Bule Sungguh Binal Diranjang
Cerita Dewasa Ā· 18+
Umurku yang mau menginjak ke 30 tahun dan sudah berkeluarga dengan dikarunia anak 2 hidupku normal normal saja tapi kalau urusan seks aku berbeda dengan lainnya yang kebanyakan pada umumnya tertarik pada wanita yang muda atau umurnya dibawah aku, berbeda dengan aku malah kebalikannya aku sering menyukai wanita yang lebih tua dari aku
Karena itu walau usiaku kini sudah termasuk setengah baya, namun jika melihat wanita yang berambut tebal dan panjang .. langsung saja gairah seksku meningkat. Yach..bisa jadi kondisiku ini sangat dipengaruhi oleh pengalaman masa puberku dalam berhubungan badan dengan lawan jenis.
Ketika itu usiaku baru 15 tahun dan kata orang betawi merupakan masa yang sedang ngebet-ngebetnya pengin ngesek. Cuma karena belum cukup umur, biasanya keinginan tersebut hanya disalurkan secara swalayan sambil membayangkan si āFellyā dengan berdesah.. Ooo.. na.. ni, o.. na.. ni.
Pengalamanku diusia tersebut sedikit beruntung.. karena tidak harus berlama-lama swalayan. Dirumahku ada Buleā Hanii yang saat itu sudah berusia 36 tahun tapi bodynya masih OK, rambutnya tebal, ikal, hitam dan panjang sepunggung.
Dia sejatinya teman ibuku namun pada kesempatan-kesempatan tertentu dia bertindak sebagai āguruā sekaligus menjadi muara birahiku yang sedang menggebu-gebu. Buleā Hanii sangat pandai menjaga citra diri dan berakting manis didalam keluarga kami.
Sehingga meskipun kami sudah ML berkali-kali ? kedua orang tuaku tidak curiga sama sekali. Kami sama-sama menikmati, dia puas karena dapat āburung mudaā sementara akupun puas sebab tidak harus konak sendirian, lumayanlah ngirit sabun, hee..hee..
Suatu hari, tepatnya malam minggu tapi tanggal, bulan dan tahunnya lupa, Aku benar-benar bingung dan resah. Waktu itu aku baru pulang nonton film āIntan perawan kubuā dengan pemeran utama artis YO. Nah disalah satu adegannya ia tampil polos, hanya rambutnya yang ikal, panjang dibelah dua dan dipindahkan kedepan sehingga menutupi payudaranya.! Woouu.. aku jadi konak berat menyaksikan adegan tersebut dan yang bikin tambah resah ketika aku pulang kerumah.
Inginnya langsung kusalurkan ke Buleā Hanii, namun lagi-lagi sial karena orangtuaku tidak jadi pergi malam itu, ketika aku pulang mereka sedang ngobrol diruang keluarga sambil nonton TV. Pokoknya..benar-benar suntuk aku malam itu, dan terpaksalah aku āonanaā.. Paginya, aku dapat akal dan setelah sarapan pagi aku langsung bilang sama Ibuku..
āMa.. besok ada pelajaran sejarah, tapi kata Pak guru kami disuruh cari referensi buku lain, jadi aku pagi ini mau ke toko buku ya.ā! āLho emangnya kamu berani sendiri, khan Pak rus libur hari iniā tanya ibuku.. ā
Berani sih, tapi kalau Buleā Hanii mau nemani juga boleh, kami naik taksi aja ā jawabku sambil melirik buleā Hanii yang duduk disebelah ibuku.
ā Enak.. aja kamu, tanya dulu tuh sama buleā..!! Piye.. Mbak, iso ora..! jawab ibuku sambil bertanya ke buleā Hanii.
ā ya.. udah buleā anterin..dasar anak manja ā!! buleā Hanii menimpali pembicaraan kami sambil tersenyum dikulum penuh arti.
ā Tuh..buleā mau khan Maā!!, Nah minta uangnya dong ā Ah .. dasar kamu to!!ā Selesai sarapan kami langsung bersiap-bersiap. Buleā Hanii memakai rok terusan, rambutnya yang lebat dan panjang hanya dilipat setengah, sehingga tampak ia hanya memiliki rambut sebahu.
Kamipun berpamitan pada kedua orang tuaku dengan tidak lupa minta sanggu yang lebih dengan alasan kami mau makan diluar. Kira -kira lima puluh meter setelah kami meninggalkan rumah, langsung saja kucubit buleā Hanii sambil kukatakan..
āMaākasih ya buleā mau ngantar, sebenarnya aku pusing nih buleāā!! āBuleā tau koq.. dari tadi malam khan?! kata buleā Hanii sambil senyum sensasional.
āLho ..kalau buleā tahu, koq tadi malam tidak kekamarku setelah papa mama tidur??ā
āTenang kita selesaikan ditempat biasaā sambungnya lagi, dan taksipun melaju ke arah kemayoran,.. Setelah turun dari taksi kami langsung check in di suatu tempat yang sudah tidak asing lagi bagi kami. Disinilah kami sering ML jika keadaan dirumah tidak memungkinkan, tempat memang tidak terlalu bagus tetapi cukup nyaman untuk menyalurkan hasrat sesaat, apalagi para petugasnya sudah kenal dengan kami.
Aku yang sudah menahan hasrat sejak tadi malam, makanya begitu masuk kamar langsung kuserbu buleā Hanii, kami berguling-gulung dikasur dengan bibir berpagutan lengket sekali. Mendapat serbuan mendadak, buleā Hanii sempat terperangah, sambil terenggah-enggah buleā Hanii juga mengimbangi aktivitasku dengan sesekali bergumam..ā huuh dasar anak muda!! tapi .. oenaak koqā.
Bibir kami terus saling melumat sementara tangan kami saling beraksi melepas pakaian masing-masing.. sampai akhirnya kami berdua dalam keadaan polos tanpa ada lagi yang melekat ditubuh. Setelah melepas pakaiannya, tanganku kembali aktif meremas payudara buleā Hanii yang masih terasa kenyal..kumainkan pentilnya yang sudah mulai menjulang hitam semu merah.
Jemari tangan buleā Hanii juga tidak kalah aktifnya, ia sudah mengocok lembut āapolloāku. Hanya ketika dia berancang-ancang mengulum penisku.. kutahan tubuhnya.. dia sempat heran..
āSebentar buleā..ā tadi malam aku konak berat dengan penampilan YO di film, jadi aku ingin buleā seperti dia..!! kataku menjelaskan.
āOk.. lah terserah kamu!! jawab buleā Hanii pasrah.. Dengan tetap berdiri, kubalik tubuh mulusnya, aku rapatkan tubuhku sehingga penisku nempel kepantat buleā Hanii.. Kugesek-gesek pantatnya dengan penis, sementara tangganku mengurai rambut buleā Hanii yang tebal, panjang dan harum..kusisir dengan jemari tanganku.. kemudian ku bagi dua..dan kupindahkan kedepan sehingga menutupi kedua payudara buleā Hanii yang sudah tegang. Masih dari belakang dengan posisi tubuh berhimpitan.. tanganku meremas payudara yang tertutup rambut.. woauu asiknya bukan main.. diapun menikmati. Tubuhnya menggeliat.. sampai dia tidak tahan lagi dan langsung berbalik sambil berjongkok dan memegang penisku..yang sudah semakin mengeras.
Dalam posisi dia jongkok aku berdiri, ia tidak langsung mengulum.. namun ia pindahkan rambutnya yang sudah tergerai berserakan keatas penisku..kini gantian dia yang memainkan penisku dengan rambutnya..
āAuouu.. ah.. ahh.. enak sekali buleāā!! rintihku menahan geli bercampur nikmat yang luar biasa. Mendapat sensasi rambut seperti itu..aku hampir tidak tahan, tapi aku tidak ingin air maniku muncrat dirambutnya.
Kudorong bahu buleā Hanii.. agar Ia menghentikan sejenak pemainan rambutnya. Buleā Hanii yang sudah mulai terangsang, tidak mau berhenti begitu saja.. dari pemainan rambut ia beralih melumat penisku dengan mulutnya.. Sambil dikulum penisku, kedua tanganku mengacak-acak rambut buleā Hanii kesukaanku..
Bayangkan.. aku merasa seperti diawang-awang, terasa darahku mengalir cepat, penisku terasa berdenyut-denyut menikmati kombinasi permainan lidah buleā Hanii dikepala burung dengan sensasi rambut nya yang lebat berserakkan. Rambut buleā Hanii yang sudah acak-acakan terus saja kumainkan..sehingga denyutan penisku terasa semakin cepat..
Mungkin hanya sekitar tiga menit aku menikmati permainan itu karena benar-benar tidak mampu lagi menahan sensasi yang luar biasa,..
āAhh..auu..ahh.. buleā.. ahh.. aku keluar..ā!! Air maniku muncrat deras. Saking banyaknya sampai tidak tertampung dimulut buleā Hanii sehingga sebagian mengenai wajah dan rambutnya. Buleā Hanii tampak belum orgasme, namun dia dengan sabar.. membantuku dalam menikmati saat konsolidasi..
āTerimakasih Buleā..nikmat sekaliā!! Kataku puas. āSama-sama, istirahat dulu lah ā! Kata Buleā Hanii sambil memeluk dan mengibas-ngibaskan rambutnya ketubuhku.. Aku merebahkan diri di kasur.., Buleā Hanii pun mengikuti tiduran disampingku. Sekitar lima menit aku tergolek dikasur, Ia masih memelukku, kemudian setelah dia melihat aku sudah siuman dari kenimatan, Ia mulai beraksi lagi dengan rambutnya.
Dia geraikan rambutnya diatas tubuhku, mulai dari dadaku.. terus turun kebawah.., Persis diatas penisku dia gusel-guselkan kepalanya.. tampak benar.. rambut yang lebat dan harum berserakan..menutupupi sekitar penisku.
Lalu dia atur lagi rambutnya untuk membalut payudaranya kemudian dia himpitkan payudara yang sudah dibalut rambutnya ke dadaku dan digerakkan naik turun.. Sensasional sekali .. sehingga tanpa terasa penisku tegak lagi, bahkan ketegangannya jauh lebih tegang dari yang pertama.
Karena ini giliranku untuk memuaskan Buleā Hanii, aku segera mengambil insiatif, kuputar tubuhnya menjadi aku diatas dia dibawah dengan selangkangannya tepat dimukaku sementara kepalanya juga tepat menghadap penisku..dan.. mulailah aktivitas 69. Posisi ini yang paling disukai oleh Buleā Hanii, semakin aktif aku mempermainkan lidahku di liang vaginanya..semakin erotis gerakkan dia mengimbanginya.
Tangganku memeluk erat kedua pahanya sehingga kepalaku semakin terbenam diselakangan. Puas lidahku mengitari lubang, kulanjutkan dengan menyedot dalam-dalam bagian tepinya. Tubuh Buleā Hanii melonjak-lonjak sementara vaginanya sudah semakin basah.
āAyoo.. To masukin.. Buleā sudah ngga tahan nih..ā!! seru Buleā Hanii sambil membalikan tubuhnya. Ia berjongkok di atasku dan mengarahkan penisku menusuk liang vaginanya.. āslleebbā!!terdengar suara bersamaan dengan Buleā Hanii menurunkan pantatnya.
Dengan posisi itu, lalu dia bergerak meliuk-liuk sehingga payudara berguncang tersamar dengan rambutnya yang tergerai kian kemari mengikuti irama gerakkan. Aku tidak menyia-nyiakan kesempatan, langsung kutangkap dan kuremas-kuremas dengan penuh nafsu.
Dengan aktivitas masing-masing, kami benar-benar saling menikmati, pantatku ikut bergerak naik turun seiirama dengan gerakan Buleā Hanii, .. āAkh..oo.. enak..!! erang kami bergantian, disela-sela desahan nafas.
Cukup lama kami bermain dengan posisi ini dan kulihat gerakan tubuh Buleā Hanii sudah tidak beraturan. Segera aku mengangkat badan sehingga aku dapat memeluk Buleā Hanii seperti orang memangku dan setelah beberapa kali kusodok-sodok.. kubalikan tubuhnya.
Kami sempat bergumul namun tampaknya Buleā Hanii sudah hampir orgasme, jadi begitu tubuhnya kutindihi, ia mengapitkan kedua pahanya, terasa lubang vagina Buleā Hanii menyempit dan berdenyut-denyut.
āAouu.. to.. Buleā mauu keluar.. nih!!ā .. Tubuhku dipeluk erat sekali..mulutnya langsung kututup dengan bibirku sementara tanganku menjambak lembut rambutnya untuk mengantar Buleā Hanii mencapai orgasme.
Kubiarkan penisku menancap di lubangnya..dan setelah beberapa saat ia mengalami orgasme, kubalik lagi tubuh Buleā Hanii. Kini dia terlungkup dengan penisku tetap dalam sarang. Kumainkan maju mundur.. sementara tanganku meremas payudara dari belakang, sedang wajahku kubenamkam dirambutnya yang harum.
Buleā Hanii mengerang nikmat lagi.., Beberapa saat kemudian kusibak rambutnya.. lalu bibirku mengecup tengkuknya yang mulus..Mungkin karena dia belum tuntas orgasmenya sehingga ketika menerima perlakuan tersebut..
Dia menggeliat-mengeliat lagi.. āAyoo..to.. keluarin.. aku juga mau keluar lagi nih.. sama-sama yaā!! pinta Buleā Hanii sambil terenggah-enggah. Aku tidak menjawab tetapi kecupanku semakin menguat ditengkuknya..tubuh Buleā Hanii kembali mengejang, dan.. akhh..akhh.. lengkuh Buleā Hanii berbarengan dengan semprotan airmaniku untuk kedua kalinya.
Kami tergolek bersama, sambil mengatur nafas masing-masing.. āOhh.. Buleā puas sekali Toā!! Kamu sudah semakin pandai saja.. āYa.. siapa dulu, dong gurunyaā!! balasku sambil melumat lagi bibirnya.. Setelah cukup istirahat, kami saling merapikan diri..
Aku membantu menyisirkan rambut Buleā Hanii yang kusut karena tadi terus kuacak-acak. Tampak ditengkuk Buleā Hanii bekas kecupanku, untung saja ketika pergi dari rumah tadi, Buleā Hanii tidak sanggulan penuh.. sehingga sepintas masih tertutup oleh rambutnya..
āTerima kasih Buleā.. sekarang saya sudah ngga pusing lagiā!! kataku manja sambil mengecup pipinya.. dan berlalulah kami ke-toko buku


