Birahi Ibu Muda Berhijab Diatas Kapal
Cerita Dewasa Ā· 18+
Cerita Sex Birahi Ibu Muda Berhijab Diatas KapalĀ – Ufhhh.. akhirnya usai sudah kegiatan yang menjemukan selama 2 minggu di sini dan aku mo balik ke Jakarta untuk refresh neh oh iya namaku Andi umur 30 tahun sekarang aku bekerja di perusahaan swasta, ciri-ciri tubuhkan yahh.. untuk postur Indonesia udah cukup di perhitungkan neh.. heheheh
Besok aku mo pulang ke Jakarta setelah mengikuti kegiatan dari Perusahaan di Kota ini di ujung Timur Indonesia neh aku mo naik kapal laut aja dech karena selama ini kalau bepergian aku belum pernah naik kapal laut so akan aku coba aja dech walaupun itu di tempuh dng lama perjalanan 1 minggu wahhhh pusing juga neh setelah membeli Tiket kapal laut kelas 1 aku langsung berkemas-kemas untuk persiapan besoknya berangkat.
Tiba saatnya aku menuju pelabuhan setelah segala macam proses pemeriksaan tiket dan bercampur aduk dengan para penumpang. So akhirnya aku naik dan masuk ke kamarku yang kelas 1 dan tentunya kamar kelas 1 aku yang sendiri menempatinya langsung aku bergegas membersihkan diri (mandi neh..) setelah mandi diatas aku berjalan-jalan di Dek kapal sambil menunggu sebentar lagi kapal akan berangkat.

āWahhh.. kalo selama 1 minggu diatas kapal tidak ada yang bisa bikin buat seger jadi tambah pusing neh.ā ujarku di dalam hati. Setelah melihat-lihat sekeling kapal dan akhirnya aku berdiri di pinggiran kapal sambil melihat kebawah siapa tau aja ada yang bisa nemanin aku selama seminggu ini hehehhe..
Mataku tertuju pada seorang ibu muda berjilbab kira-kira berumur 27 tahunan bersama anaknya yang kira-kira 5 tahunanlah dan sebelahnya di antar seorang lelaki yang kemudian mencium kening ibu itu dan anaknya setelah itu mereka berdua naik ke kapal dan tak lama kemudian kapal berangkat meninggalkan pelabuhan dan lelaki itu melambaikan tangganya kepada ibu dan anaknya setelah kapal menjauh dari pelabuhan, hmmm aku mulai mendekati ibu muda itu dan mulai berkenalan.
āNamaku Andi, aku tujuan Jakartaā ujarku.
Ibu itu sekilas melihat aku dan senyumnya mengembang di bibirnya yang tipis. Tak lama kemudian di berucap :
āNamaku Lia ini anakku dan tujuan juga ke Jakartaā ucapnya.
Akhirnya kita saling ngobrol-ngobrol dan ternyata tadi adalah suaminya yang bekerja di kota ini dan Lia setiap 6 bulan sekali datang bersama anaknya untuk melepas rindu sama sang suami.
āWalahh.. kuat juga yach.. kalo aku kagak nahannnn (hehehe)ā
Besok pagi disaat waktu makan pagi aku melihat Lia bersama anaknya sedang menuju ruang makan. Aku melihat dari belakang.
āHhmmmm berisi juga neh pantatnya, padahal sudah di tutupi gaun yang menutupi sampai mata kaki nehā ujarku dalam hati.
Llangsung aku menemuinya dan kita makan bersama-sama 1 meja. Sambil aku ngelirik ke arahnya wow sempat aku melihat bentuk payudaranya yang ditutupi oleh jilbab dan bajunya lumayan mengkal neh waduh jadi pikiran kotor neh Lia,
āDi kelas 1 juga yachā tanyaku.
āTtidak mas aku ambil di kelas 2 aja kokā jawabnya sambil senyumnya mengembang dari bibirnya yang tipis dan basah.
āOooohhh kalo aku di kelas 1, abis sendirian aja sih pengen tenang dan rileks ajaā ucapku sekenanya.
āLia juga sendiri kok, dari tadi malam belum ada penumpang yang sekamar dengan Lia, jadinya Lia cuma ditemani anakku aja nehā sahutnya.
āOoh gitu yach berarti aku bisa dong main-main ke kamarmuā tanyaku.
āBisa aja kok, kita khan di satu gang.. tadi malam mas khan sempat keluar aku melihat kokā ujarnya.
āOoh ya aku mo cari rokok tuch semalamā sahutku lagi.
Setelah selesai makan pagi, kita bersama-sama jalan di koridor kapal sambil bercerita dan diiringi guyonan kecil-kecil. Karena di luar koridor angin cukup kencang maka saat aku berjalan disampingnya hmmm aku mencium bau wangi yang sangat harum dan melihat putihnya leher ibu berjilbab ini.
āOoh seandainya aku dapat menidurinyaā bisikku di dalam hati.
Hari kedua belum terjadi apa-apa diantara kami, namun setelah makan sore iseng-iseng aku mengetuk pintu kamarnya.
āLia, ini aku Andi boleh aku masuk,ā tanyaku.
Tak lama kemudian pintu terbuka dan muncul kepalanya yang ditutupi oleh jilbab seadanya dan menggunakan terusan daster hmmm aku liat dia tidak mengurangi kecantikan dan kemontokannya kok.
āSsilahkan masuk mas,ā ujarnya pelan.
āMaaf anakku baru aja tidur dan aku baru tidurin dia nehā sahutnya.
Dikarenakan kita nggak mau mengganggu anaknya, so kita duduk di satu tempat tidur yang lain sambil bercerita. Aku memandangnya.
āOohhhh semakin lama disini aku semakin tidak kuat menahan birahikuā ujarku didalam hati.
Saat kita sedang bercerita dasternya tersingkap sampai dengan lututnya.
Uuppss.. spontan aku mengatakan,
āMulus sekali kakimu Lia yah.. pasti kamu rawat dengan baik dan secara sempurnya,ā ujarku sambil tanganku mengelus-elus betisnya secara refleks.
Langsung dia menarik kakinya dari tanganku sambil berujar.
āAah mas Andi bisa-bisa aja nihā
Senyumnya mengembang dari bibirnya yang tipis dan basah namun aku tetap memegang betisnya dan bahkan menggeserkan tanganku keatas.
āAah Mas jangan gitu ach nggak enak nehā sahutnya.
Namun aku tak berkata-kata lagi langsung aku sibakkan dasternya sampai ke pahanya dan langsung kuciumi dan kujilati pahanya.
āSsluuurrrppp.. Ohhhhhh Mass jangan dongā ujarnya.
Namun Lia tidak menarik pahanya dari mulutku tangannya malahan memegang kepalaku dan seolah-olah menekan-nekan.
āSsluurrrppp⦠slururrpppp.. ssshhhh oh mas jjaannn⦠gannn.ā pekik Lia pelan.
Namun aku tetap melanjutkan jilatanku sampai ke pangkal pahanya dan secara cepat aku menarik celana dalamnya turun dan
Ssluuurrrppp kujilati memeknya yang penuh dengan bulu-bulu.
āOoohhhh mas Andiii⦠oohhhā desahnya.
Kujilati itilnya slururpp⦠slurupppā¦
āShhhh ohhh mass aduuuhhh ahhhhā jeritnya pelan setelah sekitar 15 menit aku bermain lidahku di memeknya.
Langsung aku memberhentikan kegiatanku dan kuangkat kepalaku keatas kulihat Lia memejam matanya menahan kenikmatan yang baru dia rasakan.
Oohhh aku liat begitu indah pemandangan didepanku. Ibu muda, cantik dan berjilbab menggunakan daster setengah telanjang sedang menanti kontol neh langsung kuhampiri bibirnya yang sedari kemarin aku inginkan sluuup.. smmm hmmm kita langsung bersilat lidah. Tak lupa tanganku menggerayangi payudaranya.
āOohhh mas.. pintar sekali kamu, ohhhh.. achhh..ā
Kuturunin lidahku menuju payudaranya dan kugigit-gigit kecil dari luar dasternya.
āOohh.. mass cepaattt nanti anakku bangunā bisiknya pelan langsung tanpa ada yang perintah.
Kubuka celana panjang dan sekalian celana dalamku.
āUupps besar sekali mas punyamuā sahutnya.
āSilahkan lia apa yang kamu inginkanā ujarku.
Lia langsung menyodorkan mulutnya dan menghisap kontolku dengan mahirnya.
āUugghhhhff Lia kamu pintar juga yach sama suamimu juga sering beginian yach?ā
āMmmrmmmrpp.. nggak masss jarang kokā
Setelah sekian menit aku langsung memberhentikan isapannya pada kontolku dan langsung menaikkan dasternya tanpa melepas jilbabnya dan Lia membuka kedua pahanya menanti kontolku memasuki dirinya.
āAyok mas.. cepatanā
āOohhggghhā
Ppelan-pelan kutempelkan kontolku di permukaan memeknya.
āOoufghhhhā
Baru aja kepala kontolku masuk udah terasa nikmat.
āDooorong mas enaeekkk mass oughhhhā
Kudorong pelan-pelan masuk dan
Bleeeeeeeeeesss..
āUughhfā
Aakhirnya masuk semua kontolku kedalam memeknya. Kudiami beberapa saat dan mulailah kupompa kontolku di dalam memeknya.
Srooopp.. croopppp slerrrrppā¦
āOohhh enak sekali memekmu Lia..ā
āIiiyyyyaa kontolmu juga enak mass⦠oohhh terusin mass.ā
Aku sengaja tidak membuka jilbab dan dasternya takut kalo anaknya tiba-tiba bangun.
āTeruuusss mass yang cepatt ooohhh sruuuppp sreettt croooppp..celllelel ppp..belleā
Aku pompa terus memeknya sampai kira-kira setengah jam kulihat Lia sudah mulai tanda-tanda mau keluar.
āOohhh mass cepatannnn.. Lia udah mo keluarā¦ā
āSabarr yah.. mas juga udah mau keluar yah uggghh Lia.. kita sama-sama keluarin yah ooohhh sllluuppp oohhh achhhh..ā
Aakhirnya Lia telah keluar dan semenit kemudian menyusul aku menyemprotkan air maniku ke memeknya.
Crootttt.. crroooot⦠coroottttttā¦.
āUuuffhhhh.. mas banyak sekali air manimu nehā
Setelah kita tenang langsung Lia ke kamar mandi membersihkan air maniku yang mulai meleleh di pahanya aku menunggu dia keluar dari kamar mandi dan aku bilang minta maaf yah bahwa aku kebawa nafsu sih dia bilang nggak apa-apa kok sama dengan dia juga aku mohon izin untuk kembali ke kamarku dulu dikarenakan jam sudah menunjukan pukul 10 malam.
Besok pagi disaat waktu makan pagi, aku mengetok kamarnya.
āLia kita sarapan pagi yookā ujarku pelan.
Tak lama pintu terbuka dan Lia telah siap dengan pakaian longdres panjang dan berjilbab. Uuugghhh cantiknya dia dan menyilahkan kumasuk.
āAnakku belum bangun nehā jawabnya.
āJadi gimana dong..ā
āKita tunggu bentaran aja yachā tanyanya.
Akhirnya kita ngobrol-ngobrol.
āEehh.. udah sekitar setengah jam.. anaknya belum bangun juga neh.ā
Tau-tau kita malahan saling pegang-pegangan tangan.
āLia kamu cantik sekaliā ujarku.
āAach mas ini.. Lia biasa-biasa aja kokā ucapnya.
Malu-malu langsung kususup lidahku ke mulutnya.
āMhmmmmpppff jangan ach mas ntar anakku bangun lhoā sahutnya.
āSebenntarr aja yach Liaā ucapku memelas.
āHhmmmm gimana yachā jawab Lia.
Ttanpa menunggu jawabannya langsung kuciumi bibirnya yang merah dan basah itu.
āSsluruurupp hmmpfghh oohhh.. masshh..ā
Llangsung kumainkan lidahku di dalam mulutnya.
āCuupppss smshhsh oohh..ā
Tanpa membuka jilbabnya langsung kunaikkan longdressnya. Kuturunin celana dalamnya.
āOoohhh udah basah juga neh memeknyaā.
āSssss.. ssss mas⦠oohhh..ā
Cepat-cepat kubalikin dia aku pengen gaya nungging.
āOohhh masā¦ā
Kuangkat kakinya satu dan mulai kutusukkan kontolku.
āSssss oougghhh.. blessss sssssllreepp mmrrpp oohhh mas nikmat sekaliiiā¦ā
āLiiaa memekmu juga enaakakk.ā
āOoougghhhaaa ooohhh yang cepat mas..ā
Kupompa kontolku.
Srooortkkk.. sluururppp sreet bellsss..
āUufghhh masss enak sekali⦠hmmmmā
āIya yyahh oohhh.. Lia ayookk kita keluarin bersama-samaā
āOooggghh mass⦠aku mo keluarrrrr oogghhrrr ahhhhhā¦ā
Langsung badannya Lia jatuh ke tempat tidur sambil tetap menungging membelakangi aku dan tanpa menunggu lagi kutusukkan kontolku lagi .
Bleessssssssssā¦
āOoohhhh masss enakkk⦠cepattttaaannn iiiiiyya Lia..ā
āOooohh mas hampir keluar nehā¦ā
āOoghhhs⦠oohhhh Liaa⦠siiapppā¦ā
Croootttttt⦠croottt⦠crooott⦠ughhhā¦
Tumpah ruah air maniku kedalam memeknya lagi tak lama air maniku keluar. So anaknya juga udah mulai bangun dan kita langsung bereskan diri dan menuju ruang makan.
Bersambung…
Selama empat hari kita selalu bercinta, namun Lia tidak pernah telanjang alias jilbab dan bajunya masih menempel di badan dan aku pun tak mempermasalahkan itu yang penting memeknya yang ranum hhmmmm hingga suatu malam hari ke enam dan rencananya besok kapal kita sudah nyampe di Jakarta aku sedang santai sambil tiduran di dalam kamar hanya mengenakan celana pendek.
Tok tok kudengar ketukan pintu kamarku,
āSiapa yah?ā tanyaku.
āIni Lia masā jawab suara diluar.
Serta merta aku berdiri dan membuka pintu hmmm.. Kulihat Lia hanya mengenakan daster panjang tanpa mengenakan jilbab.
Oohhhh.. cantiknya dan putih sekali lehernya itu semenit aku terpana di depan pintu.
āMas boleh aku masuk?ā tanyanya langsung.
Aku tersentak kaget.
āOoh iya.. ya silahkan Liaā sahutku.
āAda apa ne Lia, malam-malam kesini?ā tanyaku.
āNdak neh aku mo nanya aja.. besok khan kita udah nyampe Jakarta, trus mas langsung pulang yahā tanyanya.
āIya sih soalnya lusa udah masuk ngantorā terangku kepadanya.
āOoooohh.. ya udah deh Lia langsung pulang ke kampung aja dech..ā jawabnya.
Setelah kita ngobrol panjang lebar. Lia pamitan mo kembali ke kamarnya, dikarnakan jam udah menunjukan pukul 9 malam, namun disaat dia mo berdiri, kupegang tangannya dan kuciumi sambil kujilati telapak tangannya sampai ke pangkal lengannya.
āOoouuhhh mas geli ahhā
Tanpa kujawab kujilati lehernya yang putih mulus itu.
Sluurrppp.. slurppp shhhh ssss.
āOoohh mas sluurrp.ā
Kutelusuri lehernya yang jenjang kadang kugigit-gigit kecil.
āOoowhh massss ohhh..ā
āLia aku ingin bersamamu malam iniā ujarku dia diam sambil menundukkan kepalanya.
Hhmmmmm.. tanpa tunggu jawabannya langsungku gendong dan kubawa ke tempat tidur mulai kuciumi bibirnya yang ranum.
Rhmmmm.. sluruppp⦠ssshhmm⦠ohssssā¦
āLia sungguh enak bibirmu..ā
Hhmmsfh.. kubuka perlahan-lahan dasternya oohhhh ternyata Lia tidak memakai BH dan celana dalam.
Ssluruuurpp slururpp hmmmm langsung kujilati payudaranya yang putih mengkal. Sluuruppp..
āOohhhssss masssnnns tertuuuusssā ucapnya terbata-bata.
Kutelusuri lidahku ke memeknya yang rimbun.
Ssluruuupp.. kujilati itilnya oohhhhsss⦠langsung kubalikkan badanku tepat kontolku di mulutnya⦠slruuup oougfhhh hmmmsssllii pp kontolku langsung diisapnya sambil tak lupa kuhisap juga memeknya yang ranum ini.
āOohhh mas⦠aku udah nggak tahan⦠tuussuuukk mas⦠ā
āSaabbarrr Lia aku ingin malam ini berkesan sekaliā ujarku.
Ooohhsusss kujilati terus sampai terasa banyak lendir yang keluar dari memeknya Lia.
āMassssssssā¦ā
Langsung kuubah posisiku dan siap-siap kutusukkan kontolku ini.
Sslleeeeerrpp.. blesssshh.. oohhhhh.. crororlkkk crorokk.. crokk..
āOohh mas.. enak sekaliā
Kuangkat kakinya yang satu sambil terus kupompa kontolku.
āSmsmshhgg oouuhhh.. mass teruskan masss⦠ennaakkkā
Sroorkkk.. cororkk setelah setengah jam.. saat-saat aku mo keluar⦠langsung kuminta Lia untuk berbalik dan kutusukan kontolku lewat belakang (gaya doggy).
āOoougghhhh enak sekali memekmu Lia.ā sahutku.
Blesss blesss..
āMass enakk..ā
Kupompa kontolku secara cepat dan akhirnya..
āLia kita keluarin sama-sama yahā
āIiiiiiyyya mass ohhhuuu sssss..hhhh massss aaaaaaaaaahhhh..ā
Kuteriak agak keras dan akhirnya air pejuku muntah juga kedalam memeknya.
āOoh mas enak sekali Lia lemas nehā sahutnya.
Setelah beberapa menit⦠Lia mohon pamit kembali ke kamarnya karena sudah tinggalin anaknya 3 jam tuh.. akhirnya aku juga tidur.
Keesokan harinya kita berdua terlambat bangun pagi.. dan aku pikir lebih baik bersiap-siap aja untuk beberapa jam akan sandar di pelabuhan Tanjung Priok saat aku lagi berbenah-benah. Kudengar ketokan di pintu dan suaranya Lia terdengar dari luar sana,
āMas.. udah siap-siap yah..?ā tanyanya.
āIya neh..ā sambil kulirik dia membawa anaknya.
āAyo masuk dulu..ā jawabku.
āLia udah siapin barang-barangnya yah?ā tanyaku.
āYa udahlah mas, maka itu kita kesini mo memastikan, siapa tau mas masih belum bangun gara-gara semalamā bisiknya di telingaku.
āHhhmmm Lia kamu itu makin menggemaskan ajaā sambil kucolek pantatnya.
āWow kelihatannya dia nggak pake celana dalam neh.ā ucapku dalam hati aku jadi pengen buktiin neh tapi bagaimana yach? Soalnya dia bersama anaknya neh dan sebentar lagi kira-kira 2 jam-an udah mo nyampe di pelabuhan neh waaahhh. Aku jadi tambah panas dingin neh kulihat lia menghempaskan pantatnya di tempat tidurku anaknya juga disebelahnya.
āLia kamu kok tambah cantik yah, memakai jilbab dan terusan (longdress) ituā ujarku.
āAahh mas ini pasti kalo ngebilang itu ada maunya yachā selidiknya sambil senyum.
āTau ajaā sahutku.
Sambil kubereskan pakaianku dan kumasukin ke dalam tas, kulihat anaknya udah mulai rewel neh ndak tau kenapa yah. Kali aja udah mulai ngantuk atau udah tau yah mamanya mo pikiran ngeres mama. Cerita dewasa ini di upload oleh situs
āAri kembali ke kamar dulu yachā tanya anaknya.
āMo ngapain Ri?ā tanya mamanya.
āMo bobo bentaran aja ngantuk nehā
āOohh ya udah kalo gitu, ntar lagi mama nyusul khan tinggal sejam lagi kita nyampe Ari bobo dulu yah ntar mama banguninā sahut mamanya.
Langsung serta merta Ari pamit ke kamarnya dan kututup pintu kamarku. Tanpa menunggu lama lagi kuangkat longdressnya.
āOoohhhh.. mass mo ngapain?ā pekik Lia.
Hhhmmmmppp betul yang kuduga Lia tidak pake celana dalam pasti udah mo ngerasain kontolku lagi yah langsung kujilati saja memeknya.
Ssluuurppr⦠sluurprpā¦
āOoughhs hmmmmss.. masss achhh massā
Setelah sekian menit langsung kuangkat kakinya satu di atas tempat tidur dan kutusukan kontolku ke memeknya.
Blessssss⦠srelllpp⦠slleeeeeppp⦠bleessssā¦
āOooouughhh massssss⦠nikkmmaattt⦠ssssscloopp⦠clop..ā
Karena waktu yang terbatas aku semakin cepat memompa memeknya.
Ccroooppp.. cloppp.. bunyi paha kita beradu.
Ssluruuru blessslsss.. sssshh..
āMasss aku sungguh tidak bisass melupakanmuā
āOooohhh.. Liiaaa mmemekmu sungguh legiiitā
Sslreeepp.. sloopp..
āCepatan masā
Langsung kupompa lebih cepat lagi dan akhirnya
āOoooooohhhh aaaaaaaahhhh Lia siaapp aku mo keluar uuggghhhā¦ā
Ccroooot⦠croottt.. croooot pejuku keluar langsung mengisi rahimnya lagi.
āOooohhh mas sungguh nikmat kontol dan air manimu ituā sahut Lia.
Langsung tak lama pengumuman dari ABK bahwa setengah jam lagi kapal akan bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok serta merta kita berdua bergegas merapikan kembali pakaian dan Lia kembali ke kamarnya dan aku langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri lagi. Sebelum aku mandi kubilang sama dia.
āPpake celana dalammu yah, soalnya nanti bisa diliat orang dan takutnya nanti aku minta lagi nehā ujarku dibalasnya Lia dengan memegang kontolku. āHhmmmmm kontol yang nikmatā ujarnya.
Cerita Sex Secara Kejiwaan Masih Polos
Kapal sudah berlabuh di pelabuhan dan kita berdua sudah tiba di dermaga dan saatnya kita berpisah. Masing-masing dari kita memberikan alamat rumah dan berharap di lain waktu kita bisa bertemu lagi lambaian tanganku menyertai kepergian Lia dan anaknya ke kampungnya.
Oh Lia engkau memang birahi yang tak pernah padam walaupun tubuhmu tertutup jilbab dan gaun panjang namun kamu tidak bisa mempungkiri hatimu.
Tamat


