disini, supaya ridho tau kita mau kasih adik buat diaā ucap ayahku dan tak lama kudengar ibu baruku kembali mendesah tak karuan
āohhhhhā¦masā¦.masā¦mmmhhhhā desahnya
āplaakkkā¦.plaaakkā¦.plaakkkā keras kudengar suara tamparan
āpantatmu mantap banget sih sayangā ucap ayahku
ākamu suka kan doggy style giniā¦hahahaā lanjutnya
aku kini tak bisa mengintip hanya bisa membayangkan ayahku sedang menyutubuhi ibu baruku dengan doggy style sambil ibu baruku bersandar tepat di pintu kamarku
āmasā¦.hmmmmā¦.hmmmmā¦.sakit masā desah ibu baruku
āayo sayang, kamu nikmatin juga kan, enak kan ?ā ucap ayahku sambil meracau keenakkan
āmmhhhā¦.mhhhhā wanita itu tidak menjawab hanya mendesah saja hingga āplaaakā terdengar seperti ayahku kembali menampar pantat wanita itu
āeeeā¦nnnakk masā¦.ohhhhā¦.ā ayahku terus memaksa ibu baruku berucap kotor jika ia menolak ayah langsung menampar pantatnya sekeras mungkin
ākontol masā¦.kontol mu enakā¦ohhhā¦aku minta peju kamu masā¦.mhhhhā
āhamili aku masā¦..hamili akuā¦.ohhhhā begitulah kata kata yang dipaksa diucapkan ayahku pada ibu baruku
hingga akhirnya kudengar ayah melenguh keras
āooooooughhhh, kontolku pejuku untuk mu chintami sayangā desahnya
āahhhhā¦ahhhhhhā desah ibu baruku
sepertinya mereka sudah selesai di luar sana, sesekali kudengar ibu baruku meringis seperti menangis entah karena sakit atau karena pernikahan ini
āhmmmā¦kamu yang terbaik istrikuā kata ayahku
dan sepertinya mereka bangun dan meninggalkan lokasi tadi
malam harinya
mulustrasi
āyah, ibu kemana ?ā tanyaku yang sama sekali tak melihat ibu baruku dari siang
ālagi ada acara katanyaā jawab ayahku saat sedang ngobrol dengan pak bowo dan pak dadi yang kemarin menjadi saksi di pernikahan ayahku
sekitar jam 10 ibuku ternyata pulang, ia terlihat mengenakan dress hijau seperti baru pulang dari sebuah pesta
āhalo sayangā kata ayahku begitu ibuku masuk rumah dan ia pun langsung memeluk ibuku sambil menekan bokongnya
āmasā¦apa sih ada orangā kata ibuku dan kulihat pak bowo dan pak dadi hanya tertegun seperti iri
ātolong bikinin minum mahā ucap ayahku
dan ibuku pun kulihat langsung ke dapur dan membuatkan kopi
āpak burhan, nggak ada rokoknya nihā ucap pak dadi
āah pada nggak modal lu padaā ucap ayahku, saat itu aku berada di kamar dengan pintu sedikit terbuka jadi aku bisa melihat apa yang mereka lakukan di ruang tengah
kemudian ayahku pun ke warung untuk membeli rokok dan ibuku pun datang dan membawakan 3 cangkir kopi
āterima kasih ya tehā ucap pak dadi
āiya silahkan pakā kata ibuku
āpermisi pak, saya kebelakang dulu yaā lanjutnya namun tiba tiba
āmau kemana sih tehā kata pak bowo sambil menahan tangan ibuku
āahhhhhā kemudian ibuku berteriak ketika tubuhnya terjatuh di sofa di tengah pak bowo dan pak dadi
āsini dulu dong temenin abang tehā kata pak bowo sambil menahan tangan ibuku yang coba berontak kemudian pak dadi pun memaksa ibu untuk membuka pahanya, karena malam itu ia memakai dress hijau yang lumayan pendek dan pak dadi pun menaikkan dress ibu hingga celana dalamnya terlihat
āwoowww, semok banget nih, memeknya tembem lagiā ucap pak dadi
āmau apa kalian lepaskan sayaā kata ibuku ketakutan
ātenang aja dad, sebentar lagi kita nikmatin kokā¦.hahahahā¦masa pak jajat aja yang di servis kita juga mau kanā tambah pak bowo
kemudian pak dadi pun melepaskan paha ibuku kemudian ia mengeluarkan sebuah bubuk obat yang dicampur disalah satu cangkir kopi
ādiam saja kamu disini, jangan melawan atau kamu menyesal sayangā dan pak bowo pun melepaskan tangan ibuku dan kemudian karena takut ibuku pun duduk berhadapan dengan pak dadi dan pak bowo yang dari tadi menahan nafsunya. melihat itu aku pun ingin langsung keluar kamar dan pura pura ke kamar mandi tanpa terlihat semuanya
tak lama ayahku pun pulang dari warung
āohh lagi pada ngobrol, nih rokoknyaā ucap ayahku
dan kemudian mereka pun ngobrol sambil minum kopi, kulihat wajah ibu nampak panik setiap ayah menenggak kopinya
10 menit kemudian benar saja ayah langsung pingsan, dan seketika pak bowo langsung menangkap ibuku yang ingin berlari
āmau kemana sayangā ucap pak bowo sambil menahan tangan ibuku
ālepaskan saya, mas tolong masā rengek ibuku, namun ayahku benar benar pingsan malam itu
dalam hatiku, berkecamuk ingin sekali aku menolong keluargaku hingga akhirnya aku pun memberanikan diri menuju mereka
āapa-apan ini ?ā kataku
āehhh ada ridho ?ā kata pak dodi
ātoolong, toolong saya ridho ā ucap ibuku
namun kemudian pak dadi langsung bangkit dan meninjuku kuat hingga aku tersungkur
āahhhhā pekik ibuku melihat aku dipukul
kemudian sambil kesakitan ternyata tangan dan kakiku diikat kuat dan mulutku pun ditutup lakban tak hanya itu ternyata celana ku juga dilepaskan
ālepasā¦lepaskan sayaā teriak ibuku ketakutan
ādah gini aja dho, lu liat ini ibu baru lu kita perkosa di depan lu sama bapak luā ucap pak dadi
kemudian kini pak dadi langsung mengarah ke ibuku yang dari tadi ditahan tubuhnya oleh pak bowo
āmpphhhā¦.mmpphhhā teriak ibuku ketika mulutnya kini ditahan oleh pak bowo dan pak dadi langsung membuka paksa paha ibu baruku sambil menaikkan dress ibuku hingga ke pinggang ia pun mengarahkan mulutnya ke vagina ibuku yang masih tertutup celana dalam
āhmmm wangi banget nih semok lagi memeknyaā ucap pak dadi
āmmmhhhhā¦..mmmhhhhghhhhā¦.hmmmmā kulihat ibuku terus meronta ronta, pahanya terus melawan saat pak dadi mulai menciumi celana dalamnya, namun dengan rontaan ibuku justru malah membuat pak bowo dan pak dadi makin ganas, pak bowo tak henti henitnya menciumi leher hingga telinga sambil sesekali meremas dada montok ibuku
āwo, coba kita buktiin kata pak jajat kemarenā ucap pak dadi dan kemudian pak dadi pun beranjak dari posisinya dan kemudian ia memaksa ibuku untuk mengangkat kedua lengannya dan ia pun langsung menciumi ketiak ibuku
āmmmuuahhhhā¦..shhhhā¦.mhhhhā desah pak dadi dan diikuti juga oleh pak bowo yang ikutin menciumi ketiak ibuku
āahhhhhā¦.ahhhā desah ibu baruku, puas dengan ketiaknya kini pak bowo yang gantian memainkan selangkangan ibu baruku sementara pak dadi menahan tangan ibuku agar tak melawan, cukup lama mereka memainkan vagina ibuku yang masih dibungkus celana dalam putih, mulai dari disodok dengan jari di jilat, dihisap hingga diludahi, semntara ibu baruku hanya meronta sambil menagis minta ampun
ānah nah ini apan, nangis gak mau tapi keluar juga ?ā kata pak bowo disambung tawa puas sambil menunjukan jarinya yang basah karena lendir dari kewanitaan ibu baruku, tak berapa lama pak bowo langsung menarik celana dalam ibuku dan tanpa aba aba ia pun langsung memasukkan penisnya ke kemaluan ibuku
āooohhhā¦pakā¦.sakitā¦pakā¦janganā teriak ibuku namun peduli setan pak bowo menggenjot ibuku yang masih mengenakan dress hijau mereka pun bersetubuh di sofa tepat di depanku, kulihat pak dadi menyingkir memberikan kesempatan pak bowo untuk menikmati ibuku
āoooouugghhhhā¦..mmmhhhghhhhā¦.enakā¦ohh nikmatnyaā¦memekmu sayangā¦memek artis oohh enakā racau pak bowo sambil memeluk pinggul ibuku dan menekan kuat kuat kemaluannya
āpakā¦.ohhhā¦ohhhā ibuku terlihat mulai melemah tangannya tak lagi mendorong dan melawan pak bowo namun ia malah tangannya di kalungkan ke pundak lelaki yang sedang menggagahinya itu
semakin lama kulihat irama dimainkan pak bowo, sementara perlahan ibuku mulai menerima pemerkosaan ini sesekali pak bowo menciumi bibir ibuku yang ternyata langsung dilayani oleh bibir ibuku
āooooughhhhā¦oughhhhā lenguh panjang ibuku
āhahahaā¦.sudah duluan rupanyaā¦baiklahā¦.ā dan tiba tiba gerakan pak bowo melambat namun beberapa kali ia menghentak keras diikuti teriakan ibuku kesakitan hingga
āmmmhhhhā¦ohhhhhā¦hamil lah anakku sayangā¦ā teriak pak bowo yang nampaknya usdah sampai melepaskan puncaknya. tak berapa lama pak bowo pun mencabut penisnya dan terlihat masih ada lendir putih membasahi batang dan kepalanya dan juga mengalir dari kemaluan ibuku
tak sampai semenit kini giliran pak dadi, namun pak dadi langsung memaksa ibuku untuk menungging di atas sofa dan tidak lama ia langsung menggenjotnya dari belakang
āplaakkā¦..plaakkā suara tamparan pak dadi ke pantat montok milik ibuku
āhmmmmā¦hmmmā¦enakā¦ohhh..chintamiā¦ohhhā desah pak dadi
sekitar 10 menit menggenjot ibuku dari belakang akhirnya
āohhhh..sayang..nikmatā¦.mhhhhā desah pak dadi dan mengehentak keras memastika semua spermanya masuk ke vagina ibuku
selesai itu pun akhirnya ibuku tergolek lemas,
āwaduh dho, ibu baru lu nikmat banget ā ucap pak bowo
kemudian ikatan tangan dan kaki pun dilepaskan
āsini dho dudukā ajak pak dadi untuk duduk di sofa
āsini teh coba ajarin nih anak kamu gimana caranya jadi lakiā ucap pak dadi
dengan paksaan akhirnya ibuku pun bangkit dan kini bersimpuh di depanku, hingga membuatku gemetaran
āhahha, kenapa do, kok ngaceng gitu ?ā ledek pak bowo yang melihat burungku berdiri tegak, tak sampai disitu selanjutnya pak dadi menurunkan setengah dress hijau ibuku hingga terlihat ia BH hitamnya, lanjut ia bersimpuh didepanku, dan kulihat betapa montoknya dada ibuku kemudian pak bowo pun meminta ibuku untuk mengulum kemaluanku
āsudah nikmatin dulu aja dhoā kata pak dadi menenangkanku dan pelan pelan dengan terpaksa ibuku meraih penisku dan perlahan ia pun mengocoknya hingga akhirnya ibuku mengulum dengan mulutnya, dan saat itu bulu kuduk langsung berdiri karena ada inilah pertama kali aku melakukan hal seperti ini, tak sampai 2 menit tiba tiba aku merasakan sesuatu meledak dari kemaluanku hingga aku pun muncrat di wajah dan leher ibuku dan langsung disambut tawa oleh pak dadi dan pak bowo
āhahahah, dasar bocah, cepet bangetā ejek pak bowo
āgimana sayang peju anak tirimu enak telan dong telanā paksa pak dadi pada ibuku sambil menahan kepala dan mulutnya memaksa memasukkan sperma ku ke mulutnya
ātokā¦tok ā¦tokā tiba tiba ada suara mengetuk pintu rumahku, kontan semuanya pun menjadi panik
āpakā¦pak burhanā teriak seseorang dari luar
āhmmm sii jokerā ucap pak bowo, mengetahui itu adalah hansip yang jaga tiap malam
āteh chintami coba temuin sonoā paksa pak dadi dan ia pun melarang ibuku merapikan pakaian dan bekas sperma ku diwajahnya
āada apa bang ?ā kata ibu baruku sambil membuka pintu dipaksa oleh pak dadi
kulihat dari dalam mata joker seperti kaget dan langsung mengarah ke dada ibuku
āhmmm anuā¦teh..tadi saya denger disini ada ribut ribut mau ngecek aja ?ā jawab joker
ābang jokerā¦.kenapa bang ?ā tanya pak bowo
āeh pak bowo, itu pak biasa lagi mantauā jawab joker
āaman kok disini ker, ini teh chintami baru mau tidurā jawab pak bowo
āsudah teh silahkan tidur itu kasian pak burhan sendirianā kata pak bowo kemudian ibuku pun berbalik namun tiba tiba tubuhnya ditahan dan dipeluk dari depan oleh pak bowo
āpak, apalagi ini lepaskanā ucap ibuku namun tiba tiba pak bowo sambil memeluk ibuku menyingkapkan dress hijaunya
āker, gimana mau nggak lu ? kalo mau nih gua kasih gesekkin aja ya tapi ā ucap pak bowo sambil tertawa licik
āpak lepas pak tooloongā ucap ibuku panik namun terlambat joker yang sudah kepalang nafsu melihat dada ibuku pun langsung menempelkan penisnya ke pantat ibuku yang tidak tertutup apapun
āpak ampun pakā¦.lepaskan pak tolongā rengek ibuku
āsabar teh tami, kasian itu bang joker kan dudaā
āohhā¦.hmmmā¦montok banget ini pantatā ucap bang joker sambil meremas pantat ibuku
āehh mau ngapain tangan lu ?ā bentak pak bowo saat tangan joker ingin merayap ke dada ibuku
āmaap maap pak kentang soalnya hahahā
sekitar 5 menit kemudian
āooohhhhā¦.ohhhh tehā¦pantat semokā¦pantat lonteā¦enakkk ohhhā eluh bang joker sambil memuncratkan spermanya ke paha dan pantat ibuku ya, dan kulihat ibuku hanya menangis sesegukan menyadari nasibnya
usai itu bang joker pun tersenyum puas dan meninggalkan rumahku, waktu menunjukan jam setengah 2 pagi dan pak bowo serta pak dadi pun akhirnya meninggalkan kami.
Kesokkan harinya
siang hari ketika pulang sekolah, ternyata kakekku ada dirumah, terlihat kakinya nampak diperban dan jalannya pun pincang
ālho kakek kenapa ?ātanyaku
ābiasa dho jatoh dari motorā jawabnya dan ia pun mengatakan kalau dia ingin menginap di rumahku, sore hari pun ibu baruku akhirnya pulang dengan baju ungu dan celana leggingnya ia pun masuk ke rumah
āini yah istri barukuā kata ayah pada kakek dengan bangga
malam harinya ternyata ayahku pun pamit untuk bertugas malam.
bersambungā¦,,,,,,,,,,,,,,,,,,,


